GERAKAN  AL MAHDI

SEBUAH HIKMAH & PELAJARAN

(Khusus untuk anak-anakku)


Bahwa pergolakan yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini, sesungguhnya adalah sebuah pergerakan yang disebut dengan GERAKAN AL MAHDI atau bisa juga disebut dengan MEHDI. Gerakan ini sudah memasuki tahapnya yang ketiga.

Tahap Pertama Gerakan ini terjadi di Makassar Propinsi Sulawesi Selatan-Indonesia pada Tahun 1997 dan dikenal dengan Peristiwa “Black September”. Suksesnya gerakan ini ditandai dengan hancurnya klenteng “Ibu Agung Bahari”. Klenteng adalah vihara tempat persembahyangan ummat yang beragama Konghuchu-Budha. Hikmah dari nama klenteng ini adalah kata ibu menunjuk pada jenis kelamin wanita. Agung menunjuk pada keberkuasaannya. Bahari bermakna lautan. Lautan bermakna gaib. Jika lautan bermakna gaib, maka langit dapat dimaknai sebagai nyata. Selain lautan, bulan juga dapat dimaknai sebagai gaib dan matahari dimaknai sebagai nyata.

Lautan bersifat tidak tetap karena airnya ada kalanya pasang, lain waktu airnya surut. Bulan juga bersifat tidak tetap. Kadang bulan tidak muncul, kemudian ia muncul menuju purnama lalu pelan-pelan bulan itu hilang kembali. Semua yang gaib bersifat tidak tetap, senantiasa berubah-rubah. Yang tetap dan tidak berubah-rubah hanya YANG MAHA GAIB yaitu TUHAN.

Langit dan matahari disebut Nyata karena sifatnya tetap dan tidak berubah-rubah. Terkecuali bila yang nyata itu ditunggangi dengan yang gaib, maka pastilah yang nyata ikut berubah dan tidak tetap. Contoh ; Secara lahiriyah manusia yang hidup di dunia ini disebut manusia Nyata. Meskipun nyata tapi sifatnya tidak tetap atau berubah-rubah karena ada gaib yang menungganginya. Gaib yang dimaksudkan disini adalah batin yang menghuni atau menempati jasad orang itu.

Manusia dari tidak ada kemudian lahir (muncul) lalu tumbuh sempurnah sehingga mencapai kedewasaan (purnama) lalu pelan-pelan menjadi tidak ada lagi, mati atau meninggal dunia. Secara global manusia mengikuti garis peredaran bulan. Itulah sebabnya manusia butuh istirahat atau tidur dimalam hari saat bulan beredar, karena didalam jasad manusia Nyata ada Gaib.

Dalam menjalani hidup dan kehidupannya, manusia mengikuti ritme air di lautan. Ada kalanya pasang ada kalanya surut. Kadang manusia tertawa kadang menangis. Kadang untung lain waktu rugi. Ada susah ada senang. Ada gembira ada sedih. Ada atasan ada bawahan. Dst,,, dst….

Secara macrocosmos ada empat kebutuhan dasar manusia yang merupakan Inti yaitu ; lautan, langit (udara), bulan dan matahari. Demikian pula dengan manusia yang hidup, juga ada empat kebutuhan dasarnya yang merupakan inti kehidupannya, yaitu ; air, nafas, istirahat tidur dimalam hari dan beraktifitas disiang hari.

Lautan adalah sumber utama semua air yang ada dimuka bumi ini. Akibat panasnya matahari, air laut menguap. Udara menampung uap air laut kemudian diturunkan kebumi dalam bentuk air hujan. Air ini selain untuk dijadikan air minum manusia, juga untuk menyuburkan tanaman. Semua tanaman membutuhkan sinar ultra violet yang dikeluarkan oleh matahari. Manusia memakan tanaman itu sebagai sumber utama karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuhnya untuk beraktifitas. Setelah ber-aktifitas, manusia perlu tidur dimalam hari. Penanda waktu malam adalah bulan.

Semua agama dimuka bumi ini menjadikan bulan sebagai dasar perhitungan untuk melaksanakan ritual - ritual peribadatannya. Terkecuali agama nasrani saja yang melaksanakan ritual peribadatan dengan perhitungan garis edar matahari.

Pertanyaannya adalah; Apakah semua ritual peribadatan dan atau persembahyangan yang dilakukan manusia telah benar - benar sampai kepada Yang Maha Gaib ??... Jawabannya, tentu Tidak Sampai karena harus melintasi lagi sebuah dunia atau kawasan yang disebut Gaib. Sama halnya dengan manusia yang melakukan per-ibadatan dengan memakai waktu berdasarkan garis edar matahari. Peribadatannya tetap dinyatakan belum sampai, dengan alasan yang sama. Hal ini disebabkan karena Alam Gaib itu adalah sebuah alam yang amat sangat gelap gulita. Tidak salah jika semua agama - agama besar dunia ( hindu, budha, konghuchu, yahudi, nasrani dan islam) terpecah belah kedalam aliran-aliran kecil, sekte-sekte dan faham-faham yang secara internal keagamaan saling mengoreksi.

Islam, sebagai agama TUHAN yang terakhir memberi penerangan kepada seluruh manusia. Muhammad SAW dalam kedudukan beliau sebagai Nabi dan Rasul ALLAH yang terakhir mengatakan bahwa “ ALLAH adalah TUHAN Semesta Alam. Tidak ada TUHAN selain ALLAH ”.

Meski pernyataan dan perkataan ini Benar, manusia yang meyakininya tidak dibenar-kan jika menyalahkan penganut agama lain apalagi sampai mengkafirkannya, karena Alqur’an sebagai Kitab Penerang telah menjelaskan bahwa “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”, selain itu nabi Muhammad sebagai pemimpin ummat islam juga telah mewariskan contoh teladan bagaimana hidup berdampingan secara benar dengan penganut agama lain sebagaimana yang tertuang dalam “Piagam Madinah”.

Indonesia, adalah negara pertama yang ada di muka bumi ini yang mengadopsi “Piagam Madinah”, dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Ini secara inplisit (tersirat) termuat dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Tanpa disadari, dunia sekarang telah mengikuti Indonesia. Lihatlah negeri tirai bambu China. Negeri itu telah membuka tirainya. Islam dan nasrani telah mulai berkembang ditengah-tengah mayoritas penganut agama konghuchu - budha. Tembok “ berlin ” runtuh. Jerman telah bersatu mempersilahkan islam masuk. Blok komunis Uni Sovyet telah porak poranda. Negara-negara yang dulunya bergabung didalam satu “Uni” masing-masing berdiri sendiri-sendiri. Semua itu hanya untuk memberi kesempatan dikumandangkannya adzan di masjid-masjid dan agar bunyi lonceng bisa berdentang di gereja-gereja.

Semua ini tidak terjadi seketika. Butuh waktu seribu empat ratus tahun kurang lebih, baru bisa terwujud “Piagam Madinah” dibumi ini. Apakah ini perjuangan orang-orang yang beragama Islam ?? Bukan, sekali-kali bukan. Dalam Alqur’an telah dijelaskan bahwa ALLAH adalah Cahaya yang berlapis-lapis cahaya. Dia membimbing cahaya-Nya kepada siapa saja hamba-Nya yang Dia kehendaki ”. Orang - orang nasrani, yahudi, hindu, budha, konghuchu dan orang-orang atheis sekalipun adalah hamba-hamba ALLAH juga. ALLAH bisa berkehendak apapun terhadap hamba-hambaNya, tanpa ada satu kekuatan yang mampu menghalangi-Nya. Hanya saja semua itu tidak bisa berlangsung seketika. Semua berjalan secara perlahan-lahan sesuai dan sebagaimana aturanNya.

Jika ALLAH saja bisa bersabar sampai Kebenaran Alqur’an dapat terbukti ke-benarannya, lantas kenapa orang-orang yang menamakan dirinya pengikut setia nabi Muhammad mau memaksakan kehendak ??..

Segala pemikiran dan rencana untuk menegakkan Daulah Islamiyah (Pemerintahan Islam berdasarkan sunnah nabi Muhammad) hanyalah sebuah mimpi yang tidak akan mungkin bisa terwujud. Daulah islamiyah hanya ada ketika nabi Muhammad masih hidup saja. Setelah beliau meninggal daulah islamiyah runtuh. Para khalifah dan ummat terpecah dalam intrik-intrik politik yang didasari oleh faham religiusitas tentang siapa yang paling berhak menjadi khalifah yang melanjutkan perjuangan nabi. Inilah yang menjadi cikal bakal perpecahan ummat islam menjadi dua golongan yaitu shiah dan sunni. Masing-masing golongan terpecah lagi dalam sekte-sekte dan aliran-aliran serta faham-faham. Siapa yang dapat mempersatukan semua ini ??... bagaimana mungkin ummat agama lain mau membenarkan agama islam, sementara secara internal ummat islam sendiri saling meragukan kebenarannya ??...

Daulah islamiyah tidak akan mungkin bisa berdiri diatas bumi ini dengan alasan apa-pun, karena ALLAH tidak menghendaki. ALLAH tidak ingin ada yang kekal di muka bumi ini kecuali ALLAH sendiri. Ini adalah SunnahNya, KetentuanNya, HukumNya. ALLAH tidak ingin manusia mengkultuskan siapapun termasuk nabi Muhammad SAW, Yesus Kristus, Budha Sidharta Gautama, Yakub bin Ishak bin Abraham dan siapapun termasuk Ali bin Abu Thalib, Hasan dan Husain, para Akhlul Bait, para Mujahid, Imam, Ulama dan para Habib-habib yang belakangan ini banyak bermunculan di Indonesia dengan segala macam corak, warnah dan gayanya bersorban.

Apa yang dilakukan oleh Osama Bin Laden beserta para pemujanya dan siapapun orang-orang yang mengklaim dirinya dan golongannya sebagai pembela islam sehingga bebas melakukan apa saja dengan cara memaksakan kehendaknya, maka sesungguhnya semua itu hanyalah perbuatan sia-sia saja. Semua perbuatan sia-sia (mubazzir/tidak berguna) adalah perbuatan syaitan.

Seribu lima ratus tahun yang lalu, kurang lebih nabi Muhammad SAW telah mewaris-kan pesan kepada ummat Islam, bahwa disuatu masa menjelang Akhir Zaman akan muncul Imam Mahdi dengan mengendarai Kuda Putih dan Bersorban Putih. Imam Mahdi memimpin peperangan di jalan ALLAH dan memenangi peperangan. Setelah itu, turunlah Nabi Isa Almasih ke dunia ini untuk memimpin dunia dan mengislamkan pengikutnya.

Pesan nabi Muhammad ini, membuat banyak ummat salah dalam menafsirkan. Ummat terjebak dalam ketersesatan penantian yang tak berkesudahan. Yang paling fatal dan sangat parah adalah golongan AHMADIYAH. Mereka betul-betul telah ber-hasil diperdaya, ditipu dan disesatkan oleh Mirza Ghulam Ahmad (MGA).

MGA lahir di qadiyan - Pakistan akhir abad 18 M. Masa itu Pakistan dijajah oleh Kera-jaan Inggris. Mayoritas penduduknya beragama islam dan hidupnya miskin sengsara. MGA pemeluk islam yang taat, rajin mempelajari Alqur’an dan membaca hadits-hadits nabi Muhammad SAW. Semasa hidupnya MGA punya kebiasaan buruk. Dia suka menghisap opium / ganja. Pada masa itu kegiatan ini tidak dilarang. Tanaman ini banyak tumbuh dipedalaman antara Pakistan dan Afganistan. MGA menemukan ayat Alqur’an, perkataan Nabi Isa Putra Maryam yaitu Setelah Aku, maka ALLAH akan mengutus seorang nabi yang bernama Ahmad ”. Setelah membaca ayat ini, MGA terkejut karena sepenggal namanya disebut di dalam Alqur’an. Karena sudah dalam pengaruh opium / ganja, maka MGA bermimpi. Dalam mimpinya dia mengatakan malaikat telah mengangkatnya sebagai nabi sebagaimana yang termaktub didalam ayat Alqur’an tersebut. Dalam mensosialisasikan mimpinya, MGA dibuat kebingungan sendiri karena hadits nabi Muhammad mengatakan; nabi Isa Almasih akan turun kembali kedunia ini setelah munculnya Imam Mahdi. Dalam kebingungan itu MGA mengklaim dirinya sendiri bahwa dirinyalah sebagai Imam Mahdi dan sekaligus nabi Isa Almasih. Semua ini Bohong. Menipu. Dan mengada-ada. Semua ini semata-mata karena pengaruh Opium / Ganja.

Kerajaan Inggris membiarkan MGA menyebarkan mimpi-mimpinya karena dengan begitu perhatian ummat akan terpecah belah sehingga tidak lagi melakukan perlawa-nan terhadap Inggris. Setelah MGA meninggal dunia, ceritera bualan mimpi-mimpinya dilanjutkan oleh orang-orang terdekatnya dengan memiliki gelar ALMASIH I. Setelah Almasih I meninggal dilanjutkan oleh ALMASIH II, III, IV, dst..

Pusat penyebaran mimpi MGA sekarang ini berada di London – Inggris. Pemimpinnya adalah orang-orang keturunan Pakistan kelahiran Inggris. Ajaran ini sudah menyebar keseluruh penjuru dunia. Para pemimpin ahmadiyah merasa diuntungkan secara duniawi oleh mimpi-mimpi MGA karena semua pengikut ahmadiyah ditanamkan doktrin bahwa barang siapa yang ingin ketemu MGA di surga, maka diwajibkan mewariskan harta - hartanya sebelum meninggal dunia sebesar sepersepuluh bagian kepada organisasi ahmadiyah. Warisan ini harus diketahui oleh seluruh ahli warisnya. Bayangkan, betapa besar kekuatan finansial golongan ini.

Ahmadiyah adalah ajaran yang diawali oleh mimpi MGA sebagai akibat candu/opium/ ganja, pada akhirnya akan kembali juga kepada mimpi-mimpi kosong yang mustahil bisa terwujud. Meskipun begitu, tidak ada daya upaya dan kekuatan manusia yang dapat menghentikan ahmadiyah. Yang dapat mengakhiri candu “Mimpi” MGA hanya-lah pihak-pihak yang namanya diperatasnamakan yaitu IMAM MAHDI dan ALMASIH.

Sangat beralasan jika ummat islam di seluruh dunia merasa murka terhadap ahmadiyah karena MGA mengaku dirinya sebagai nabi. Tidak ada lagi nabi dan rasul setelah Muhammad SAW. Meskipun ummat islam murka terhadap pengakuan orang-orang ahmadiyah sebagai ummat yang beragama islam, tapi mereka tetap menjalan-kan seluruh syariat-syariat islam karena keyakinan mereka adalah MGA nabi yang tidak membawa ajaran syariat karena ajaran syariat sudah sempurnah dibawakan oleh nabi Muhammad SAW. Ajaran Ahmadiyah Sungguh Ajaran yang Sesat dan Menyesatkan !!!...

Nabi ALLAH yang tidak membawa syariat hanya satu yaitu nabi HIDIR Alaihissalam. Beliau diyakini ada meski tidak ada data dan saksi yang pernah menyaksikan ke-hidupan beliau. Nabi Hidir tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu. Nabi Hidir tidak memiliki apa-apa, karena itu Dialah si fakir miskin itu. Nabi Hidir tidak memiliki siapa-siapa, karena itu Dialah si yatim piatu itu. Meskipun ilmu dan kecerdasannya teramat sangat tinggi, tapi nabi Hidir tetap konsisten dan teguh pendirian bahwa Dia hanyalah seorang hamba TUHANnya.

Kalangan sufi menyebut nabi Hidir adalah Maha Guru. Dialah yang membimbing semua wali-wali ALLAH. Orang kebanyakan menyebut nabi Hidir sebagai nabinya air. Air bermakna Gaib. Nabi Hidir adalah nabi yang Gaib bagi seluruh ummat manusia.

Semua Agama yang menjadikan “Bulan” sebagai dasar perhitungan untuk men-jalankan atau merayakan ritual peribadatannya adalah berkat bimbingan nabi Hidir Alaihissalam. Agama hindu, budha, dan konghuchu adalah agama - agama yang mengenal dan meyakini tentang wahyu TUHAN, akan tetapi mereka tidak menyebut nama ALLAH sebagaimana sebutan dalam agama islam. Agama - agama itu adalah agama yang benar, karena nabi Hidir yang mengajarkannya. Malaikat Jibril adalah pembawa wahyu kepada nabi Muhammad SAW, akan tetapi nabi Hidirlah yang membimbing nabi Muhammad dalam penerimaan wahyu tersebut.

Nabi Hidir sudah ada di bumi ini sejak bumi ini diciptakan TUHAN. Tugas nabi Hidir adalah : Pertama; Menjaga Kesucian dan Kemurnian Al Qur’an, karena seluruh ayat - ayat dalam Al Qur’an merupakan Firman TUHAN-nya. Kedua; Menjaga Hukum - hukum TUHAN yaitu SUNNATULLLAH-NYA.

Nabi Hidir adalah saksi yang menyaksikan seluruh Penciptaan TUHAN. Nabi Hidir adalah Bayangan Gaib TUHAN di bumi ini. Nama Dia yang sesungguhnya adalah AL HIDIR. Ummat islam khususnya dan ummat manusia pada umumnya tidak pernah mengharapkan atau menantikan kedatangan nabi Hidir, karena nabi Hidir sudah ada di bumi ini sejak bumi beserta seluruh isinya diciptakan pada kali yang pertama.

Yang dinantikan dan ditunggu - tunggu oleh ummat islam adalah turunnya ISA ALMASIH, dan yang dinantikan dan ditunggu - tunggu oleh ummat nasrani adalah turunnya YESUS KRISTUS ke bumi ini. Yang akan turun ke bumi ini bukanlah Isa Almasih dan bukan pula Yesus Kristus, akan tetapi yang akan turun ke bumi ini adalah ALMASIH atau MASEAS.

ALMASIH adalah Bayangan TUHAN yang Nyata. Almasih juga adalah Hamba TUHAN. Karena Almasih adalah hamba, maka Almasih juga memiliki pasangan. Semua hamba - hamba Tuhan memiliki Pasangan. Hanya TUHAN saja yang sendiri, karena Dialah Pencipta yang Menciptakan hamba-hambaNya. Pasangan ALMASIH adalah nabi HIDIR. Almasih di Langit. Nabi Hidir di Bumi. Almasih Bayangan Nyata Tuhan. Nabi Hidir adalah Bayangan Gaib Tuhan.

Konsep TRINITAS dalam teologi Kristen ( nasrani ) yaitu : ALLAH BAPAK, PUTRA dan ROH KUDUS; yang artinya ALLAH dalam kedudukannya sebagai Bapak, Yesus Kristus dalam kedudukannya sebagai Putra, bersatu jadi satu kesatuan di dalam ROH MAHA KUDUS. Makna ROH MAHA KUDUS adalah ROH TUHAN YANG MAHA GAIB. Iman kristen juga mengakui dan meyakini bahwa Yesus Kristus adalah MASEAS ( ALMASIH) .

Konsep TAUHID dalam agama islam adalah TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH. Bahwa ALLAH bersifat AHAD ( MAHA TUNGGAL ). ALLAH TIDAK BERANAK (Tidak memiliki putra) dan TIDAK DIPERANAKKAN. DAN TIDAK ADA YANG MENYAMAI-NYA.

ALLAH adalah dzat yang merupakan Cahaya yang berlapis-lapis cahaya. ALLAH ada di semua ruang dan waktu. Tujuh lapis Langit dan Tujuh lapis Bumi, tidak ada yang lepas dari dzat Cahaya ALLAH. Manusia boleh mengatakan apapun, maka semua yang dikatakan itu tidak akan lepas dari ALLAH. Manusia boleh menyembah apapun, maka apapun yang disembah oleh manusia itu maka tidak akan ada yang lepas dari dzat Cahaya ALLAH. Manusia boleh saja mengingkari ALLAH dengan tidak beragama sekalipun, akan tetapi manusia itu tidak akan mungkin bisa lepas dari ALLAH. Selama manusia hidup dan memiliki nafas, maka nafas itu senantiasa menyebut kata “ ALLAH ”. Nafas yang manusia hirup menyebut “AL” dan Nafas yang dihembuskan keluar menyebut “LAH”. Udara adalah bagian dari dzat Cahaya ALLAH. Tak selembar daun yang jatuh ke bumi ini yang tidak diketahui oleh ALLAH, itu karena tanaman dikelilingi oleh udara. Manusia akan mati jika tidak mendapatkan udara untuk bernafas; itu karena manusia tidak mendapatkan ALLAH. Manusia tidak bisa meng-hirup “AL” dan menghembuskan “LAH” didalam dirinya. Hewan dan tumbuh-tumbuhan juga akan mati jika tidak mendapatkan udara (ALLAH). Ikan dilautan bisa hidup di air meski tidak mendapatkan udara karena alat pernafasannya berbeda, namun air yang ada dilautan dan didaratan keberadaannya bergantung karena adanya udara (ALLAH).

ALLAH adalah dzat yang merupakan Cahaya yang berlapis-lapis cahaya. ALLAH ada di mana-mana. Di semua ruang dan waktu. Di semua alam semesta ini. Cahaya yang berlapis-lapis cahaya ini (ALLAH) memiliki Inti dan Sumber dari segala sumber Cahaya ALLAH. Inti inilah yang disebut dengan TUHAN. Dalam tauhid dikatakan “TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH”.

Manusia senantiasa bersama-sama dengan ALLAH, karena manusia tidak bisa lepas dari genggaman ALLAH. Manusia senantiasa terikat dan bergantung pada ALLAH. Akan tetapi manusia tidak mungkin bisa bersama-sama dengan TUHAN, karena tidak bisa ada hamba ciptaanNya yang bisa sampai kepada DIA.

TUHAN telah memprotek Diri-Nya Sendiri. Jika manusia mengetahui TUHAN yang sebenar-benarnya TUHAN, maka hal itu dianggap menodai Keagungan, Kemuliaan, dan Kesucian TUHAN. Sifat KE-MAHA-AN-NYA akan Gugur dengan sendirinya jika ada hamba-hambaNya yang mengetahui TUHAN yang sebenar-benarnya TUHAN.

Seluruh malaikat-malaikatNya, nabi-nabiNya, dan rasul-rasulNya; tidak ada yang tahu TUHAN yang sebenar-benarnya TUHAN. Semua hanya tahu dan semua hanya sampai kepada ALLAH. TUHAN yang merupakan Inti ALLAH melindungi Diri-Nya dengan Nama ALLAH. Didalam ALLAH, TUHAN melindungi lagi Diri-Nya dengan Dua Bayangan Diri-Nya, yaitu Bayangan Nyata dan Bayangan Gaib. Bayangan Nyata disebut ALMASIH dan Bayangan Gaib-Nya disebut ALHIDIR.

Bayangan Nyata yang merupakan Cahaya Nyata inilah yang dimasukkan kedalam rahim perawan suci bunda Maria (Maryam) sebagai dasar penciptaan jasad Yesus Kristus. Bahwa Yesus Kristus menyebut dirinya sebagai MASEAS (ALMASIH), hal itu adalah BENAR adanya, karena Dia memang diciptakan dari Cahaya Bayangan Nyata TUHAN.

Setiap anak manusia yang lahir di muka bumi ini, dia tidak mengetahui siapa dirinya dan untuk apa dia lahir di bumi ini. Yang pertama anak itu kenal adalah ibu yang telah mengandungnya kemudian melahirkannya dan menyusukannya. Selang beberapa lama kemudian sianak baru mengenal laki-laki yang dekat dengan ibunya; laki-laki yang telah menyimpan benih (sperma yang dipancarkan) kedalam rahim ibunya. Laki-laki itu dipanggil oleh sianak dengan sebutan bapak atau ayah, dsb.

Berbeda halnya dengan Yesus Kristus (ISA); ketika Dia dilahirkan, maka keistimewa-an Dia yang pertama adalah; Dia langsung pandai berbicara. Kedua; Dia menyebut siapa bapaknya yaitu MASEAS (ALMASIH) Cahaya Bayangan Nyata TUHAN. Ketiga; Dia membela ibunya dari fitnah dan sakwasangka buruk dari manusia pada masa itu. Logis, jika Yesus Kristus menyebut Bapaknya ada di surga karena memang begitulah adanya.

Alqur’an menamakan Yesus Kristus dengan sebutan Isa Putra Maryam. Nama “ISA” adalah nama yang penuh dengan misteri. Dalam huruf hijaiyyah (arab), huruf Alif berbaris bawah di sebut dengan “I”. Tulisannya I. Maknanya adalah Cahaya Bayangan Nyata TUHAN (ALMASIH / MASEAS) berada di bumi. “SA” tulisannya , maknanya adalah dalam jiwa manusia. Putra Maryam bermakna anak laki - laki Maryam (bunda Maria).

Makna Isa Putra Maryam dapat diurai sebagai berikut : “Cahaya Bayangan Nyata TUHAN yaitu ALMASIH ( MASEAS ) berada di bumi, terdapat di dalam jiwa manusia yaitu anak laki - lakinya Maryam (Maria). Anak laki - laki itu yang oleh ibunya Maria (Maryam) diberinya nama Yesus. Ini adalah nama yang lazim digunakan orang bagi anak laki-laki dimasa itu.

Hubungan Maria (Maryam) dengan Yesus putranya adalah hubungan darah, daging dan tulang. Maria (Maryam) tidak memiliki hubungan apa-apa dengan ruh, hati, dan jiwa putranya. Ruh, hati dan jiwa Yesus inilah yang dalam Alqur’an disebut dengan “ISA”. Itulah sebabnya di dalam Alqur’an dikatakan Bukanlah Isa yang mereka Salib, melainkan Kami ciptakan yang menyerupai dengan Dia . Memang bukan Isa yang disalib. Bagaimana mungkin ruh, hati dan jiwa bisa disalib !!!. Ruh, hati, dan jiwa adalah isinya jasad. Kami ciptakan yang menyerupai dengan dia; maksudnya adalah Jasadnya “Isa” yang diberi nama Yesus. Ketika Yesus wafat di tiang salibnya, pada saat itulah ISA (ruh, hati dan jiwanya) naik kelangit. Empat puluh hari kemudian, jasad Yesus menyusul naik kelangit. Peristiwa inilah yang kita rayakan sebagai hari Paskah.

Beliau berada di langit ketujuh. Beliau menjaga pintu surga. Di alam langit, beliau menjadi satu kembali di dalam satu wujud yang Nyata. Beliau tidak lagi dinamakan Isa ataukah Yesus. Di dalam kebersatuannya TUHAN memberinya nama yang Indah, Agung, Suci dan Mulia. Beliaulah yang disebut sebagai malaikat JIBRIL ” Alaihissalam, dalam bahasa Ibrani disebut “ GABRIEL ”.

Dalam Al qur’an, Surah As-Saff ayat 6 dikatakan :

… Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata : “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata “ini adalah sihir yang nyata”. (61 : 6)

Dalam ayat tersebut diatas, Isa Putra Maryam menyebut nama Ahmad sebagai rasul yang akan datang. Isa tidak menyebut Muhammad. Para mufassirin (ahli tafsir) yang menafsirkan bahwa yang dimaksud Ahmad adalah Muhammad.

Isa Putra Maryam tidak akan mungkin mengatakan sesuatu yang tidak diperintahkan oleh TUHAN untuk dikatakan. Karena TUHAN memerintahkan nama Ahmad yang dikatakan, maka nama Ahmad-lah yang dikatakan dan bukan nama Muhammad. Dengan perantaraan Al Qur’an (ayat 61 : 6) TUHAN sengaja membuka ruang untuk berbeda pendapat bagi ummat islam khususnya dan ummat manusia pada umumnya.

Penyebutan nama “AHMAD” memberi hikmah yang mendalam dan pelajaran bagi anak-anakku semua tentang bagaimana strategi TUHAN dalam menjaga Kesucian Diri-Nya, Kesucian Nabi-Nya dan Kesucian Alqur’an-Nya serta Kesucian Malaikat-Nya. Hal ini dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Jika nama “AHMAD” tidak disebutkan, maka tidak akan mungkin si pecandu/tukang madat Mirza Ghulam Ahmad menyebut dirinya sebagai nabi yang mendapatkan wahyu dari Jibril lewat mimpi. MGA ingin menyamai nabi Muhammad SAW. Karena itu MGA membuat sebuah Kitab suci yang dia beri nama “TAZKIRAH”. Isi kitab itu pada hakekatnya adalah ayat-ayat Alqur’an yang diacak-acak oleh MGA untuk menjustifikasi kenabiannya.

2. Apapun argumentasi golongan Ahmadiyah untuk melakukan pembelaan terhadap kenabian MGA pada hakekatnya MGA hanyalah seorang pecundang, manusia yang tidak bermoral. MGA ingin menyamai nabi besar Muhammad SAW, rasul ALLAH yang terakhir. Demikian pula halnya dengan kitab MGA “Tazkirah”, dimana kitab itu ingin menyamai Kitab Suci Alqur’an.

3. MGA adalah seorang pendusta, pembual dan tukang fitnah. MGA telah melakukan fitnahan yang nyata terhadap malaikat Jibril dengan mengatakan wahyu yang di-dapatkan oleh MGA dari Jibril dengan perantaraan mimpi.

MIMPI adalah sebuah proses penyampaian berita gaib, dari alam gaib kepada manusia nyata. Mimpi tidak selamanya datang dari TUHAN. Bisa saja mimpi itu bersumber dari perencanaan iblis atau syaitan dan jin.

Jika mimpi itu datangnya dari ALLAH, maka dipastikan bahwa mimpi itu merupakan “PETUNJUK” penting, artinya akan ada sesuatu yang pasti terjadi dan berkaitan langsung atau berhubungan langsung dengan orang yang bermimpi; dikemudian hari atau beberapa waktu yang akan datang. Sebagai contoh; ketika nabi Yusuf bermimpi, dia melihat sebelas bintang, matahari dan rembulan semuanya bersujud kepada Yusuf (12 : 4). Kenyataannya adalah ketika Nabi Yusuf AS telah diangkat sebagai bendahara/pembesar kerajaan Mesir, maka semua bersujud (maksudnya tunduk dan taat) kepada nabi Yusuf AS. Makna sebelas bintang dalam mimpi Yusuf adalah sebelas orang saudara laki-lakinya. Matahari maknanya adalah nabi Yaqub AS, ayah nabi Yusuf AS. Rembulan maknanya, ibu nabi Yusuf dan ketiga istri nabi Yaqub lainnya. Semuanya tunduk dan taat kepada Yusuf karena nabi Yusuf menampung mereka didalam istana kerajaan, setelah nabi Yusuf menjadi bendahara kerajaan.

Nabi Yaqub AS memiliki empat orang istri dan dua belas orang anak. Satu diantara putranya yang diangkat menjadi nabi dan rasul ALLAH adalah nabiullah Yusuf AS.

Karena mimpi Yusuf AS datangnya dari TUHAN Semesta Alam, maka hikmah mimpi itu berlaku sampai hari ini dan hingga akhir zaman nanti, yaitu :

1. Semua ummat manusia tunduk dan taat pada perjalanan waktu matahari dan waktu perjalanan bulan yang dalam setiap tahunnya waktu itu dibagi menjadi dua belas bulan. Dalam waktu perjalanan matahari disebut : Januari, pebruari, maret, april, mei, juni. juli, agustus, september, oktober, nopember dan desember. Dalam waktu perjalanan bulan disebut : Muharram, safar, rabiul awal, rabiul akhir, jumadil awal, jumadil akhir, rajab, sya’ban, ramadhan, syawal, zulqaidah dan zulhijjah.

2. Dari sebelas orang saudara nabi Yusuf AS, ada satu orang yang merupakan adik Kandung nabi Yusuf; namanya Bunyamin. Sepuluh orang lainnya adalah saudara seayah lain ibu. Karena ibu adalah bulan dan hanya satu saudara nabi Yusuf yang seibu, maka semua agama yang menjadikan bulan sebagai dasar perhitungan pelaksanaan ritual keagamaan, maka masing - masing menjadikan Angka Satu sebagai sesuatu yang Suci. Dalam islam dikenal satu bulan yang suci yaitu Bulan Suci Ramadhan. Dalam hindu-bali dikenal dengan nama Satu Hari “Nyepi”. Dalam budha dikenal dengan nama Satu Hari “Tri Suci Waisak”.

3. Nabi Yaqub AS dan kedua belas putra-putranya disebut juga sebagai “Bani Israil”. Kedua belas putra-putra nabi Yaqub AS yang menurunkan generasi-generasi yang menganut Agama Yahudi. Dalam perjalanan waktu ribuan tahun, tepatnya setelah Perang Dunia ke dua Tahun 1945 dan Perserikatan Bangsa - Bangsa terbentuk, maka kontrol keuangan seluruh dunia berada dibawah kendali “Bani Israil” (Ya-hudi). Tidak ada negara yang bisa lepas di bawah kendali Yahudi. Berhentilah memusuhi Amerika, karena Amerika juga tunduk dibawah kendali Yahudi. Ummat Yahudi juga tidak bersalah, karena mereka hanya melanjutkan apa yang telah dirintis oleh nabi Yusuf AS (leluhur mereka). Nabi Yusuf AS juga tidak salah dan tidak tahu apa-apa, karena mimpi itu datangnya dari TUHAN Semesta Alam. Apa yang dikehendaki TUHAN, maka semua pasti terjadi. Karena itu kita semua, baik ummat yang beragama islam maupun nasrani (kristen protestan dan katholik); Jangan merasa diri lebih mulia, lebih benar dan lebih disayang ALLAH, karena terbukti orang Yahudilah yang dipercaya ALLAH mengendalikan keuangan dunia. Kenyataan sejarah membuktikan dan sesuai sebagaimana yang dikisahkan dalam Alqur’an dan Injil (perjanjian baru), justru orang-orang Yahudilah yang menghasut gubernur jenderal Kerajaan Romawi untuk melakukan Penyaliban atas diri Yesus Kristus (Isa Putra Maryam), namun ALLAH lebih mempercayai Yahudi mengatur keuangan dunia. Semua ini terjadi sebagai akibat dari mimpi seorang nabi yang benar-benar nabi yaitu Yusuf AS.

Contoh lain tentang mimpi seorang nabi yang dapat dikemukakan adalah mimpi nabiullah IBRAHIM AS. Beliau bermimpi menyembelih putranya ISMAIL AS. Karena mimpi itu adalah mimpi yang terberat untuk dilaksanakan, maka TUHAN menyampai-kan petunjuk itu selama Tiga Malam berturut-turut dengan ceritera yang sama. Dengan begitu, maka yakinlah nabi Ibrahim bahwa mimpi ini datangnya dari TUHAN Semesta Alam sebagai Petunjuk sekaligus sebagai Perintah untuk dilaksanakan.

Setelah Petunjuk dalam mimpi itu dilaksanakan, TUHAN mengganti nabi Ismail AS dengan seekor domba (biri-biri). Karena mimpi itu datangnya dari TUHAN Semesta Alam, maka petunjuk itu berlaku hingga saat ini dan sampai akhir zaman.

Ummat islam melaksanakan ritual penyembelihan hewan qurban selama hari-hari tasyrik (10, 11 dan 12 dzulhijjah) saat ummat yang berhaji melakukan pelontaran tiga Jumrah yaitu : jumratul aqabah, jumratul ula, dan jumratul wustha. Jumrah adalah simbol syaitan yang menggoda nabiullah Ibrahim bersama istri dan putranya agar tidak merealisir petunjuk ALLAH lewat mimpinya tersebut. Jumratul aqabah adalah simbol syaitan yang menggoda nabi Ibrahim AS, Jumratul ula adalah simbol syaitan yang menggoda Sitti Hajar, istri nabi Ibrahim AS dan jumratul wustha adalah simbol syaitan yang menggoda nabi Ismail AS.

Karena godaan syaitan tidak berhasil terhadap keluarga nabi Ibrahim AS, maka iblis menaruh dendam, terhadap agama yang melaksanakan ritual nabi Ibrahim ini yaitu agama islam. Ini adalah dendam iblis yang kedua. Dendam iblis yang pertama, adalah ketika TUHAN Perintahkan iblis keluar dari surga, maka dia bersumpah akan menggoda anak cucu Adam agar bersamanya di neraka. Dendam iblis yang ke dua adalah dia bersumpah akan menyesatkan jalan pengikut ritual Ibrahim lewat mimpi agar bersamanya dilempari batu-batu kerikil.

Guna meralisasikan sumpah iblis yang pertama, maka iblis menempuh jalan dengan menanamkan benih-benih sifat iblis kedalam ruh, hati, jiwa dan darah manusia. Benih cemburu ditanam di ruh manusia. Benih iri hati ditanam di hati manusia. Benih dengki ditanam di jiwa manusia dan benih dendam ditanam di darah manusia. Agar benih-benih itu tumbuh subur dan berkembang biak di dalam diri manusia, maka iblis memberinya pupuk yaitu “amarah”. Benih ini ada di dalam diri semua manusia tanpa kecuali, karena iblis menaruh dendam kepada nabi Adam AS.

Dendam iblis yang kedua adalah dendam kepada nabi Ibrahim AS. Iblis bersumpah akan menyesatkan dan menipu pengikut ritual nabi Ibrahim AS. Nabi Muhammad SAW adalah keturunan langsung/cucu nabi Ibrahim AS dari garis keturunan nabi Ismail AS; adalah pelopor, penggerak, dalam pelaksanaan ritual nabi Ibrahim AS sehingga diikuti oleh seluruh ummat islam di muka bumi ini. Sekitar seribu tiga ratus tahun kemudian sepeninggal nabi Muhammad SAW, iblis berhasil melampiaskan dendamnya kepada nabi Ibrahim AS. Keberhasilan iblis ini adalah ditandai dengan pengangkatan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dengan wahyu lewat perantaraan mimpi. Mimpi sipecandu/pemadat MGA berasal dari iblis yang dilaknat ALLAH. Kemudian setelah MGA diberi mimpi, maka iblis mengirim roh hitam yang ada di jumratul aqabah untuk mengukuhkan dalam keyakinan MGA seakan-akan mimpi itu datangnya dari ALLAH yang dinamakan wahyu.

MGA tidak bisa menjalankan missinya seorang diri, mesti ada pembantu atau pen-dukung setia yang beriman kepadanya. Untuk para pembantu/pendukung setia, iblis mengirim roh hitam yang menghuni jumratul ula kedalam diri para pendukung itu, dengan jabatan sebagai khalifah. Kukuh kuatlah dalam keyakinan para pendukung MGA itu, berkat roh hitam jumratul ula. Setelah pendukung MGA dianggap cukup memadai, maka dibutuhkan lagi adanya pengikut sebagai ummat. Untuk tujuan itu, iblis mengirim roh hitam yang ada di jumratul wustha untuk masuk kedalam diri para pengikut-pengikut MGA.

Dengan perantaraan roh hitam jumratul aqabah, iblis membimbing MGA untuk menyusun kitab suci Tazkirah. Isi kitab itu adalah mengacak-acak ayat-ayat Alqur’an. Dengan adanya kitab suci tazkirah, pendukung setia dan pengikut (ummat), maka berhimpunlah mereka didalam satu iman dan keyakinan dengan menamakan diri sebagai agama islam golongan Ahmadiyah dengan bacaan kalimat persaksian “dua kalimat syahadat” seperti lazim di baca ummat islam pada umumnya, kemudian mereka tambah lagi satu kalimat “Wa Ahmadarrasulullah”.

ROH HITAM adalah akumulasi hujatan dan kebencian ummat islam berupa lemparan batu-batu kecil kepada jamarat yang dilaksanakan setelah wukuf di Arafah. Setelah matahari terbenam, dimalam hari (perjalanan waktu bulan/gaib) dimulailah lemparan sebanyak tujuh kerikil pada jumratul aqabah. Keesokan malamnya dilakukan lagi lemparan tiga jumrah secara bersamaan dengan urutan jumratul aqabah, kemudian jumratul ula dan terakhir jumratul wustha. Masing-masing jumrah tujuh buah kerikil kecil yang diambil di Musdalifah. Bagi yang mengambil nafar awal, lemparan itu dianggap cukup dan bagi yang mengambil nafar tsani harus menambah lagi lemparan di ketiga jumrah tersebut selama dua malam berturut-turut.

ALLAH menyimpan secara gaib semua hujatan ummat yang melontar jamarat. Hujatan ini terakumulasi menjadi satu kesatuan yang dianggap cukup kuat setelah ribuan tahun. Dengan Izin ALLAH, TUHAN Semesta Alam, Yang Maha Pencipta, mengizinkan iblis memanfaatkan roh-roh hitam tersebut untuk menjalankan tipu muslihatnya; mengangkat nabi palsu dan membuat Alqur’an palsu. Itu berarti semua pihak-pihak, golongan-golongan atau aliran-aliran sesat lainnya, baik yang sudah ada saat ini dan akan muncul kemudian yang mengaku-ngaku dirinya sebagai nabi atau penerus nabi atau apapun alasannya dengan cara merubah-rubah Alqur’an, maka kedudukannya dikategorikan sebagai golongan Ahmadiyah.

Ummat islam di Indonesia hanya punya kemampuan untuk membatasi ruang gerak penyebaran Ahmadiyah dan ajaran-ajaran sesat lainnya. Sampai kapanpun tidak ada yang bisa menghentikan atau menghapus missi penyebaran ahmadiyah dan ajaran-ajaran sesat lainnya di muka bumi ini. Ajaran ahmadiyah dan ajaran sesat lainnya akan berhenti dengan sendirinya apabila ummat islam sudah tidak ada lagi pergi berhaji dengan melaksanakan pelontaran jumrah.

Dalam hukum sebab akibat, golongan ahmadiyah dan ajaran sesat lainnya hanyalah sebagai akibat. Penyebabnya adalah karena adanya ummat yang melontar Jumrah. Akibat akan berhenti dengan sendirinya jika sebabnya telah dihentikan. Hukum Sebab Akibat adalah Hukum ALLAH (SUNNATULLAH). Tidak ada yang dapat menghentikan sebab kecuali ALLAH, TUHAN Semesta Alam, TUHAN Sang Pencipta.

WAHYU ALLAH, TUHAN Semesta Alam yang disampaikan oleh malaikat-malaikat-Nya; TIDAK PERNAH lewat perantaraan MIMPI. Semua Pesan TUHAN disampaikan lewat PERJUMPAAN langsung tanpa perantaraan. Perjumpaan malaikat dengan nabi/rasul adalah suatu peristiwa yang luar biasa, karena perjumpaan itu berkaitan langsung dengan rencana Penciptaan TUHAN, Sifatnya integratif dan berlaku hingga akhir zaman.

1. Perjumpaan malaikat dengan nabi Ibrahim AS, hanya sekali saja yaitu ketika Malaikat memberi kabar gembira kepada nabi Ibrahim AS bahwa istrinya yang sudah tua dan uzur akan melahirkan seorang putra yang diberi nama Ishaq.

Perjumpaan ini sangat penting di sisi TUHAN karena anak-cucu nabi Ibrahim AS dari garis keturunan Ishaq nantinya akan memunculkan nabi-nabi dan rasul ALLAH. Perjumpaan malaikat dengan nabi Ibrahim AS adalah wahyu yang berhubungan dengan Penciptaan-penciptaan berikutnya setelah perjumpaan itu.

2. Perjumpaan malaikat dengan nabi Luth AS. Beliau adalah saudara sepupu, murid dan pengikut setia nabi Ibrahim AS. Malaikat menyampaikan pesan TUHAN Sang Pencipta kepada nabi Luth AS agar segera menyingkir bersama kedua orang putrinya, karena Kota Sodom dan Amurah akan dihancurkan TUHAN. Istri nabi Luth AS termasuk salah satu orang yang akan dibinasakan.

Ummat nabi Luth AS adalah ummat yang mempraktekkan perilaku homo sex dan lesbian. Hikmah perjumpaan malaikat dengan nabi Luth AS adalah :

a. Meskipun homo sex dan lesbian tetap ada sampai sekarang sebagai akibat roh hitam ummat nabi Luth AS, akan tetapi orang yang memiliki perilaku homo sex dan lesbian pasti “hancur” dengan sendirinya. Makna hancur disini adalah tidak mungkin melahirkan anak/keturunan sebagai pelanjut generasi orang tersebut.

b. Dimatikannya istri nabi Luth AS adalah bertujuan dimatikannya nafsu birahi seorang ibu (wanita) terhadap anak laki-lakinya.

c. Perilaku sex bebas, Incest (hubungan sex sedarah; saudara laki-laki dengan saudara perempuannya, ayah dengan anak kandung perempuannya) telah terjadi dimana-mana akan tetapi tidak pernah bisa terjadi hubungan sex yang dilakukan antara anak laki-laki dengan ibu kandungnya. Semua ini diciptakan TUHAN pada saat Perjumpaan malaikat dengan nabi Luth AS. Perjumpaan malaikat dengan nabi Luth berlangsung hanya sekali itu saja.

3. Perjumpaan malaikat dengan nabi Daud AS terjadi sebanyak dua kali. Pertama; ketika rombongan malaikat datang dengan memikul “Tabuk” yaitu peti emas yang didalam peti itu terdapat Lembaran Suci “Taurat”. Kitab suci Taurat berupa Lembaran Batu Tertulis yang berbentuk Lempengan. Jumlah lempengannya ada sepuluh buah. Setiap lembar lempengan tertulis sebuah “Larangan” yang bersifat “Perintah”. Kitab itu datangnya dari TUHAN Semesta Alam kepada nabiNya Musa AS, ketika Musa AS bermunajah selama empat puluh malam diatas sebuah bukit. Karena Bani Israil melakukan pelanggaran atas perintah TUHAN, maka Kitab/lempengan batu tertulis itu hilang secara misterius. Kitab itu dimun-culkan kembali oleh ALLAH, Tuhan Semesta Alam dimasa ke-rasulan Daud AS.

Hikmah perjumpaan pertama ini adalah :

a. Kitab Suci Taurat yang pernah Gaib dinyatakan kembali untuk menjadi pelajaran bagi nabi Daud AS dalam memimpin Kerajaan Bani Israil.

b. Keberadaan “Tabuk” (peti tempat penyimpanan lembaran-lembaran Kitab Suci Taurat) adalah cikal bakal dibuatnya rencana Pembangunan Rumah Suci Haikal yang merupakan tempat peribadatan / pemujaan Bani Israil kepada ALLAH, TUHAN Pencipta. Tempat itu juga dikenal dengan nama Baitul Maqdis/Masjidil Aqsa. Sampai saat ini dan hingga akhir zaman, tempat itu tetap dianggap suci oleh ummat yahudi, nasrani dan islam.

Perjumpaan nabi Daud AS yang kedua dengan malaikat adalah pada saat malaikat datang dengan menyamar sebagai dua orang rakyat biasa yang bersaudara kandung datang secara terburu-buru menghadap nabi Daud. Kedua orang itu datang dengan memanjat pagar.

Dihadapan Daud, salah seorang diantaranya berkata ; “ Kami ini dua orang bersaudara, saudaraku ini telah memiliki 99 ekor kambing dan saya memiliki kambing seekor saja. Saudaraku ini ingin mengambil kambingku yang seekor itu. Bagaimanakah baginda raja memutuskan perkara kami ini ”. Nabi Daud AS tidak mampu lagi berkata-kata. Dia langsung tersungkur dan bersujud kepada ALLAH, karena dia sadar bahwa kedua orang yang ia hadapi ini adalah malaikat yang diutus TUHAN menyampaikan wahyu.

Hikmah pertemuan kedua ini adalah :

a. TUHAN Yang Maha Pencipta, menyinggung secara halus nabiNya karena nabi Daud AS telah memiliki 99 orang istri, namun nabi Daud mengambil lagi seorang wanita yang sudah bersuami sebagai istrinya. Suami wanita itu disuruh pergi berperang, kemudian dibunuh atas perintah nabi Daud AS. Dari rahim wanita itulah lahir putra Daud AS yang bernama Sulaiman (Solomon).

b. Kedatangan malaikat menemui nabi Daud AS, adalah saat Sulaeman masih berada di dalam kandungan ibunya. Ini sekaligus sebagai petunjuk bahwa Sulaeman kelak akan diangkat sebagai nabi dan rasul ALLAH sekaligus sebagai raja bagi Bani Israil yang mewarisi tahta Kerajaan Daud.

c. Malaikat datang dengan memanjat pagar menandakan bahwa perbuatan Daud dikategorikan sebagai perbuatan yang melampaui batas karena mengambil wanita yang telah bersuami dan membunuh suami wanita itu. Semua perbuatan yang melampaui batas akan dikenai hukuman TUHAN.

d. Sebelum meninggal nabi Daud berpesan kepada putranya nabi Sulaeman agar menyelesaikan pembangunan Rumah Suci Haiqal / tempat peribadatan Bani Israil. Sulaeman diangkat sebagai raja ketika beliau berusia sangat belia, baru tiga belas tahun dengan kata lain memasuki masa pubertas yang pertama. Amanah nabi Daud diselesaikan dengan tuntas oleh nabi Sulaeman, meskipun dengan cara mengenakan pajak yang tinggi kepada rakyat. Nabi Sulaeman memiliki istri sebanyak sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang, dan kerajaan berkembang pesat. Harta-hartanya bergelimpangan. Ketika Ratu Bulqis (Ratu Sheba) datang mengunjungi istananya, Sulaeman jatuh hati kepadanya. Sulaeman ingin menikahinya akan tetapi imam/rahib Yahudi yang ada di dalam kerajaan tidak membolehkan. Bulqis memiliki seorang putra dari hubungannya dengan Sulaeman diluar nikah. Setelah anak itu lahir, Bulqis pergi meninggalkan istana Sulaeman. Dia kembali ke Negeri Sa’ba (Sheba) Yaman dan putra Sulaeman diangkat sebagai Raja di negeri itu. Tidak ada lagi anak Sulaeman yang diangkat sebagai nabi/rasul ALLAH. Kerajaan Daud diruntuhkan oleh ALLAH.

Hikmah dari keruntuhan kerajaan Sulaeman masih tetap berlaku hingga saat ini sampai akhir zaman. Setiap laki-laki dewasa yang berada dalam puncak kejayaan hidup secara duniawi, bila melakukan perbuatan melampaui batas terhadap wanita pada akhirnya akan menemui kehancuran.

4. Perjumpaan malaikat dengan nabi Zakariah AS, dengan pesan bahwa istrinya akan melahirkan putranya dengan syarat Zakariah tidak bisa berkata-kata kepada siapapun (tutup mulut) selama tiga hari tiga malam. Zakariah yang sudah sangat uzur memenuhi syarat itu. Istrinya yang juga sudah tua renta hamil dan melahirkan anak, yang kemudian diberi nama Yahya.

Nabiullah Yahya AS (Yohannes Pembaptis) sejak kecil sudah sangat pandai men-jalankan da’wah. Dia menguasai kitab Taurat dan Zabur (Perjanjian Lama). Satu ketika gubernur jenderal Romawi (Raja) yang memerintah di Israil ingin mengawini seorang gadis cantik yang ibunya lebih dulu telah dijadikan istri / gundik. Nabi Yahya AS tidak mau mengawinkannya dan mengeluarkan fatwa, Tuhan tidak mem-bolehkan dua perempuan yaitu; ibu dan anaknya sekaligus dijadikan istri. Sang Raja murka dan memerintahkan pembunuhan terhadap Yahya dan bapaknya Zakariah. Yahya di penggal kepalanya. Zakariyah dipotong badannya menjadi dua bagian (atas perut dan bawah perut).

Hikmah perjumpaan Malaikat dengan Zakariyah adalah :

a. Tutup mulut selama tiga hari tiga malam karena TUHAN Semesta Alam akan Mencipta dengan segala Rahasia.

b. Pemenggalan kepala nabi Yahya AS menandakan bahwa TUHAN belum men-ciptakan akal manusia, bahwa meskipun nantinya TUHAN menciptakan akal, maka sepandai-pandai akal itu tidak akan mungkin bisa mencapai Tuhan. Posisi akal terletak di kepala manusia, karena itu nantinya kepala mesti disujudkan kepada ALLAH (sujud dalam shalat agama islam)

c. Pemotongan badan nabi Zakariyah menjadi dua bagian yaitu atas perut pada bagian dada, TUHAN akan menciptakan hati. Sebelumnya manusia hanya me-miliki instink dan naluri. Hati diciptakan TUHAN pada masa kerasulan Isa AS. Bawah perut terdapat alat kelamin yang merupakan alat pemuas nafsu. Semua jenis nafsu manusia bertumpu di alat itu. Mendekatkan diri kepada TUHAN tidak boleh disertai nafsu tapi dengan hati dan akal.

Sampai saat ini dan hingga akhir zaman nanti, hikmah perjumpaan malaikat dengan Zakariyah dan kematian Yahya dan Zakariyah dirasakan oleh manusia. Bahwa didalam diri manusia ada raja yang berkuasa. Raja itu sangat buas. Nama raja itu adalah nafsu birahi (sexual). Orang yang dikuasai oleh raja ini, maka hati dan akal fikirannya tidak mampu lagi mengontrolnya. Semua cara akan dilakukan semata-mata untuk melampiaskan hasrat / keinginan sang raja tersebut.

5. Perjumpaan malaikat dengan Maria (Maryam)

Imran adalah seorang lelaki tua yang alim, berbudi luhur, terpandang dan termasuk pemuka masyarakat. Istrinya juga sudah tua dan bersaudara kandung dengan istri nabi Zakariyah. Ketika istrinya hamil, Imran bernazar bahwa apabila kelak anaknya lahir maka dia akan mempersembahkan anak itu untuk mengabdi, mengurus dan menjaga Rumah Suci Haiqal.

Harapan Imran memiliki putra ternyata tak terwujud karena anak yang dilahirkan oleh istrinya adalah perempuan dan Imran memberinya nama Maria (Maryam). Meskipun anaknya adalah wanita, namun Imran tetap melaksanakan nazarnya.

Dalam Rumah Suci Haiqal, Maria menempati sebuah kamar (Mihrab). Tidak ada laki-laki yang menemui Maria. Nabi Zakariyah yang selalu datang mengantarkan makanan buat ponakannya Maria. Nabi Zakariyah adalah Penjaga Rumah Suci Haiqal.

Ketika Maria sudah cukup umur menurut ukuran wanita, malaikat masuk kedalam mihrab menemuinya. Malaikat menyampaikan pesan Tuhan bahwa Maria akan melahirkan seorang putra. Selama masa kehamilan, malaikat sering mengantarkan buah-buahan kepada Maria.

Penyebutan Maria sebagai perawan suci, bukan saja dimaksudkan karena dia belum pernah disentuh laki-laki. Akan tetapi lebih dari itu disebabkan oleh karena perawan suci Maria memang tinggal di Rumah Suci Haiqal yang merupakan tempat suci peribadatan. Itulah sebabnya malaikat bisa leluasa datang menemuinya karena malaikat adalah hamba Tuhan yang juga suci.

Hikmah kunjungan/perjumpaan-perjumpaan malaikat dengan perawan suci Maria, selain untuk menyampaikan wahyu tentang “kehamilan putranya” juga sekaligus berkaitan dengan proses penciptaan “HATI YANG PENUH DENGAN KASIH”. Kasih TUHAN dicurahkan kepada Maria selaku perantara, agar KASIH TUHAN bisa sampai kepada putra yang ada di dalam kandungannya.

Itulah sebabnya Isa Putra Maryam (Yesus anak yang membawa KASIH TUHAN) muncul dengan ajaran-ajaran yang penuh dengan KASIH. Sampai saat ini dan akhir zaman nanti, ummat nasrani berada dalam satu koridor sebagai ajaran agama yang penuh dengan KASIH TUHAN.

6. Perjumpaan malaikat dengan nabi Muhammad SAW.

Al Qur’an belum menyebutkan nama-nama malaikat yang pernah diutus menjumpai nabi Ibrahim, nabi Luth, nabi Daud, nabi Zakariyah dan perawan suci Maria. Yang pertama menyebutkan nama-nama malaikat adalah nabi Isa Putra Maryam (Yesus anak pembawa KASIH TUHAN). Beliau menyebut Gabriel untuk Jibril. Mikael untuk Mikail dan Sarafil untuk Israfil. Hal ini disebabkan oleh karena Isa Putra Maryam (Yesus anak pembawa KASIH TUHAN), sekaligus sebagai ALMASIH (MASEAS). Kedudukan ALMASIH (MASEAS) jauh lebih tinggi dari pada kedudukan malaikat, karena ALMASIH (Maseas) adalah Bayangan Cahaya Nyata TUHAN. Jika ALMASIH (Maseas) turun ke bumi, maka secara otomatis seluruh malaikat harus pula turun ke bumi.

7. Malaikat Jibril AS melakukan perjumpaan yang pertama dengan nabi Muhammad SAW di Jabal Nur (Gua Hira) dengan membawa wahyu yang pertama sebagai berikut :

* Bacalah dengan (Menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan.

* Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

* Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah

* Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam

* Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

(Surah Al-Alaq’ ayat 1-5)

Rahasia perjumpaan pertama malaikat Jibril dengan nabi Muhammad di dalam gua hira diatas gunung/bukit cahaya (jabal nur) dapatlah dikatakan sebagai tempat tersembunyi yang penuh dengan rahasia. Hal ini disebabkan karena TUHAN Semesta Alam, TUHAN Sang Pencipta akan menciptakan “AKAL” manusia. Ayat ke 4 dan 5 sangat jelas memberi hikmah kepada kita terhadap hal-hal yang berhubungan dengan proses akal fikiran.

Itulah sebabnya sehingga dikatakan Muhammad Rahmatan Lilalamiin. Muhammad Rahmat Semesta Alam.

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (21 : 107).

Muhammad adalah hamba ciptaan TUHAN yang paling sempurnah, karena pada diri Muhammad-lah sehingga AKAL diciptakan. Dengan “akal” manusia bisa mengembangkan tekhnologi dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kebaikan dan kemaslahatan ummat manusia.

Perjumpaan malaikat Jibril yang kedua dengan nabi Muhammad SAW adalah pada saat Beliau naik ke langit. Perjumpaan itu terjadi ketika nabi berada di “SIDRATUL MUNTAHA” untuk menerima perintah shalat lima kali sehari semalam. Hikmah dari perjumpaan itu adalah karena TUHAN akan menundukkan akal manusia, agar manusia tidak bisa mencapai TUHAN dan menyamaiNya.

Seluruh ummat manusia yang memiliki akal dan fikiran adalah ummat Muhammad, pengikut Muhammad. Apapun yang kita makan dan minum serta semua yang kita nikmati selama kita menggunakan akal kita, maka semua itu berkat Muhammad. Karena rahmat Muhammad.

Al Qur’an diturunkan secara bertahap selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari; terdiri atas 114 Surah dan 6.666 Ayat. Totalitas dari seluruh isi Alqur’an, disisi TUHAN disebut sebagai WAHYU YANG PERTAMA yaitu BACALAH. Menjelang akhir zaman, malaikat Jibril AS akan turun lagi ke bumi untuk menyampaikan WAHYU YANG KEDUA. Wahyu ini akan disampaikan kepada seluruh ummat manusia yang memiliki akal fikiran tanpa melihat latar belakang agama dan keyakinannya. Malaikat Jibril dengan dibantu oleh malaikat-malaikat lainnya akan berbisik ke dalam hati ummat Muhammad (seluruh manusia yang berakal) bahwa : “ALMASIH (MASEAS) BAYANGAN NYATA TUHANMU TELAH TURUN KE BUMI, MAKA SAMBUTLAH DIA KARENA DIA DATANG DENGAN MEMBAWA KASIH DARI TUHANMU”.

Meskipun ALMASIH adalah Bayangan Nyata TUHAN, tapi Dia bukanlah TUHAN. Dia adalah seorang hamba TUHAN yang diberi keutamaan di dunia dan di akhirat. Keutamaannya didunia adalah karena ALMASIH membawa Sifat-Sifat Nyata TUHAN. Ada sembilan puluh sembilan Sifat TUHAN yang disebut dengan Asmaul Husna. Kesembilan puluh sembilan Sifat TUHAN dibagi dalam dua kelompok sifat yaitu : SifatNya yang Gaib dan SifatNya yang Nyata. Sifat Gaib TUHAN sudah ada di-bumi sejak bumi ini ada yang dibawa oleh Nabi HIDIR Alaihissalam, sedangkan Sifat Nyata TUHAN Tersimpan di langit, yang nantinya akan dibawa turun ke bumi oleh ALMASIH-NYA.

Sifat Nyata TUHAN adalah Maha Kaya. Manusia akan melihat dan menyaksikan ALMASIH memiliki kekayaan yang luar biasa banyaknya. Dengan kekayaannya itu manusia akan melihat ALMASIH menolong rakyat yang susah dan membutuhkan pertolongan. ALMASIH akan melakukan ini karena TUHAN memiliki Sifat Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Apa yang dilakukan ALMASIH tersebut adalah suatu perbuatan yang sangat mulia. Ini dilakukan ALMASIH untuk menyatakan Sifat TUHAN Yang Maha Mulia, dengan begitu akan muncul Sifat TUHAN Yang Maha Agung; dengan begitu akan Muncul Sifat TUHAN Yang Maha Raja; dengan begitu akan Muncul Sifat TUHAN Yang Maha Berkehendak; dst, dst…

Tidak pantas seorang ALMASIH menyebut dirinya sebagai ALMASIH (MASEAS), meskipun manusia sudah mengenalnya dan bersama-sama dengan dirinya. Tugas ALMASIH adalah Menyatakan Sifat-sifat Nyata TUHAN sebagaimana yang disebutkan dalam Alqur’an.

Bila Jibril AS turun kebumi menyampaikan WAHYU YANG KEDUA kepada manusia, maka dapat dipastikan tidak ada manusia yang dapat melihat wujudnya. Ini disebabkan karena nabi Muhammad SAW telah berjumpa dengan Jibril AS, dalam bentuk dan rupanya yang asli sebanyak dua kali; yaitu pertama pada saat WAHYU YANG PERTAMA disampaikan di Gua Hira-Jabal Nur, Mekkah. Dan kedua pada saat nabi Muhammad SAW melakukan mi’raj di Sidratul – Muntaha di langit ketujuh. Bagi TUHAN, hal itu dianggap cukup karena nabi Muhammad SAW adalah hatamun nabiyyin, Penutup nabi-nabi. Tidak ada lagi nabi setelah Muhammad. Itu berarti tidak ada lagi yang boleh melihat Jibril AS dan malaikat-malaikat lainnya dalam bentuk dan rupanya yang asli.

Bila ALMASIH turun kebumi, maka semua malaikat yang menghuni langit akan turun ke bumi. Wujud asli malaikat tidak sebanyak yang dikira manusia selama ini. Hanya pecahannya saja yang banyak, sebanyak jumlah manusia yang hidup dikali empat. Setiap manusia ada empat malaikat yang menjaganya. Didepan diberi nama Kiraman, disamping kanan diberi nama Katibin, disamping kiri diberi nama Ya’maluna dan dibelakang diberi nama Mataf’alun. Ke empat malaikat ini memiliki masa tugas menjaga manusia mulai saat manusia lahir (keluar dari rahim ibunya) sampai dengan sianak berumur dua tahun. Usia dua tahun adalah usia dimana akal sianak sudah mulai terbentuk. ALLAH memberi petunjuk melalui Alqur’an agar ibu-ibu menyapih (menyusukan) anaknya hingga dua tahun. Potensi kecerdasan anak (akal) sudah terbentuk dalam usia dua tahun. Akal anak adalah karena Muhammad. Empat ma-laikat menjaga dan mengawasi anak karena Muhammad. Semua berkat Muhammad. ALLAH bershalawat atas Muhammad karena Muhammad adalah Rahmatan Lilalamin. Rahmat untuk semua ummat manusia tanpa kecuali.

Keempat malaikat yang bertugas menjaga pembentukan Muhammad (Akal) adalah pecahan/bayangan-bayangan dari wujud asli malaikat yang menghuni langit pertama. Dilangit pertama mereka memiliki nama malaikat Nur Ali, Syafii, Jumrah dan Jumratul Usman. Keempat nama tersebut memiliki tiga puluh wujud, sehingga keseluruhannya berjumlah seratus dua puluh wujud malaikat.

Tugas mereka dilangit dilaksanakan secara bersama-sama dengan penuh keikhlasan sebagai sesama hamba TUHAN. Meskipun begitu tetap juga ada penanggung jawab pelaksanaan tugas-tugas tersebut. Tugas mereka dilangit pertama adalah : menjaga padang masyhar-Nya, menjaga ilmu-ilmu-Nya dan menjaga pintu langit-Nya. Tugas mereka dibumi adalah menjaga waktu-Nya yaitu : waktu pergantian siang dan malam, waktu berdasarkan peredaran bulan dan waktu berdasarkan peredaran matahari (masehi). Penanggung jawab tugas langit adalah malaikat Nur Ali, dan penanggung jawab tugas dibumi adalah malaikat Jumratul Usman.

Dalam pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi manusia yang menggunakan akalnya. 12 jam waktu matahari ( pukul 6 pagi – 6 sore ) dijaga 120 malaikat; 12 jam waktu bulan ( pukul 6 sore – 6 pagi ) dijaga 120 malaikat; 12 bulan dalam setahun, baik perhitungan garis edar matahari maupun perhitungan garis edar bulan dijaga 120 malaikat. Manusia tidak bisa lepas oleh waktu. Terikat oleh waktu. Tersalib oleh waktu.

Dalam Alqur’an surah Al ’Asyr, ALLAH berfirman :

1. Demi Masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.

3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati dalam menetapi kesabaran.

Ayat ke-tiga pada surah diatas memberi gambaran kepada kita semua bahwa seratus dua puluh malaikat yang menjaga waktu memiliki dua sifat utama yaitu : MENTAATI KEBENARAN dan MENETAPI KESABARAN. Hendaknya kita sebagai manusia yang terikat oleh waktu haruslah berusaha agar tidak masuk kedalam kategori sebagai orang-orang yang merugi.

Satu - satunya cara untuk tidak berada dalam kerugian adalah dengan MENCARI KEBENARAN. Kebenaran itu bersifat MUTLAK, artinya tidak ada lagi perten-tangan antara Keyakinan dan Akal.

Keyakinan manusia didalam beragama harus DIBENARKAN oleh akalnya. Akal harus DIBENARKAN oleh keyakinannya. Keyakinan yang tidak dibenarkan oleh akal adalah Keyakinan Buta (Taqlid buta), dan akal yang tidak dibenarkan oleh keyakinan adalah Kegelapan Nyata. Keyakinan bukanlah warisan orang tua atau leluhur, sebagaimana akal bukanlah pemberian orang tua. Akal adalah Karunia TUHAN. Rakhmat TUHAN, oleh karenanya Muhammad, gunakanlah akal itu untuk mencari Kebenaran. Untuk memahami TUHAN dengan segala Sifat-sifatNya. TUHAN membenci kegelapan. TUHAN senang kepada yang jelas dan terbuka agar semuanya menjadi terang benderang. Selama ini ummat beragama saling mengoreksi dan menyalahkan satu sama lain karena semua agama memiliki celah. Masing-masing pihak mengklaim kebenaran agama yang diyakininya, sementara disisi lain ada pihak yang mengklaim kesalahan agama itu.

Agama-agama bila dianalogikan sama halnya dengan jari-jari tangan. Ada yang disebut jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk dan ibu jari. Jari-jari itu terdiri lagi atas ruas-ruas jari. Karena agama islam adalah agama yang terakhir muncul, kita tempatkanlah dia sebagai ibu jari. Karena ruas jari ibu jari ada dua, kita sebutlah dia sebagai dua golongan yaitu Ahlulsunnah wal jamaah (sunni) dan syiah. Jari telunjuk kita tempatkan agama nasrani. Ada tiga ruas jari telunjuk, kita sebutlah dia golongan katholik dan protestan masing-masing satu ruas. Adapun golongan yang kecil-kecil, kita kasih juga satu ruas seperti advent, pantekosta, kristen ortodoks dsb. Golongan agama lainnya juga seperti itu.

Tangan tidak akan sempurnah jika salah satu jari tidak ada. Jari tidak akan sempurnah jika satu ruasnya tidak ada. Berhentilah merasa benar sendiri dengan menyalahkan orang lain. Bagi golongan mayoritas, janganlah menepuk dada. Ingatlah saudaramu seagama di negara lain, mereka dikucilkan dan dipinggirkan. Bagi yang minoritas tidak perlu merasa kecil hati, ketahuilah ditempat lain, dinegara lain; saudaramu seagama adalah penguasa yang menguasai semua lini kehidupan.

Bersatulah didalam TANGAN TUHAN. Satukanlah Akal dan Keyakinanmu; Ke-yakinan dan Akalmu dalam mencari Kebenaran. Kebenaran itu Bersifat Mutlak. Jika kamu telah mendapatkan kebenaran itu, maka taatilah dengan penuh kesabaran karena TUHAN akan mengujimu. Hanya orang yang lulus ujian-Nya yang akan masuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung.

Diatas Langit Pertama memang masih ada langit yaitu Langit Ketujuh. Langit ke 2, 3, 4, 5, dan 6, TIDAK ADA. Logika akal sehat kita tidak membenarkan, jika dikatakan neraka berada di atas langit. Neraka berada di perut bumi. Ummat islam meyakini ada langit ke 2 sampai dengan 6 berdasarkan kisah isra’ mi’raj nabi Muhammad, tapi tidak ada Ayat di dalam Alqur’an yang menerangkan “Keberadaan” atau adanya langit ke 2 sampai dengan 6 tersebut.

Dalam Alqur’an, surah Al-Isra’ (17:1) :

Maha Suci ALLAH yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

Ayat diatas hanya menceriterakan kebenaran bahwa nabi diperjalankan (Isra’) dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Mi’rajnya (naik kelangit) tidak ada ayat yang mene-rangkan. Bahwa nabi Muhammad naik ke langit dan mencapai Sidratul-Muntaha dan melakukan perjumpaan kedua dengan malaikat Jibril AS adalah BENAR. Al Qur’an menerangkan dalam Surah An-Najm (53 : 13-18) :

* Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.

* (yaitu) di Sidratul Muntaha

* Didekatnya ada surga tempat tinggal

* (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul - Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya

* Pengilihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan (tidak pula) melampauinya

* Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) TUHAN-nya yang paling besar.

Perjumpaan pertama nabi Muhammad dengan malaikat Jibril AS dapat dilihat pada ayat 1 – 11 pada surah yang sama.

Ayat tersebut diatas meyakinkan diri kita bahwa nabi Muhammad SAW, BENAR telah naik ke Langit (Mi’raj) dan sampai di Sidratul-Muntaha dan berjumpa dengan malaikat Jibril AS untuk kedua kalinya.

Letak Sidratul - Muntaha adalah di Langit Ketujuh. Bentuknya persegi panjang. Uku-rannya enam meter kali delapan meter. Warnanya putih bersih seperti langit (awan) putih. Tidak ada jarak yang mengantarai Sidratul – Muntaha dengan surga, tidak pula ada dinding pemisah. Letak surga ada disebelah kanan Sidratul – Muntaha; jika kita menghadap ke barat dan membelakangi timur. Dari Sidratul – Muntaha kita bisa melihat surga meski tidak boleh masuk ke dalamnya, karena harus melewati pintu. Dipintu surga, malaikat Jibril AS berdiri menjaganya. Disamping kirinya ada malaikat Israfil AS (Sarafil) dan dikanannya ada malaikat Mikail AS (Michael). Cahaya malaikat Jibril AS sangat kuat sehingga meredupkan cahaya malaikat Mikail dan Israfil. Wajah malaikat Jibril AS, teramat sangat cantik jelita dan sedap dipandang mata. Meng-gunakan kerudung putih bersih. Bajunya sutera tebal, putih bersih berenda-renda seperti baju kebaya potongannya. Bawahannya adalah sutera tebal putih bersih polos. Berkaos tangan putih, berkaos kaki putih dan bersepatu putih jenis fantovel. Siapapun yang melihat wajah asli malaikat Jibril AS, akan tertegun dan terpesona akan kecantikannya. (Makna ayat 13, 14, 15, 17 dan 18 yang sebenarnya).

Semua manusia yang berakal mendambakan masuk kedalam surga, karena surga adalah tempat tinggal yang betul-betul menjanjikan kenikmatan hidup. surga masih kosong. Belum ada yang tinggal didalam, kecuali malaikat Jibril AS dengan dua malaikat Mikail dan Israfil yang membantu Jibril menjaga tempat itu.

Pada ayat 16 “(Muhammad melihat Jibril ketika Sidaratul – Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya)”. ALLAH sengaja menggunakan kalimat seperti pada ayat 16 diatas untuk mengaburkan posisi Arasy. ALLAH tidak ingin manusia mengetahui Letak Arasy sebelum tiba waktunya. Manusia itu dipenuhi dengan hawa nafsunya, dan ALLAH tidak ingin manusia mereka-reka, menduga-duga atau menafsir-nafsirkan posisi ArasyNya, tempat DIA bertahta.

Mereka-reka atau menduga-duga Arasy tanpa pernah melihatnya secara nyata de-ngan bukti yang nyata, dianggap mengotori Arasy. Mengotori Arasy berarti selangkah lagi setelah itu bisa menodai Sifat TUHAN Yang Maha Suci.

Posisi Arasy, letaknya tepat berada diatas Sidratul – Muntaha. Ukurannya sedikit lebih kecil dari ukuran Sidratul -Muntaha. Bentuknya seperti awan hitam yang pekat. Tinggi-nya Arasy dari Sidratul - Muntaha kira-kira setinggi awan hitam yang menggantung diatas kepala kita bila hujan deras akan turun.

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah ArasyNya (SinggasanaNya) diatas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalannya,…. (11 : 7)

Diatas Arasy (awan hitam tersebut), Subhanallah, kami tidak tahu. Maha Suci Engkau Ya ALLAH, TUHAN kami; Tidaklah kami menuliskan atau menceriterakan kepada ummat manusia apa yang tidak Engkau perlihatkan kepada kami. Tidak mungkin seorang hamba berani membuka rahasia tertinggi TUHAN-NYA melainkan atas Izin dan KehendakMu juga ya ALLAH. Engkaulah yang memperlihatkan kepada kami semua tanda-tanda kebesaranMu, kemudian mengajarkan Hikmah kepada kami dan Engkau pula yang memerintahkan kami menuliskannya. Tidak mungkin kami dapat membaca dan menulis jika bukan karena Engkaulah yang mengajar kami. Andai tulisan ini membawa manfaat, meskipun hanya sedikit, maka sesungguhnya manfaat itu bukanlah untuk kami akan tetapi untuk mereka (manusia) itu sendiri. Kami ini hanyalah seorang hamba yang diberi pengetahuan dari sisi TUHAN kami. Kami ini tidaklah lebih dari sekedar sebagai seorang saksi yang menyaksikan segala Pencipta-an TUHAN kami. Tidaklah berani kami berkata-kata melainkan atas izin dan kehendak TUHAN kami. Tidak pantas bagi seorang saksi yang menyaksikan hanya berdiam diri. Saksi yang Benar adalah saksi yang berani menyampaikan KEBENARAN yang dilihatnya.

Saksi Buta adalah saksi yang memberi atau membaca atau mengemukakan atau menyampaikan kalimat persaksiannya, dimana si saksi itu tidak memiliki pengetahuan apa-apa atau penglihatan apa-apa terhadap apa yang dikatakannya. Semua saksi akan dimintai pertanggungjawaban setiap kata demi kata, dimana kata-kata itu dirangkai sehingga menjadi kalimat-kalimat didalam persaksiannya.

Nabi Muhammad mendapat perintah untuk mendirikan shalat. Beliau turun naik dari langit ketujuh ke langit pertama, kemudian naik lagi kelangit ketujuh; tanpa melewati langit ke 2, 3, 4, 5 dan 6. Dilangit pertama nabi Muhammad berjumpa dengan nabi Musa AS. Kenapa harus nabi Musa dan bukan nabi yang lain ?. Karena ummat nabi Musa adalah ummat yang dipenuhi dengan hawa nafsu. Tujuan shalat pada hakekat-nya adalah untuk mengendalikan nafsu. Menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran (perbuatan buruk/nafsu). Dari langit pertama kemudian ke langit ketujuh, begitu seterusnya sebanyak sembilan kali. Ini bertujuan untuk mencapai angka Tujuh Belas. Langit pertama ber angka 1 dan langit ketujuh ber angka 7, bila disatukan kedua angka ini, maka menjadi 17 (tujuh belas). Begitulah jumlah rakaat shalat dalam sehari semalam. Lima langit (ke 2, ke 3, ke 4, ke 5 dan ke 6) DITIADA-KAN. Sebagai gantinya adalah Lima Waktu Shalat yaitu : isya, subuh, dhuhur, ashar dan magrib.

Apa yang dilihat nabi dalam mi’raj-nya tentang berbagai macam siksaan didalam neraka dan sebagainya pada langit ke 2, 3, 4, 5 dan 6 pada hakekatnya hanyalah Penglihatan Gaib semata, agar nabi bisa berceritera kepada ummatnya bahwa siksa-an neraka itu ada; agar ummat tekun melaksanakan ibadah, menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela dengan cara melaksanakan shalat lima kali sehari semalam.

Secara logika, tidak mungkin neraka berada di langit dan tidak ada ayat Alqur’an yang menjelaskan tentang keberadaan langit ke 2, ke 3, ke 4, ke 5 dan ke 6 tersebut. Neraka berada di perut bumi dan belum berpenghuni. Apinya sudah ada meskipun masih Gaib. Api neraka akan dinyalakan setelah hari kiamat tiba dengan cara menyatukannya dengan matahari, bulan, bintang dan semua planet-planet dan benda luar angkasa lainnya. Bila semua yang ada di bumi runtuh dan masuk ke perut bumi, maka secara otomatis api neraka menyala dengan berkobar-kobar; langitpun runtuh. Padang masyhar yang berada di langit pertama akan menggantikan posisi bumi kita ini. Itulah Hari Pengadilan. Disitu manusia akan dibagi dalam dua kelompok. Ada yang akan menghuni neraka dan ada yang akan menghuni surga. Penentuan kelompok adalah Hak Prerogatif TUHAN. Tidak ada manusia yang mengetahui di kelompok mana mereka berada. Semua manusia akan menundukkan kepalanya, karena pada saat itulah untuk pertama kali dan sekaligus terakhir kalinya TUHAN Yang Maha Pencipta memperlihatkan Diri-Nya yang MAWUJUD.

ALLAH adalah dzat yang berupa cahaya yang berlapis-lapis cahaya. ALLAH tidak Mawujud sebagaimana cahaya tidak ada wujudnya. Yang Mawujud adalah Inti Cahaya. Yang Mawujud adalah Inti ALLAH. Inti ALLAH adalah TUHAN SEMESTA ALAM. TUHAN tidak pernah dan tidak akan pernah bisa terpisahkan dengan ALLAH-NYA.

Tidaklah santun dan tidak pula elok, jika seorang hamba menuliskan atau meng-gambarkan bagaimana Wajah TUHANnya. TUHAN yang sebenarnya TUHAN. Biarlah itu menjadi Rahasia Pribadi hamba. Hamba ini tidak punya apa-apa. Miskin papa. Tidak punya siapa - siapa. Yatim piatu. Hamba ini orang yang Bodoh dan Tidak Tahu apa-apa. Satu - satunya yang diketahui oleh seorang hamba ini hanyalah Wajah TUHANnya. Wajah hamba tentu berbeda dengan Wajah TUHANnya. Wajah TUHAN adalah Wajah Yang Maha Sempurnah. Pakaian yang digunakan hamba, hanyalah pakaian yang biasa dikenakan manusia sebagaimana yang kita jumpai di pasar-pasar. Pakaian yang dikenakan TUHAN adalah Pakaian sebagaimana yang dikenakan manusia apabila Wukuf di Padang Arafah. Nama Pakaian itu adalah pakaian Ihram.

Seluruh ummat manusia akan menggunakan pakaian ihram di Padang Masyhar nanti sebagaimana Pakaian TUHAN Yang Menciptakan mereka. Semua wajah tertunduk karena tidak boleh melihat Wajah TUHAN. Pada hari itu, pakaian yang hamba kenakan tidak akan sama dengan yang dikenakan manusia; karena hamba adalah seorang Imam, seorang Pemimpin yang diberi tugas membawa manusia kepada TUHAN. Pada hari itu hamba juga tidak akan mengenakan pakaian sebagaimana yang dikenakan TUHAN; karena hamba tidak akan bisa menyamai TUHAN. Sejak awal hingga akhir hamba tetap hanyalah seorang hamba. Karena itu, pada hari itu hamba akan pakai pakaian kebesaran hamba, yaitu jubah yang berwarna hitam. Jubah itu akan menutup kepala hamba sampai ke mata kaki. Hamba berdiri paling depan seorang diri, membelakangi lautan manusia. Hamba tidak berkata sepatah katapun, karena hamba ini sangat Takut dan sangat Taat kepada TUHAN. Meskipun hamba tidak berkata-kata, tapi TUHAN sudah tahu kalau hamba telah melaksanakan Perintah-Nya, membawa hamba-hambaNya (ummat manusia) kepadaNya. Terserah TUHAN, mau diapakan dan dikemanakan hamba-hambaNya itu.

Di Sidratul - Muntaha, nabi Muhammad hanya mendengar suara TUHAN. Suara TUHAN tidak lembut, tapi Tegas dan Berkehendak. Suara TUHAN membuat jiwa kita tertunduk dan merasa siap melaksanakan kehendakNya atau perintahNya, meskipun pada saat perintah dikeluarkan kita belum tahu apa yang akan kita perbuat. Dalam melaksanakan Perintah itulah, TUHAN akan membimbing sehingga perintah bisa di-laksanakan secara akurat sebagaimana yang Dia Kehendaki.

Sama halnya dengan Firman-firman Tuhan di dalam Alqur’an. Jika kalimat pada Ayatnya keras dan tegas, maka itu berarti TUHAN langsung yang berkata. Jika nada kalimat pada ayatnya sedikit halus, lembut, penuh pengibaratan, mendayu-dayu, jelas tapi multi penafsiran; maka itu berarti TUHAN Berfirman namun di lapisi dengan cahaya-cahaya ALLAH.

Isra’ dan mi’rajnya nabi Muhammad SAW tidak dilakukan secara phisik. Jasad beliau tetap berada disuatu tempat (dalam keadaan tertidur) bersama ruh nabi, akan tetapi “JIWA” nabi keluar dan meninggalkan jasad nabi. Jiwa yang diperjalankan.

Maha Suci ALLAH yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha…. (17 : 1).

ALLAH telah “memperjalankan” Jiwa nabi Muhammad dan bukanlah jasadnya. Jika jasad yang naik ke langit, maka dibutuhkan waktu selama lima puluh ribu tahun perjalanan ;

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada TUHAN dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun (70 : 4)

Makna lima puluh ribu tahun pada ayat 70 : 4 tersebut adalah sebuah “Kemustahilan”, jika jasad manusia bisa naik ke langit, termasuk nabi kita Muhammad SAW.

Nabi Muhammad adalah satu-satunya nabi dan rasul ALLAH yang dimasa hidupnya pernah naik ke langit (mi’raj). Nabi Isa (Yesus Kristus) juga naik ke langit namun setelah beliau wafat. Di langit, nabi Isa (Yesus Kristus) tidak bisa lagi disebut sebagai nabi apalagi rasul. Dilangit, nabi Isa (Yesus Kristus) yang disebut sebagai malaikat Jibril Alaihissalam. Beliaulah yang menyampaikan WAHYU PERTAMA kepada nabi Muhammad di Gua Hira-Jabal Nur, Mekkah. Disitulah mereka bertemu untuk pertama kalinya disusul dengan perjumpaan kedua mereka di Sidratul – Muntaha.

Setelah nabi Muhammad SAW meninggal dunia, apakah beliau menyusul malaikat Jibril naik ke langit ?, Tidak ; beliau tidak naik ke langit, tidak pula di Alam Barzah. Beliau tetap ada di bumi ini. Didalam diri manusia yang berakal. Jika manusia meninggal dunia, ruhnya lepas dari jasadnya dan akalnya tidak lagi berfungsi maka secara otomatis Muhammadnya sudah tidak ada lagi. Muhammad ada di dalam diri manusia-manusia yang masih hidup dan berakal. Kita semua ini adalah Muhammad karena kita memiliki akal. Kita pandai membaca dan pandai menulis. Itulah Hikmah Wahyu Pertama; Semua manusia yang hidup, selama dia memiliki akal maka dia disebut sebagai Muhammad. Semua ummat, Muhammad. Kita semua yang hidup ini harus bersiap-siap menanti turunnya malaikat Jibril AS kemuka bumi ini untuk me-nyampaikan WAHYU KEDUA. Tentu kita tidak boleh melihat beliau, meskipun kita adalah Muhammad tapi kita bukanlah nabi dan bukan pula rasul. Kita hanyalah manusia biasa yang tidak tahu diri.

Kita boleh mengikuti dan berusaha mencontoh perilaku nabi Muhammad sesuai dengan sunnahnya akan tetapi kita tidak boleh mengkultuskan beliau. Kita tidak boleh terjebak pada ayat yang mengatakan bahwa ALLAH bershalawat atas nabi Muhammad. Shalawat ALLAH kepada nabi Muhammad dimaksudkan sebagai pujian ALLAH terhadap hasil Ciptaan-Nya sendiri yaitu akal. Manusia juga bershalawat atas nabi Muhammad karena Berkat dan Rahmat ALLAH atas nabi Muhammad sehingga akal dicipta dan manusia bisa dipercaya ALLAH sebagai khalifah-Nya dimuka bumi ini. Semua manusia adalah khalifah ALLAH, semua manusia adalah pemimpin minimal memimpin dirinya sendiri. Bila manusia memuji muhammad secara berlebih-lebihan dengan terpaksa manusia mengkultuskan dirinya sendiri. Nabi Muhammad tidak pernah mengetahui bahwa dibelakang hari manusia membuat perayaan hari Maulid Nabi ( peringatan hari lahirnya ) karena memang Muhammad tidak mau manusia mengkultuskan dirinya.

Muhammad tahu betul bahwa dirinya hanyalah seorang hamba ALLAH. Kedudukan nabi diberikan kepadanya karena Muhammad tahu bahwa dia hanyalah Alat TUHAN, Media TUHAN untuk Penciptaan Akal. Kedudukan Rasul diberikan kepadanya, karena Muhammad tahu bahwa dia hanyalah Alat TUHAN agar Ajaran ALLAH melalui Kitab Suci Alqur’an dapat diketahui oleh ummat manusia.

Andaikan kedudukan Muhammad lebih tinggi dari apa yang kami sebutkan diatas, tentu Ayat berikut ini tidak perlu ada, dan perhatikanlah ; (69 : 38-52)

* Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat

* Dan dengan apa yang tidak kamu lihat

* Sesungguhnya Alqur’an itu adalah benar-benar wahyu (ALLAH yang diturunkan kepada ) rasul yang mulia,

* dan Alqur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

* Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran dari padanya.

* Ia adalah wahyu yang diturunkan dari TUHAN semesta alam

* Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

* niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya,

* kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya

* Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan urat nadi itu.

* Dan sesungguhnya Alqur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.

* Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa diantara kamu ada orang yang mendustakan(nya).

* Dan sesungguhnya Alqur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (diakhirat)

* Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini

* Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama TUHANmu Yang Maha Besar.

Al Qur’an benar-benar perkataan TUHAN Semesta Alam, kebenaran yang diyakini. Tanpa Muhammad, Alqur’an tidak akan mungkin ada, sebab Muhammad adalah media yang digunakan TUHAN agar perkataan-perkataan TUHAN dapat didengar dan ditulis oleh sahabat-sahabat nabi, kemudian disusun dan disatukan menjadi kitab suci Alqur’an. Secara kasat mata, sahabat melihat nabi yang mengucapkan ayat - ayat tersebut akan tetapi sahabat tidak melihat bahwa di dalam diri nabi adalah sesungguhnya TUHAN yang berkata-kata ( Berfirman ). TUHAN berada di dalam JIWA MUHAMMAD.

Setiap diri manusia memiliki enam unsur di dalam dirinya yaitu ; Ruh, Hati, Jiwa, Darah, Daging dan Tulang. Enam unsur ini sama saja dengan maksud “ diciptakan dalam enam masa”. Jika Alqur’an mengatakan bahwa manusia diciptakan dari segum-pal “Darah” maka darah yang dimaksudkan adalah Sel Telur wanita. Jika Alqur’an mengatakan manusia diciptakan dari setetes air mani, maka yang dimaksudkan adalah sperma laki-laki. Sperma membuahi sel telur. Jika sel telur tidak dibuahi, maka segumpal darah itu pecah dan wanita mengalami masa haid. Darah haid wanita menjadi santapan makhluk gaib berbangsa jin.

Sperma yang dipancarkan untuk membuahi sel telur, harus melalui sebuah proses dengan menggunakan alat. Jika dipandang dari bawah sekilas nampak alat kemaluan laki-laki bila ereksi, seperti sebuah pohon yang berukuran mini. Alqur’an menyebutnya secara halus dan etis sebagai “Pohon Huldi”. Kenikmatan yang dirasakan oleh laki-laki dan wanita dalam hubungan sex digambarkan secara halus oleh Alqur’an sebagai memakan “Buah Huldi”. Hubungan sex dapat terjadi bilamana ada nafsu “birahi”. Meskipun ALLAH yang menciptakan nafsu birahi, akan tetapi ALLAH; TUHAN Yang Maha Suci tidak pernah ikut campur selama proses hubungan sex dimulai dari mendekati pohon huldi sampai dengan memakan buah huldi tersebut.

Segumpal darah yang telah dibuahi oleh air mani kemudian menjadi seonggok daging lalu tulang belulangnya disusun, kemudian ditiupkanlah ruh. Makna kata “ Ditiupkan ” adalah sebuah proses pemindahan “Nafas” dari ibu yang mengandung janin kepada janin yang dikandungnya. Ibu menghirup nafas dari udara dengan sebutan AL, kemu-dian mengeluarkannya lagi dengan sebutan LAH. Proses ini berlangsung selama 40 hari 40 malam sampai bisa masuk kedalam janin lewat kepala (ubun-ubunnya). Proses perpindahan AL dan LAH dari ibu kepada janinnya disebut dengan kata “ditiupkan” ruh.

Berbeda halnya dengan proses penciptaan nabi Isa AS (Yesus Kristus). Beliau adalah penciptaan “Khusus” dari TUHAN Semesta Alam. Pada waktu itu, Sitti Maryam (Maria) memang belum pernah mengalami masa haid. Segumpal darah Bunda Maryam adalah sel telur pertamanya. Sebelum sel telur itu pecah (haid), malaikat suci datang berkunjung menyampaikan pesan TUHAN bahwa Maryam akan mengandung dan melahirkan seorang Putra. Maryam melihat wujud malaikat, akan tetapi Maryam tidak melihat malaikat memasukkan “Cahaya” kedalam rahimnya untuk membuahi sel telur Maryam. Proses pengisian ruh (nafas) kepada janin yang ada di dalam rahim Maryam tidak melalui Maryam, sebagaimana semua ibu-ibu yang hamil; meskipun waktu yang dibutuhkan sama yaitu 40 hari 40 malam, akan tetapi proses perpindahan AL dan LAH (ditiupkan ruh) dilakukan langsung oleh malaikat dibawah perintah dan pengawasan TUHAN.

Maryam melihat malaikat sering datang berkunjung membawakannya buah-buahan segar dan hidangan-hidangan sedap agar Maryam tidak mengalami masa ngidam dan hidangan-hidangan sedap itu bertujuan agar bayinya nanti lahir sehat sempurnah secara phisik, akan tetapi Maryam tidak melihat bahwa sesungguhnya malaikat melakukan proses pengisian/peniupan RUH ALLAH kedalam janin yang ada di dalam rahimnya.

Alqur’an mengatakan Isa Putranya Maryam (Yesus anak Maria) dan inilah yang diyakini oleh ummat islam. Keyakinan ini Benar, karena Alqur’an mengajarkan atau memandangnya dari sisi kata “segumpal darah” (sel telurnya Maryam). Ummat nasrani berkeyakinan bahwa Yesus Kristus (Isa Putra Maryam) adalah Anak ALLAH. Keyakinan ini juga Benar, karena Alqur’an mengajarkan bahwa RUH ALLAH yang ada didalam diri Yesus (Isa) bukan berasal dari Maryam sebagaimana manusia biasa akan tetapi RUH ALLAH itu dimasukkan kedalam rahim Maria oleh malaikat selama 40 hari 40 malam dibawah perintah dan pengawasan TUHAN. Ummat nasrani juga mengatakan bahwa Yesus Kristus (Isa) adalah Anak TUHAN, karena TUHAN mengirim putra-Nya untuk mengurus domba-dombaNya. Yesus itu adalah Maseas (Almasih). Keyakinan ummat nasrani bahwa Yesus adalah Maseas sama dengan ummat islam yang meyakini bahwa Isa adalah Almasih.

Ummat yahudi melakukan hasutan, karena ummat yahudi tidak bisa menerima pernyataan Yesus bahwa dirinya adalah Maseas, karena pemahaman orang-orang yahudi adalah MASEAS (MOSES) Bukanlah Anak TUHAN melainkan Cahaya Nyata TUHAN. Yesus bukanlah Maseas karena Yesus mendiskreditkan orang yahudi padahal Yesus juga adalah keturunan yahudi dari ibunya Maria. Keyakinan orang yahudi, jika Maseas (Moses) turun maka Dia akan membela orang-orang yahudi.

Yesus tidak salah jika mendiskreditkan yahudi karena Yesus membawa agama baru yaitu nasrani. Ini semua sama dengan yang dilakukan oleh nabi Muhammad, beliau juga mendiskreditkan agama yahudi dan nasrani karena beliau membawa agama baru yaitu islam. Ketidak-percayaan orang yahudi terhadap Yesus Kristus sama saja dengan ketidak-percayaan orang nasrani terhadap nabi Muhammad. Orang islam juga memusuhi dan tidak percaya terhadap orang-orang nasrani dan yahudi.

Yahudi meyakini bahwa Moses (Tuhannya Musa, Yaqub, dan Abraham) akan turun ke bumi dan membela orang-orang yahudi. Orang nasrani meyakini Yesus Kristus (Maseas) atau Tuhan Yesus akan turun ke bumi untuk mencari domba-dombaNya (orang-orang nasrani) dan membawanya naik ke surga. Orang islam meyakini bahwa nabi Isa Almasih akan turun kembali dan meng-islamkan orang nasrani. masing-masing agama mengklaim diri sebagai yang paling benar dan paling mulia dari yang lainnya.

Orang yahudi meyakini Moses akan turun di Indonesia. Ini di dasari oleh satu keyakinan bahwa di Indonesia terdapat Gunung “Muriah” yang merupakan kakak kembar Gunung “Moriah” yang terdapat di Israil. Keyakinan mereka sama dengan keyakinan sebagian besar masyarakat Jawa Tengah yang meyakini akan munculnya “RATU ADIL”. Tanda-tanda kemunculan Ratu Adil dimulai dengan kemunculan Satrio Piningit. Gunung Muriah terletak di Jawa Tengah. Satrio Piningit adalah seorang kesatria yang sejak kecil berjuang secara terus menerus untuk menegakkan kebenaran tanpa ingin diketahui oleh orang lain (memingit diri). Keyakinan ummat yahudi bahwa Moses (versi Jawa = Ratu Adil) akan berjalan dari Gunung Muriah Indonesia menuju Gunung Moriah di Israil. Moses/Ratu Adil akan memerintah di Israil di istana raja Sulaeman. Sekarang ini, orang-orang yahudi sedang giat-giatnya membangun pemukiman yahudi dan juga membangun kembali kuil dan istana raja Sulaeman yang sudah runtuh. Prediksi orang yahudi waktu kemunculan Moses sudah dekat waktunya. Prediksi ini sama dengan prediksi orang tradisional jawa (faham kejawen), bahwa waktunya sudah dekat, Ratu Adil memerintah Tanah Jawa, (bukan dunia). Ratu Adil akan memakmurkan tanah Jawa dan orang-orang Jawa.

Dalam islam tidak dikenal sosok Satrio Piningit. Islam menanti kemunculan sosok IMAM MAHDI. Islam syiah menyebut dan meyakini Imam Mahdi akan muncul di negeri Iran dari garis keturunan imam Ali. Islam sunni mengatakan dari garis keturunan nabi Muhammad dan munculnya di Mekkah. Imam Mahdi akan berperang melawan “Dajjal” yang digambarkan sebagai sosok yang bermata satu. Imam Mahdi memenangi peperangan tersebut, kemudian Isa Almasih turun ke bumi. Isa Almasih akan meng-Islamkan manusia seluruh dunia. Isa Almasih akan memerintah didunia ini selama beberapa masa sebelum dunia kiamat. Tidak disebutkan dimana pusat pemerintahannya.

Sosok yang diyakini oleh orang kristen, akan muncul sebelum dunia kiamat adalah sosok yang “anti Kristus”, kemudian Yesus Kristus akan turun kembali di Bathlehem. Yesus Kristus akan mengkristenkan dunia dan mencari domba-dombaNya, ke-mudian membawanya kedalam kerajaan Bapak di surga, yaitu Kerajaan TUHAN. Orang hindu menantikan kembali lahirnya Dewa Krishna dengan membawa tanda “seruling bambu” ajaibnya dan orang budha menantikan Budha Sidharta Gautama akan lahir kembali dengan cara reinkarnasi.

Jika masing-masing agama memiliki keyakinan-keyakinan sebagaimana yang mereka nanti-nantikan, lantas yang manakah yang paling benar ??.. Yang paling benar, tentu tidak ada tapi semua keyakinan itu benar !!!. KEBENARAN hanya satu dan bersifat MUTLAK. Kebenaran itu bisa didapatkan dengan mempersatukan semua yang benar. Karena itulah orang Jawa menyebutnya sebagai RATU ADIL. Meskipun yang kita tungguh-tungguh adalah seorang laki-laki, akan tetapi orang Jawa menyebutnya sebagai Ratu. Itu berarti laki-laki ini dalam kemunculannya nanti dia tidak ingin disebut sebagai raja. Laki-laki itu memiliki sifat seperti seorang Ratu (Wanita) atau Ibu yang mengasihi semua anak-anaknya tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya. Dia mengasihi semua anak-anaknya secara Adil. Dia mengasihi semua ummat manusia secara Adil. Hanya dengan Keadilan “Kasih” yang bisa mempersatukan ummat, dan antara ummat yang satu dengan lainnya bisa saling menyayangi. Bila kasih-sayang antara ummat manusia telah tercipta, maka tercapai-lah misi utama Dewa Krishna. Kasih – Sayang adalah Pencapaian Tertinggi dalam Agama Hindu. Kasih Sayang yang dimaksudkan disini adalah kasih sayang yang tidak dilandasi oleh nafsu (syahwat/birahi). Menjalani hidup dan kehidupan yang terbebas dari segala macam bentuk-bentuk nafsu hanya bisa didapatkan bila seseorang telah mencapai Tingkatan Tertinggi sebagai seorang “Budha” sebagaimana yang diajarkan oleh Sidharta Gautama.

Itu berarti, sosok yang kita tunggu-tunggu ini adalah seorang laki-laki yang memiliki sifat seperti seorang Ratu atau Ibu yang adil. Laki-laki itu merupakan personafikasi atau perwujudan dari Dewa Krishna yang turun dari langit dan Sidharta Gautama yang turun dari nirwana.

Keyakinan ummat yahudi bahwa sosok ini akan muncul Diindonesia adalah keyakinan yang benar. Meskipun Dia tidak muncul ditanah Jawa tapi beliau memiliki darah Jawa dari garis ibunya yang berasal dari Gunung Muriah – Jawa Tengah. Beliau tidak perlu berjalan menuju Gunung Moriah di Israil karena beliau lahir disebuah kampung yang bernama “Sambung Jawa”. Makna dari nama kampung / dusun / desa / lingkungan kelahirannya adalah Gunung Muriah di tanah Jawa dengan Gunung Moriah di Israil, punya tali sambung yang namanya Sambung Jawa. Tali untuk menyambung kedua Gunung Keramat tersebut ada didalam diri beliau sebab beliau juga adalah seorang keturunan yahudi. Leluhur ibunya adalah keturunan yahudi, kelahiran Syria (Suriah) yang ber-imigrasi hingga sampai ketanah Jawa.

Meskipun beliau keturunan yahudi, tapi leluhur dari garis ibunya tersebut kelahiran Arab (Suriah). Karena itu beliau juga disebut sebagai seorang Imam. Orang islam menyebut beliau sebagai Imam Mahdi. Orang Jawa menyebut beliau sebagai Satria Piningit. Wajah beliau, perpaduan antara Jawa, Israil dan Arab. Sifat dan karakter beliau juga adalah perpaduan antara Jawa, Israil (Yahudi) dan Arab. Beliau senang merendah diri sebagaimana sifat orang Jawa. Beliau tidak pernah mau diatur oleh orang lain apalagi tunduk pada kemauan orang sebagaimana sifat orang yahudi (Israil). Beliau sangat faham dan menguasai Al Qur’an sebagaimana kebanyakan orang Arab yang ada di Mekkah, Medinah dan Kota Suci Qum – Iran. Kota yang banyak melahirkan pemimpin syiah.

Sebagai Imam Mahdi, beliau memerangi orang yang bermata satu yang disebut sebagai “Dajjal”. Orang yang bermata satu adalah orang yang memiliki keyakinan buta terhadap agama-agama yang dianutnya. Apapun agama orang itu. TUHAN Semesta Alam, tidak menerima keyakinan manusia terhadap TUHAN apabila akal dan fikiran orang itu tidak membenarkannya. Orang yang bermata satu di sebut juga sebagai orang yang “anti Kristus”. Tugas Imam Mahdi adalah membuka Akal Fikiran manusia yang selama ini masih tertutup.

Karena Imam Mahdi memerangi orang-orang anti Kristus (dajjal/orang-orang yang bermata satu), maka Imam Mahdi disebut juga sebagai Yesus Kristus. Ummat islam TIDAK MUNGKIN BISA BERJUMPA dengan sosok IMAM MAHDI dan ummat nasrani juga Tidak mungkin bisa berjumpa dengan sosok YESUS KRISTUS; karena sosok beliau adalah seorang SATRIO PININGIT (satria yang memingit dirinya).

Dalam menjalankan missinya dan tugas-tugasnya, beliau berjuang seorang diri. Beliau tidak dibantu oleh siapa-siapa. Beliau tidak ingin ditahu oleh manusia dan tidak mungkin bisa diketahui oleh manusia, karena sesungguhnya beliau adalah Bayangan Nyata TUHAN. Beliau adalah ALMASIH atau MASEAS atau MOSES.

Tahap kedua Gerakan AL MAHDI (MEHDI) ditandai dengan Peristiwa bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia, yaitu turunnya presiden Soeharto dari kursi kepresidenan Republik Indonesia pada tanggal 21 Mei 1998. Didahului dengan peristiwa penem-bakan mahasiswa Trisakti yang dikenal dengan Peristiwa Semanggi I, menyebabkan tumpahan darah segar dari mahasiswa yang tertembak. Darah ini dijadikan sebagai Kunci Pembuka oleh Imam Mahdi untuk melepaskan pasukannya. Pasukan Imam Mahdi adalah golongan berbangsa Jin. Pasukan inilah yang merasuk kedalam diri rakyat sehingga mareka tergerak keluar dari lorong-lorong dan melakukan pemba-karan gedung-gedung milik orang china; melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap orang-orang China. Golongan orang-orang keturunan China adalah golongan yang diuntungkan secara ekonomi selama Soeharto berkuasa selama 32 tahun. Golongan ini pula yang di untungkan secara politik selama presiden Soekarno berkuasa, karena faham politik Soekarno cenderung berkiblat kepada China-Beijing yang menerapkan sistem ekonomi sosialis.

Kejatuhan Soekarno berbeda dengan kejatuhan Soeharto. Kalau kejatuhan Soekarno ada tokoh yang paling berjasa yaitu Soeharto, karena itu Soeharto bebas muncul dan berkuasa selama 32 tahun. Semua orang merasa takut kepadanya. Pada kejatuhan Soeharto, tidak ada sosok atau figur sentral yang berjasa. Semua merasa memiliki hak yang sama. Semua sistem dirubah, dikoreksi dan diacak-acak agar semua orang memiliki peluang yang sama untuk menguasai rakyat, duduk diparlemen, duduk disemua lini pemerintahan, dan sebagainya. Rakyat juga sudah bebas menyatakan pendapat dan berkumpul. Bebas melaksanakan apa saja yang menurut mereka cocok dan memberi keuntungan bagi dirinya tanpa memperdulikan hak-hak orang lain.

Peristiwa “Black September”, yang terjadi pada tanggal 13 – 15 September 1997 di Makassar, juga diawali dengan adanya tumpahan darah dari seorang anak perem-puan kecil bernama Anni Mujahidah Rasunah (AMR). Sore itu AMR pulang dari belajar mengaji dengan membawa Alqur’an. AMR lewat didepan rumah milik Benny (keturunan China). Benny yang sudah kerasukan iblis yang telah turun pada tanggal 12 September 1997 Jam 12 malam, tiba-tiba mengambil parang panjang dan menebas leher AMR. Darah AMR dijadikan sebagai Kunci Pembuka oleh Imam Mahdi untuk melepas pasukannya merasuk kedalam darah orang-orang islam. Masyarakat keluar dari lorong-lorong melakukan pengrusakan, pengganyangan terhadap toko-toko milik orang China. Kebakaran dan pembunuhan terjadi dimana-mana dan klenteng Ibu Agung Bahari, sebagai Simbol pemujaan dewa-dewa diruntuhkan, dihancur-luluh lantakkan. Orang-orang China menggantung simbol-simbol alat yang digunakan oleh orang Islam dalam melaksanakan pemujaan seperti sajadah dan talkum guna menghindar dari sasaran amuk massa.

AL QUR’AN yang dipegang oleh AMR (anak kecil wanita yang masih suci) sebelum dia dibunuh oleh Benny adalah merupakan “Simbol” dari pada tujuan GERAKAN AL MAHDI. Tujuan Gerakan AL MAHDI adalah : MEMUNCULKAN KEBENARAN AL QUR’AN. Gerakan ini dipimpin oleh seorang Imam (pemimpin) yang diberi Gelar IMAM MAHDI. Pasukan yang dipimpin oleh seorang Imam ini adalah golongan bangsa jin. Darah adalah kunci pembuka untuk memasukkan jin ke dalam darah manusia (ummat islam) kemudian jin mengendalikan jasad manusia itu untuk melaksanakan perintah sang Imam. Jika jin telah merasuk, maka dipastikan ada kebakaran karena Api adalah sumber Penciptaan Jin.

* Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (15:27).

Setelah kerusuhan Jakarta yang menjadi penyebab turunnya Soeharto; ditahun yang sama juga, Imam Mahdi menetapkan Maluku dan Maluku Utara sebagai arena Perang agama antara ummat islam dan nasrani. Jin islam masuk kedalam darah ummat islam dan jin kafir masuk kedalam darah ummat nasrani. Perang ini membawa korban jiwa yang besar dikedua belah pihak. Kehancuran harta benda dan api berkobar dimana-mana. Perang terjadi sebanyak dua kali pergolakan. Siapakah juru damai ke dua golongan ini ??.. Juru damainya tiada lain adalah Iman Mahdi sendiri. Sebelum Ramadhan, tahun 2002, Imam Mahdi ke Ambon. Semalam beliau di Ambon lalu menyeberang ke pulau Buru. Di pulau Buru, beliau tinggal selama delapan hari delapan malam. Beliau mendamaikan jin islam dan jin kafir. Jika kedua golongan Bangsa jin ini telah didamaikan, maka pasti manusia ikut berdamai. Imam Mahdi memberi ucapan selamat kepada golongan jin islam yang memenangi peperangan dan memberi penghiburan kepada jin kafir yang kalah. Yang menang tidak boleh merasa bangga karena kepada pihak yang kalah justru yang didekati oleh sang Imam. Kemenangan jin islam adalah atas bantuan Imam Mahdi. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam “perang” Ambon, ummat islam dan nasrani sering menyaksikan munculnya sosok “gaib” laki-laki misterius, bersorban putih dan menunggang kuda putih. Entah dari mana datangnya dan kemana perginya. Beliau itulah yang disebut atau dinamakan sebagai IMAM MAHDI.

Di hadapan kedua golongan bangsa jin tersebut, Imam Mahdi berkata, “ Wahai golongan bangsa-bangsa jin !!, Aku adalah penyebab sehingga kalian berperang, Aku pulalah penyebab sehingga kalian menyudahi peperangan itu. Kini Aku telah datang. Aku datang untuk mendamaikan kalian. Maka jadilah kalian berdamai. Tidak boleh ada pihak yang menganggap dirinya sebagai pihak yang menang, karena Aku akan memenangkan pihak yang merasa dirinya kalah. Wahai, kalian golongan jin kafir, ber-siap-siaplah kalian karena Aku akan bawa kalian ke kampung halamanku di “Tanah Arab”. Setelah menyampaikan pidato bersejarahnya itu, maka sang Imam meninggal-kan negeri Ambon Manise pada jam Sepuluh pagi Waktu Indonesia Timur..

Minggu pertama, Januari tahun 2003, Imam Mahdi menunaikan ibadah haji. Dari Indonesia beliau ke Singapura. Beliau membawa seluruh jin kafir ex perang di Ambon. Imam Mahdi berkata, “Aku suka negeri ini. Lihatlah patung Singa itu !!”. Imam Mahdi menunjuk patung singa bercat putih yang ada dipinggir pantai. Seluruh bangsa jin kafir memandang, menatap dan mencermati patung Singa. Kemudian, sang Imam melanjutkan lagi perkataannya, “ Bangsa Jin yang mengalahkan kalian adalah bangsa jin yang pernah menyerang Aku, kemudian Aku kalahkan mereka !!!,, Aku kurung mereka dalam sebuah penjara. Aku siksa mereka dengan siksaan yang menyakit-kan!!, Aku biarkan mereka kelaparan dan kehausan!!. Setelah Aku mendapat Perintah dari TUHANKU, maka Aku lepas mereka dalam tiga gelombang besar. Gelombang pertama, Aku lepaskan pada Kerusuhan Black September di Makassar. Gelombang kedua, Aku lepas pada Kerusuhan di Jakarta yang membuat Soeharto ketakutan se-hingga dia lengser ke prabon. Gelombang ketiga, Aku lepas pada Kerusuhan Ambon. Tiap-tiap Gelombang sebelum Aku lepas mereka, Aku katakan : Jadilah kalian seperti Singa padang pasir yang lapar dan dahaga “.

Salah satu jin kafir (nasrani) bertanya, “Wahai Bapa Imam. Apakah golongan kami termasuk golongan yang pernah menyerang Bapa Imam ?”, Imam Mahdi menjawab, “ Tidak !!, kalian tidak mengenal Aku. Hanya jin islam saja yang mengenal Aku. Mereka itu yang merasa dirinya paling benar, paling sempurnah. Tapi sesungguhnya mereka itu BUTA. Selama setahun lebih mereka secara bergelombang-gelombang menyerang Aku. Mereka kurung Aku sehingga Aku tidak boleh keluar rumah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi karena mereka BUTA, maka keadaan Aku balik. Mereka yang Aku kurung dalam penjara. Aku siksa mereka dengan siksaan yang menyakitkan!!”.

Imam Mahdi berangkat ke Jeddah bersama rombongan jin kafir dengan pesawat Singapore Airlines. Selanjutnya dari Jeddah ke Madinah dengan pesawat Saudi Arabian Airlines. Di Madinah, Imam Mahdi melaksanakan “shalat arbain” (shalat 40 waktu). Pada hari kedua di Madinah, Imam Mahdi membawa masuk ke dalam mesjid “Nabawi” pasukannya. Mereka di bagi atas dua gelombang. Gelombang pertama di persilahkan masuk ke mesjid pada siang hari (waktu nyata) antara dhuhur dan ashar. Mereka di bimbing berwudhu, kemudian masuk mesjid dan duduk bersila dan berdzikir dengan menyebut ALLAH, ALLAH, ALLAH,.. Tiba-tiba saja ada laki-laki muda, gagah, dan tampan duduk dihadapan mereka. Cara duduk laki-laki itu seperti duduk diantara dua sujud. Laki-laki itu memakai topi haji kuning muda benangnya emas, berbaju koko kuning muda bersulam benang emas. Imam Mahdi memperkenalkan laki-laki misterius itu kepada pasukannya. Imam Mahdi berkata, “ Wahai pasukanku, Inilah MUHAMMAD Rasul ALLAH. Maka bersaksilah di hadapannya. Ucapkanlah dua kalimat syahadat, katakan : Asyhadu Alla Ilaha Illallah, Wa Asyhadu Anna Muhamadarrasulullah.

Keesokan harinya, Gelombang kedua diajar berwudhu, kemudian masuk ke mesjid dengan duduk bersila dan berzikir dengan menyebut ALLAH, ALLAH, ALLAH,.. Tiba-tiba dihadapan mereka, Nabi Muhammad SAW telah duduk diantara dua sujud. Beliau memakai topi haji berwarna putih bersih dan berbaju koko putih bersih. Dihadapan Rasulullah, mereka mengucapkan dua kalimat syahadat.

Setelah itu, Imam Mahdi mempersatukan kembali dua kelompok pasukannya yang telah membaca dua kalimat syahadat. Imam Mahdi merasa heran dan bertanya-tanya dalam hati, karena melihat semua pasukannya menangis tersedu-sedu dan terharu. Imam Mahdi bertanya kepada mereka, “ Wahai pasukanku, kenapa kalian menangis haru ?”, mereka menjawab, “kami sangat terharu, karena kami melihat dan menyaksi-kan wajah Imam Mahdi ternyata sama dengan wajah Muhammad rasul ALLAH”. Dengan senyum yang penuh kharisma Imam Mahdi berkata, “ Wajah kami sama karena diserupakan, tapi tugas kami berbeda. Nabi Muhammad menyampaikan Alqur’an, Imam Mahdi yang membenarkan Al Qur’an. Semua wajah hamba adalah sama karena diserupakan. Hanya wajah TUHAN yang tidak bisa di serupai. Dia Tunggal, Ahad, Esa, Sendiri. Bila nabi Muhammad berbaju kuning, itu berarti “ Cahaya Muhammad ”. Jika berbaju putih, itu berarti “ Cahaya ALLAH ”. Cahaya Muhammad satu kesatuan dengan cahaya ALLAH. Cahaya Muhammad Larut dan Lebur di dalam Cahaya ALLAH”.

Imam Mahdi bersama pasukannya menuju Mekkah dengan menggunakan bus Saptco. Beliau miqat di Bir Ali. Imam Mahdi dan pasukannya melaksanakan tawaf, sai, wukuf di Arafah, mabit di Musdhalifah dan melontar jumrah di Mina. Setelah melaksanakan ibadah haji, Imam Mahdi mengumpulkan pasukannya dan berkata, “Tinggallah kalian dikampung halamanku ini. Hari ini telah sempurnah ke islamanmu. Di Masjidil Haram ini, kalian harus belajar Alqur’an dan fahami hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya. Disuatu waktu, Aku akan perintahkan kalian melaksanakan Tugas Suci. Hari ini Aku akan kembali ke negeri kelahiranku, Indonesia,”.

Salah satu dari jin islam itu bertanya, “Bilamana kapankah kami dapat berjumpa kembali dengan Imam kami”. Dengan bijak Imam Mahdi menjawab, “Kita tidak akan berjumpa lagi. Aku akan perintahkan kalian dari jarak jauh dengan menggunakan sarana telekomunikasi canggih. Di Indonesia, Aku sangat sibuk mengatur dan men-jaga keseimbangan. Manusia Indonesia merasa diri hebat-hebat dan pintar-pintar. Biarlah Aku perlihatkan kepada mereka bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pembual yang bodoh “. Imam Mahdi terdiam sejenak. Beliau menatap dalam-dalam semua pasukannya. Setelah menarik nafas panjang, beliau melanjutkan lagi per-kataannya, dengan menyampaikan pesan Al Qur’an sebagai berikut :

* Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya ?. Dan ALLAH menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dialah Yang Maha Cepat hisab-Nya. (13 : 41).

Imam Mahdi berkata : “Kami datang ke negeri Indonesia sejak tahun 1996. Kami kurangi negeri ini dari tepi-tepinya. Pulau Sipadan dan pulau Ligitan, kami ambil dan berikan kepada Malaysia. Timor-Timur, kami ambil dan serahkan kepada rakyat Timor Leste. Daerah-daerah propinsi, kami ambil dari tepinya dan terbentuklah propinsi baru. Daerah-daerah kabupaten, kami ambil dari tepinya dan terbentuklah kabupaten baru. Daerah kota, kami ambil dari tepinya dan terbentuklah kota-kota baru. Daerah kecamatan, kami ambil dari tepinya maka terbentuklah kecamatan baru, dst, dst… Hanya mereka saja yang tidak menggunakan akalnya sehingga tidak mempelajari tanda-tanda, isyarat- isyarat Alqur’an bahwa Imam Mahdi berada di Indonesia. Itulah yang membuktikan bahwa mereka bodoh”.

KAFIR, memiliki arti ganda yaitu : tidak percaya kepada ALLAH dan menjijikkan. Makna kedua yaitu “Menjijikkan” lebih tepat ditujukan kepada orang Indonesia; karena sosok yang diperjanjikan oleh TUHAN sudah ada disekitar mereka, namun mereka belum mengetahuinya. Menjijikkan, karena mereka tidak mempelajari tanda-tanda zaman dan semua fenomena alam yang terjadi. Menijijikkan, karena mereka berbuat melampaui batas di depan mata AL MAHDI.

Tahun 2005, Imam Mahdi ke Ambon untuk menghapus rasa permusuhan diantara dua golongan ummat yang sesungguhnya mereka itu bersaudara. Tiga tahun kemudian, Imam Mahdi datang lagi ke kota Ambon, kemudian Dia menyeberang ke Tulehu lalu menyeberang lagi ke pulau Seram, selanjutnya ke Waraka, Waipia dan Makariki. Di perkampungan itu, Imam Mahdi membunuh ular. Sekembalinya dari Maluku, Imam Mahdi melanjutkan perjalanannya ke Sulawesi Selatan. Di Kota Pare-pare dan Kabupaten Sidrap, Imam Mahdi mendirikan Tower Pemancar, sebagaimana yang Dia janjikan kepada pasukannya. Alat ini digunakan oleh Imam Mahdi untuk memperlancar tugas-tugas dan pekerjaannya. Dengan alat itu pula, Imam Mahdi memerintahkan pasukannya untuk bergeser dari Masjidil Haram ke Tunisia. Setelah Zainal Abidine Ben Ali berhasil digulingkan, Imam Mahdi memerintahkan pasukannya untuk masuk ke Mesir membangunkan Fir’aun. Dulu Fir’aun menuhankan dirinya, kemudian Musa menenggalamkannya di Laut Merah. Sebelum meninggal, Fir’aun bersaksi, :

Saya percaya tidak ada TUHAN melainkan TUHAN yang dipercayai oleh Bani Israil dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri “. (10 : 90).

Jasad Fir’aun diawetkan dan disimpan di Museum Mesir (10 : 91). Jiwa Fir’aun tidak mati dan tidak berada di Alam Barzah. Jiwa Fir’aun di tidurkan di dalam jasadnya sendiri.

Sosok Fir’aun adalah sosok yang fonomenal yang pernah diciptakan TUHAN Semesta Alam. Segala perilaku dan perbuatan Fir’aun berkaitan dengan proses Penciptaan TUHAN Semesta Alam. Memahami Fir’aun hanya dari sisi perlawanan-perlawanan dia terhadap nabiullah Musa AS tanpa mau memahami bagaimana akhir dari perlawanan-nya sebagaimana ayat diatas, maka hal tersebut dianggap memahami persoalan hanya dengan “ Sebelah Mata ”.

ALLAH yang menurunkan dan menjaga Al Qur’an hingga akhir zaman. Itu berarti semua ayat - ayat Alqur’an tetap berlaku hingga akhir zaman. Membuktikan KEBENARAN Alqur’an hanya bisa dilakukan dengan menggunakan AKAL. Bila kita hanya menggunakan KEYAKINAN, maka Alqur’an itu dianggap menceritera-kan masa yang lalu saja. Memahami Alqur’an dengan cara seperti itu dianggap memahaminya hanya dengan “Sebelah Mata” saja atau buta.

* Dan barang siapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) (17 : 72)

Seperti contoh pada Surah Yasin (36 : 82) yang artinya :

* Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : Jadilah !, maka terjadilah ia.

* Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu, apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya : “Kun (jadilah)” maka jadilah ia. (16.40)

Akal akan bertanya “Apakah hanya dengan berkata seperti itu saja jika TUHAN Men-cipta ?”. Keyakinan menjawab, “Memang hanya dengan berkata KUN FA YA’ KUN saja, maka semuanya tercipta karena secara prinsip Dia TUHAN Semesta Alam !”. Akal bertanya lagi, “Kalau begitu, apakah arti Semesta Alam !”. Keyakinan tidak bisa menjawab. Andaikan keyakinan bisa menjawab, maka jawabannya itu tiada lain hanya rekaan-rekaan saja; dengan kata lain dusta !!, Sebab TUHAN sengaja merahasia-kannya.

Al Qur’an mengingatkan kita dengan ayat sebagai berikut :

* Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan ALLAH. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap ALLAH). (6 : 16)

* Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai Kebenaran. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (10 : 36)

Hanya satu jalan dan hanya satu cara untuk mencapai Kebenaran yaitu “GUNAKAN AKAL !!!”.

* Adakah orang yang mengetahui, bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari TUHANmu itu benar sama dengan orang yang buta ?. Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran (13 : 19)

KUN FA YA’ KUN artinya “Jadilah Maka Terjadilah ia”. Makna KUN FA YA’ KUN yang sebenarnya justru bersembunyi didalam kata “MAKA”. Makna KUN FA YA’ KUN yang sebenarnya adalah ALAM SEMESTA. Makna Alam Semesta yang sebenarnya adalah 4 (Empat) alam yaitu :

1. KUN, yang artinya Alam Gaib yaitu Alam RUH

2. FA, yang artinya Alam Nyatanya Gaib yaitu Alam Kandungan

3. YA’, yang artinya Alam Nyata yaitu Dunia Nyata ini

4. KUN, yang artinya Alam kembali ke Gaib yaitu Alam Barzah.

Sebelum manusia ada di muka bumi ini, mereka semua berada disebuah Alam yang disebut Alam RUH. Alam ini disebut Gaib (KUN). Tidak ada manusia yang mengetahui alam ini. TUHAN berada di Alam ini.

* Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku hanya mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (2 : 186)

* Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah : “Ruh itu termasuk urusan TUHAN-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

(17 : 85)

Mau diajarkan bagaimanapun tidak ada manusia yang bisa mengetahui tentang alam ruh (gaib) sebagaimana tidak adanya manusia yang bisa mengetahui dimana dirinya sebelum dia berada di dunia ini. Akal manusia tidak akan mungkin bisa menjangkau alam itu. Semua yang dikatakan oleh para ahli tentang ruh, hanyalah rekaan-rekaan dan kebohongan semata. Satu-satunya bukti nyata bahwa manusia hidup karena adanya “ruh” di dalam diri kita ini adalah karena adanya nafas. Bagaimana wujud nafas yang sebenarnya, tidak ada satupun manusia yang bisa mengetahuinya. Satu-satunya cara yang bisa dibuktikan oleh akal manusia bahwa ALLAH dekat dengan manusia itu dan ALLAH berada di alam ruh adalah dengan memahami secara aqliyah ( akal ) bahwa nafas yang kita hirup ini adalah AL dan nafas yang kita hembuskan keluar adalah LAH, kemudian kita hirup lagi (AL) lalu dihembuskan (LAH) lalu dihirup (AL) hembuskan lagi (LAH) begitu seterusnya sampai nafas terhenti. Manusia mati !! atau meninggal dunia.

Apakah nafas manusia telah menyebut AL dan LAH, ketika manusia ADAM dicipta-kan ?. TIDAK !!!. BELUM !!!.

Sebutan AL dan LAH mengikuti irama nafas manusia di ciptakan oleh TUHAN Semesta Alam pada masa kenabian dan kerasulan Yunus Alaihissalam. AL Qur’an menyebut nabi Yunus dengan sebutan ZUN NUN. Sebutan itu adalah Ilmu Penciptaan yang sengaja di rahasiakan oleh TUHAN, sebagaimana sebutan KUN, FA, YA’, dan KUN. Alqur’an menamakan sebutan-sebutan ini sebagai ayat mutasyabihat; makna-nya hanya ALLAH yang mengetahui artinya.

Makna ZUN yang sebenarnya adalah : MASUKLAH dan makna NUN yang sebenar-nya adalah : KELUARLAH. Bahwa sebutan ZUN NUN ditujukan kepada nabi Yunus adalah disebabkan karena nabi Yunus dijadikan TUHAN sebagai obyek-Nya didalam merealisasikan rencana penciptaan-Nya.

Semua nabi - nabi dan rasul - rasul sangat menyadari siapa diri mereka yang sesungguhnya, bahwasanya mereka itu hanyalah hamba yang dijadikan obyek oleh TUHAN didalam melaksanakan segala rencana-rencana penciptaan-Nya. Ini berlaku juga pada diri nabi Muhammad, beliau tahu dan sangat menyadari bahwa dirinya hanya seorang hamba yang dijadikan obyek oleh TUHAN didalam penciptaan akal. Manusia disebut melakukan perbuatan yang melampaui batas bila melakukan pengkultusan dan pemujaan yang berlebih-lebihan terhadap Muhammad. Manusia itu disebut manusia yang bodoh, buta dan tidak berakal.

* Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin ALLAH; dan ALLAH menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (10 : 100).

Nabi Yunus melaksanakan missi kerasulannya selama berpuluh-puluh tahun, namun dia hanya mendapat pengikut dua orang saja. Yunus merasa kesal dan putus asa. Dia memohon kepada TUHAN-nya agar segera diturunkan bencana kepada ummatnya. TUHAN meminta agar Yunus bersabar selama 40 hari 40 malam. Pada hari ke – 37, Yunus melihat gumpalan-gumpalan awan-awan hitam mengarah mendekati negeri-nya, pertanda bencana sudah akan di turunkan. Takut terkena dampak bencana, Yunus berlari menuju pantai. Yunus menaiki perahu meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah. Yunus ingin menyeberang lautan; akan tetapi dalam perjalanan, perahu yang ia tumpangi hampir tenggelam karena sarat penumpang. Nakhoda perahu membuang Yunus ditengah lautan, kemudian datanglah seekor ikan paus menelannya.

* Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeruh dalam keadaan yang sangat gelap “Bahwa tidak ada TUHAN selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (21 : 87).

Setelah menyebut kalimat, “Tidak ada TUHAN selain Engkau, Maha Suci Engkau”, maka ikan paus yang membawa Yunus memuntahkannya dipinggir pantai. Yunus disambut oleh ummat yang jumlahnya seratus ribu orang lebih. Mereka semua disadarkan oleh bencana yang hampir saja menimpa mereka.

Tujuan TUHAN memasukkan nabi-Nya ke dalam perut ikan paus adalah untuk MENCIPTAKAN zikir/sebutan AL-LAH melalui nafas manusia. Yunus masuk ke perut ikan, tempat yang sempit dan sangat gelap. AL yang kita hirup masuk kedalam dada manusia, tempat yang sangat sempit dan sangat gelap dan menyeru “Tidak ada TUHAN selain Engkau. Maha Suci Engkau”, kemudian nafas itu dihembuskan kembali oleh manusia dengan sebutan LAH. Begitulah rotasi perputarannya.

Berangkatnya Yunus pada hari ke-37 membawa hikmah bahwa pada hari ke 37, janin di dalam kandungan sudah memasuki proses peniupan (perpindahan) nafas dari ibunya ke janinnya. Pada hari ke 40, janin tersebut mulai bisa bernafas. Setiap bayi yang lahir dibumi ini, lahir dalam keadaan suci. Maknanya adalah karena bayi itu bernafas dengan menyebut AL-LAH. Membunuh seorang manusia tanpa sebab yang jelas, dianggap membunuh seluruh ummat manusia. Sebab seluruh manusia yang bernafas sama-sama menyebut AL-LAH.

Kemanakah ruh setelah manusia meninggal dunia ?, karena ruh adalah AL - LAH (Nafas), maka tentu saja kembali ke sisi ALLAH. TUHAN Mencipta ruh hanya satu kali saja, yaitu hanya pada Adam kemudian dari Adam dipindahkan ke Hawa (Eva) lalu dari Hawa di pindahkan ke putra – putrinya lewat proses kehamilan. Setelah Adam meninggal, ruhnya kembali ke TUHAN kemudian diturunkan kembali secara khusus kepada semua nabi-nabiNya dan rasul-rasulNya untuk proses penciptaan TUHAN berikutnya sampai dengan diciptakannya akal lewat medianya nabi Muhammad SAW.

Ruh Hawa (Eva) dan anak-anaknya setelah meninggal, maka ruhnya tidak kembali langsung kepada TUHAN akan tetapi kembali kepada ALLAH. Ruh mereka tidak kembali ke TUHAN disebabkan karena ruh mereka sudah dicemari, dikotori oleh nafsu (iblis). Sama dengan nafas, ruh tersebut bersifat masuk dan keluar, naik dan turun dan begitu seterusnya sehingga manusia bisa sebanyak ini.

Masa perputarannya untuk sampai lagi ke bumi adalah setiap Enam Generasi. Doktrin agama islam tidak mengakui adanya reinkarnasi, akan tetapi doktrin reinkarnasi di imani atau di yakini oleh pemeluk agama bumi ( hindu, budha, shinto, konghuchu, dsb,..)

Doktrin agama islam adalah Benar apabila kita melihatnya secara wujud lahiriahnya atau secara jasad. Doktrin agama islam menjadi Salah jika diperhadapkan dengan teori Evolusi Manusia. Charles Darwin mengatakan : “ Manusia dulunya seperti Kera (monyet) dengan empat kaki ”. Bukti-bukti arkeologis (akal) mendukung kebenaran teori itu. Berarti iman orang yang beragama “Bumi” secara Alqur’an adalah “Benar”. Bukan doktrin islam yang salah akan tetapi ummat islam yang hanya memiliki keyakinan buta terhadap agamanya dan tidak memahami Alqur’an dengan akalnya.

* Mengapa kamu Kafir kepada ALLAH, padahal kamu tadinya mati. lalu ALLAH menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan (2 : 28)

* Hai manusia, Sembahlah TUHANmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa (2 : 21)

Kedua ayat diatas sudah cukup untuk membuka akal manusia, bahwa reinkarnasi “Ruh” setiap enam generasi itu sesungguhnya adalah Benar. Demikian pula, untuk mendukung teori evolusi Darwin yang telah dibuktikan oleh akal manusia dengan bukti-bukti temuan arkeologis, maka secara Alqur’an dapat dibuktikan dengan ayat sebagai berikut :

* Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, “ Jadilah kamu kera yang hina ”. (2 : 65)

* Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya “Jadilah kamu kera yang hina”.

Secara implisit (tersirat) TUHAN ingin menyampaikan pesan, bahwa sesungguhnya dulu manusia seperti kera yang hina. Karena hasil evolusi sehingga manusia bisa menjadi makhluk yang berakal. Yang berevolusi bukan jasad, tapi ruh manusia. Sebagai manusia yang memiliki akal, pernahkah kita berfikir bagaimana TUHAN menciptakan binatang untuk yang pertama kali ???. Bukankah binatang itu juga bernafas ??. Itu berarti binatang juga memiliki ruh !!.

TUHAN Yang Maha Bersih tidak pernah menciptakan binatang secara langsung. Binatang tercipta dari hasil evolusi ruh manusia.

Dalam Penciptaan Awal, yang pertama-tama diciptakan TUHAN adalah BayanganNya Sendiri. Bayangan itu disebut dengan nama ALLAH. Bila bayangan itu bersosok dan berwujud, maka sosok atau wujud itu disebut dengan nama NABI HIDIR. Bayangan ini tunduk dan taat (sifat menurut) pada Pemilik Bayangan tersebut. Tidak ada yang bisa sampai kepada TUHAN. Semua manusia hanya sampai kepada Bayangan-Nya. Jika bayangan-Nya dinamakan ALLAH atau didalam sosok Gaib dinamakan NABI HIDIR, maka secara akal sehat kita akan membenarkan jika Pemilik Bayangan tersebut (TUHAN) juga memiliki sebuah Nama.

Hai Manusia !!!, Nama TUHAN kamu yang sesungguhnya adalah AL HIDIR. DIA- lah TUHAN Yang Maha Pencipta !!!, DIA-lah TUHAN Semesta Alam !!!.

* ALLAH menyatakan bahwasanya tidak ada TUHAN ( yang berhak disembah ) melainkan DIA. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu ( juga menyatakan yang demikian itu ). Tak ada TUHAN ( yang berhak disembah ) melainkan DIA, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (3 : 18).

* ALLAH berfirman : “Janganlah kamu menyembah dua TUHAN; sesungguhnya DIA-lah TUHAN Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut”. (16 : 51)

AL HIDIR (TUHAN) dalam mencipta tidak pernah berinteraksi langsung dengan hasil ciptaan-Nya. AL HIDIR selalu diantarai oleh ALLAH sebagai bayangan-Nya. Tidak semua manusia mengenal nama ALLAH. Hanya orang nasrani dan orang yang ber-agama islam saja yang menyebut ALLAH sebagai TUHAN. Agama-agama lain seperti hindu, budha, ma’juzi, shinto, konghuchu, dsb,, tidak mengenal nama ALLAH, tapi mereka tahu dan meyakini adanya TUHAN.

Karena itu, janganlah ummat islam seenaknya mengatakan ummat lain sebagai orang kafir karena tidak mau mengakui ALLAH adalah TUHAN. Memang, ALLAH bukan TUHAN. ALLAH hanyalah bayangan TUHAN. Manusia bisa berbeda pendapat tentang ALLAH, tapi manusia tidak mungkin bisa berbeda pendapat tentang adanya TUHAN. Bahwa tata cara penyembahan manusia lain dengan ummat islam berbeda; bukan berarti mereka-mereka itu “salah” kemudian begitu mudahnya kita menyebut mereka itu kafir dan masuk neraka !!.

Dihadapan TUHAN, kedudukan ummat islam adalah sama saja dan sejajar dengan ummat beragama lainnya. Semua shalat dan ibadah yang dilakukan oleh ummat islam semua hanya sampai kepada ALLAH dan manfaat kebaikannya terpulang kembali kepada yang melakukannya. Hal ini juga berlaku bagi ummat agama lainnya. Ritual penyembahannya hanya sampai kepada ALLAH dan kebaikannya kembali berpulang untuk diri mereka sendiri. Semua amal ibadah seluruh ummat manusia belum ada yang sampai kepada TUHAN, karena tidak ada manusia yang mengetahui bahwa Nama TUHAN sesungguhnya adalah AL HIDIR.

Semua agama adalah sama. Tidak ada yang benar, tidak ada yang salah. Tidak ada yang diuntungkan, tidak ada yang dirugikan. Nanti di hari kiamatlah baru amal ibadah manusia disempurnakan, karena pada hari itulah baru manusia me-ngetahui, mengenal dan membenarkan bahwa sesungguhnya TUHAN manusia hanyalah satu yaitu AL HIDIR. Pada hari itulah TUHAN memperlihatkan Diri-Nya sebagai TUHAN yang Mawujud, kemudian menyempurnakan amal ibadah manusia sebagai hamba-hamba yang DIA Ciptakan.

* Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang yahudi, orang-orang nasrani dan orang - orang shabi’in ( seluruh agama - agama, dan aliran - aliran kepercayaan, faham - faham, dsb..) siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada ALLAH, mereka akan menerima pahala dari TUHAN mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (2 : 62)

* Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan di masukkan kedalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (3 : 185)

* Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang yahudi, orang-orang nasrani, orang-orang majusi dan orang-orang musyrik, ALLAH akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya ALLAH menyaksikan segala sesuatu. (22 : 17)

Adalah Hak Mutlak TUHAN dan Kewenangan DIA Sendiri untuk menentukan siapa yang DIA masukkan ke neraka dan siapa yang akan DIA masukkan ke surga. Secara yuridis formal, akal kita membenarkan kewenangan itu sebab selama hidup didunia tidak ada manusia yang tahu bahwa AL HIDIR adalah TUHAN yang sebenar-benarnya. Manusia juga tidak bersalah kalau mereka tidak tahu, karena AL HIDIR tidak menghendaki manusia tahu. AL HIDIR sengaja merahasiakan Nama-Nya. AL HIDIR tidak menginginkan ada manusia yang me-nyamai nama-Nya. Hanya DIA Sendiri yang memiliki Nama itu. Dari awal hingga akhir AL HIDIR senantiasa tetap Bersih dalam Kesucian-Nya dan Suci dalam Kebersihan-Nya.

Firman-firman TUHAN tentang Penciptaan Awal yang berkisah tentang malaikat, iblis, Adam, Hawa dan khuldi adalah bahasa-bahasa di Alam Ruh yang berkaitan dengan penciptaan awal. Bukanlah bahasa nyata atau sebagaimana kenyataannya. Pada diri manusia yang berakal, bahasa itu dapat dimaknai sebagai bahasa atau percakapan-percakapan didalam ide manusia terhadap gagasan-gagasan akan sesuatu rencana.

* Ingatlah ketika TUHANmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi “…. (2 : 30)

* Dan (ingatlah), ketika TUHANmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (15 : 28)

Manusia yang berakal dapat mengambil Hikmah bahwa ayat diatas berhubungan dengan rencana, ide atau gagasan AL HIDIR. Sesuatu yang belum bersifat nyata atau masih gaib (KUN).

Dalam Mencipta, AL HIDIR tidak memiliki sekutu. Makna kalimat berfirman kepada para malaikat adalah : Kata “Para” menandakan jamak berarti lebih dari satu. Atau bisa juga berarti banyak. Malaikat yang dimaksud pada ayat ini adalah “Bintang”. Karena kata “para” berarti jamak atau banyak, berarti banyak bintang. Makna “banyak bintang” yang dimaksud sebenarnya adalah “GUGUSAN BINTANG – BINTANG”. Manusia menjadikan bintang sebagai petunjuk awal dalam dunia peramalan dan dunia pelayaran. Sebelum manusia melaksanakan sebuah rencana, ALLAH memberi petunjuk pada manusia yang disebut dengan GAGASAN IDE-IDE. Gagasan ide-ide terhimpun menjadi satu kesatuan yang disebut dengan nawaitu (niat).

* Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu kemudian Kami katakan kepada para malaikat “bersujudlah kamu kepada Adam” maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (7 : 11).

Sebagai manusia yang memiliki akal, tentu akal kita tidak bisa menerima kalau di katakan malaikat bersujud kepada Adam. Kenyataannya memang begitu. Makna ayat diatas sesungguhnya adalah : AL HIDIR Menciptakan TANAH, dimana tanah itu memiliki Sifat PENURUT. Kenyataannya memang begitu, sampai hari ini Tanah menurut kepada manusia, entah mau ditanami apa dan mau dibuat apa dan diapakan oleh manusia.

* ALLAH berfirman, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu ?”. Menjawab iblis, “Saya lebih baik dari padanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (7 : 12)

Sebagai manusia yang memiliki akal, tentu akal kita tidak bisa menerima kenyataan ayat diatas bahwa iblis berwujud dan berani membantah secara langsung kepada ALLAH yang telah menciptakannya. Kenyataannya memang begitu, Iblis tidak berwujud dan tidak pernah membantah ALLAH. Makna sesungguhnya ayat diatas adalah AL HIDIR menciptakan MATAHARI. Kenyataannya memang matahari tidak pernah tunduk kepada tanah (bumi). Dalam keadaan apapun matahari tetap bersinar, meskipun kadang-kadang sinarnya dihalangi oleh mendung dan mendung sebagai pertanda akan turun hujan; mendung bisa terjadi sebagai akibat karena adanya panas matahari. Ilmu pengetahuan (akal) memang telah membuktikan bahwa Matahari adalah Bola Api Raksasa.

* ALLAH berfirman, “Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. (7 : 13)

Sebagai manusia yang berakal, tentu akal kita tidak bisa menerima suatu kenyataan bahwa sosok iblis pernah tinggal di surga, lagi pula akal kita sama sekali buta bagaimana sebenarnya keadaan surga ketika itu pada saat Penciptaan Awal. Kenyataannya memang begitu, iblis tidak pernah tinggal di surga dan surga belum ada. Sesungguhnya makna ayat tersebut adalah; AL HIDIR menciptakan Sifat Melawan. Sifat melawan itu tidak diciptakan dari api akan tetapi dikeluarkan dari Sifat Menurut. Kenyataannya; Orang-orang yang memiliki sifat melawan adalah orang-orang yang menyombongkan diri. Mereka itulah yang disebut orang-orang yang hina. Kenyataan membuktikan dan akal membenarkan; betapapun sombongnya seseorang apabila telah di perhadapkan dengan satu keadaan atau kenyataan, maka pada akhirnya orang yang melawan itu akan kembali kepada dasar penciptaannya yaitu Sifat Menurut.

* Iblis menjawab, “Beritangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. (7 : 14)

Makna ayat diatas sesungguhnya adalah : AL HIDIR membiarkan Matahari menyinari Bumi sampai Hari Kiamat.

* ALLAH berfirman, “ Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh ”. (7 : 15)

Makna ayat diatas sesungguhnya adalah : Penegasan AL HIDIR membiarkan Matahari bersinar terus sampai waktu yang ditentukan.

* Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus”. (7 : 16)

Makna ayat diatas adalah : Selama matahari masih bersinar, maka selama itu pula manusia tidak mungkin bisa mengetahui jalan menuju TUHAN atau mengetahui bahwa AL HIDIR adalah Nama TUHAN.

* Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (2 : 17).

Makna ayat diatas secara akal sehat adalah : Al HIDIR menciptakan manusia yang dikuasai oleh sifat-sifat melawan.

* ALLAH berfirman, “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa diantara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka jahannam dengan kamu semuanya”. (7 : 18)

Makna ayat diatas adalah; tentang Rencana AL HIDIR yang nantinya akan Menciptakan Neraka Jahannam dengan cara : matahari (bola api raksasa), dimana nafsu manusia bersama sifat-sifat melawannya menjadi satu kesatuan dengan matahari, kemudian diturunkan ke dalam tanah (perut bumi). Makna kata “Keluarlah” adalah wujud nyata matahari dipisahkan dengan bayangan gaibnya. Bayangan gaib (neraka) sudah tersimpan jauh dibawah tanah yang kita pijak ini, sebagai cikal bakal neraka. Neraka akan jadi nyata bila matahari telah bersatu dengan bayangannya di bawah tanah ini. Kedalaman neraka yang ada di bawah tanah, sama jaraknya antara tanah dengan matahari diluar angkasa. Hanya AL HIDIR yang mengetahuinya secara pasti. Akal manusia hanya bisa menyimpulkan bahwa pemanasan global yang terjadi sekarang ini menandakan bahwa matahari semakin turun mendekati bumi.

* (Dan ALLAH berfirman), “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”. (7 : 19).

Makna ayat diatas sesungguhnya adalah : AL HIDIR menciptakan Bulan. Wanita identik dengan bulan. Akal manusia dapat menerima, karena kenyataannya semua wanita selalu menyebut kedatangan bulan sebagai bahasa simbolik keadaan masa haid mereka. Di dalam sinar bulan ada bayangan bumi berwarnah kecoklatan. Itu disebabkan karena Bulan diciptakan oleh AL HIDIR dari tanah yang dicampur satukan dengan sifat-sifat melawan (matahari). Karena adanya pencampuran sifat tersebut, maka matahari menarik bulan menjauhi tanah. Selama bulan masih bersinar, maka manusia tetap berkembang biak sebab wanita tetap kedatangan bulan.

* Maka syaitan membisikkan fikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata, “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. (7 : 20)

Ayat-ayat sebelumnya menyebut kata iblis dan ayat diatas menyebut syaitan. Akal sehat kita tentu perlu memikirkan, apakah iblis dan syaitan itu sama dan apakah keduanya mawujud di dalam surga kemudian melakukan bantahan-bantahan nyata dan bujukan-bujukan yang bertentangan dengan apa yang dikehendaki ALLAH ?.

Penyebutan kata iblis, adalah berkaitan dengan Penciptaan Matahari (bola api raksasa). Dan AL HIDIR Menciptakan Sifat Melawan, bukan berarti sifat itu diciptakan agar nantinya manusia melawan AL HIDIR. Sifat melawan itu agar manusia bisa melawan dirinya sendiri. Sifat melawan itu adalah “Semangat dan Kemauan”. Dengan semangat itu manusia bisa melawan perasaan malas dan masa bodoh. Dengan semangat itu, manusia memiliki kemauan untuk mempertahankan hidup dan berkem-bang biak. Dengan semangat itu manusia bisa mengembangkan pengetahuannya, inovasi dan kreatifitasnya sendiri, dst…

Akal sehat kita tidak bisa menerima kenyataan bila dikatakan pohon khuldi itu adalah sebuah pohon yang ditanam di surga. Kenyataannya memang begitu, khuldi bukanlah sebuah pohon. Sebutan khuldi adalah berkaitan dengan Rahasia Penciptaan AL HIDIR, bahwa sesungguhnya yang dimaksud khuldi itu adalah NAFSU.

Sebutan pohon adalah alat kelamin laki-laki yang sedang ereksi. Bahwa AL HIDIR melarang Adam mendekati pohon itu dimaksudkan sebagai sebuah Pernyataan Sikap dari AL HIDIR bahwa meskipun nafsu itu DIA yang ciptakan akan tetapi DIA Suci dari Nafsu. DIA hanya Pencipta, tapi manusia ( Adam ) sebagai Pengguna.

Sebutan “ syaitan ” pada ayat diatas bukan berarti syaitan ada saat itu dan betul - betul dia mawujud. Kata “Syaitan” adalah berkaitan dengan Rahasia Penciptaan AL HIDIR bahwa yang dimaksud dengan kata Syaitan sesungguhnya adalah BIRAHI (SEX). Penyebutan kata “syaitan” adalah sebuah Pernyataan sikap Tegas dan Keras AL HIDIR, bahwa meskipun DIA yang menciptakan “Birahi (Sexual)” akan tetapi bila Adam (manusia) dirasuki “birahi” maka AL HIDIR tidak terlibat di dalamnya. Manusia yang berakal tentu akan membenarkan dan membuktikan dengan Akal sehatnya sendiri bahwa jika manusia telah dirasuki “birahi” maka manusia itu akan lupa diri. Jika manusia telah lupa diri tentu lebih-lebih lagi lupa akan TUHAN-nya. Pada ayat tersebut diatas itulah, AL HIDIR Menciptakan semua itu.

* Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya “ sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua ”. (7 : 21)

Ayat diatas lebih mempertegas dan lebih memperkeras Pernyataan AL HIDIR bahwa DIA sangat-sangat jauh dari “Birahi” karena AL HIDIR sebagai Pencipta sangat-sangat jauh dari “birahi” yang DIA ciptakan, maka tentu “birahi” itu sangat-sangat dekat dengan penggunanya (manusia). Manusia yang berakal sehat dapat menerima dan membuktikan kebenarannya bahwa manusia yang sudah dalam keadaan amat sangat-sangat terangsang oleh “birahi” maka PASTILAH manusia memiliki kehendak mutlak untuk segera melampiaskannya.

* Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan di keluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, “Turunlah kamu !, sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. (2 : 36)

Menyimak ayat di atas, bagi manusia yang berakal akan mengatakan kalimatnya sangat halus, maknanya sangat luas dan normatif; dengan kata lain tidak konkrit. Bahasa pada ayat di atas adalah bahasa AL HIDIR yang diselimuti Cahaya ALLAH sebagai Bayangan-Nya, sehingga AL HIDIR menyebut diri-Nya dengan kata Kami. Bandingkan dengan bahasa AL HIDIR tanpa dilapisi Cahaya ALLAH sebagai Bayangan-Nya.

* Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemu-dian TUHAN mereka menyeru kepada mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu : “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua”. (7 : 22)

Bahasa pada ayat diatas adalah bahasa yang digunakan oleh AL HIDIR dalam rahasia Penciptaan-Nya. Ada tiga ayat (7 : 20-21-22) yang menceriterakan masalah pohon kayu itu (khuldi). Manusia yang berakal dapat menerima dengan akal sehatnya dan membuktikan secara nyata Kebenaran AL HIDIR yang telah Menciptakan nafsu birahi pada tiga tumpuan utama berdasarkan ketiga ayat-ayat diatas. Bila laki-laki dan perempuan secara berdua-duaan berhasrat mendekatkan dirinya kepada pohon kayu itu (birahi), maka tumpuan pertama pada ciuman mulut (7 : 20). Pohon kayu (alat kelamin) laki-laki sudah ereksi. Tumpuan birahi yang ke dua ada pada buah dada perempuan (7 : 21). Jika keduanya telah berada pada tumpuan yang kedua, maka otomatis akan sampai pada tumpuan yang ke tiga (7 : 22) yaitu melakukan “persetubuhan”. Manusia yang berakal sehat dapat menerima kenyataan bahwa pada tumpuan pertama kesadaran menjauh dan hasrat birahi mendekat. Pada tumpuan kedua; Kesadaran bertambah jauh dan hasrat birahi menyatu dalam diri kedua manusia. Pada tumpuan kedua ini, pihak wanita sudah merasakan nikmatnya buah khuldi pada tingkat yang pertama. Pada tumpuan yang ketiga; Kesadaran sudah tidak ada lagi karena pohon kayu yang keras, sudah beraksi memperlihatkan ke-kuatannya. Akhir dari pencapaian tumpuan ketiga adalah wanita merasakan khuldi dengan kenikmatan yang tinggi, setinggi bulan. Sementara pihak laki-laki hanya merasakan nikmat pada tingkat yang pertama.

Pada ayat (7 : 19) dan (2 : 35), AL HIDIR berseru atau berkata pada Adam akan tetapi pada hakekatnya ayat-ayat yang menyangkut jangan mendekati pohon kayu itu ” di tujukan kepada istrinya (Hawa). AL HIDIR tidak bisa dekat dan tidak bisa berkata-kata secara langsung dengan perempuan. AL HIDIR musti diantarai oleh Adam. Seperti halnya ketika AL HIDIR mau menciptakan nabi Isa AS, AL- HIDIR tidak berkata-kata langsung dengan Maryam, karena Maryam adalah seorang wanita. AL HIDIR diantarai oleh malaikat-malaikatNya ketika AL HIDIR Menciptakan Isa AS.

AL HIDIR Menciptakan nafsu birahi pada diri Hawa dengan perantaraan Adam. Kemudian AL HIDIR mengatakan “ jangan dekati pohon kayu itu ”. Manusia yang memiliki akal sehat dapat membuktikan dengan akal sehatnya kenyataan akan kebenaran AL HIDIR; apabila melihat wanita yang sangat malu kepada laki-laki, takut mendekati laki-laki karena sangat menjaga harga diri, kesucian dan kehormatannya atau keperawanannya kecuali kepada laki-laki yang dicintainya atau suaminya sendiri. Jika ada wanita yang memiliki kebebasan mendekati pohon kayu tanpa batas dengan melanggar norma-norma agama dan etika masyarakat, maka wanita itu disebut sebagai syaitan. Tidak seorang syaitan mendekati pohon kayu, melainkan pohon kayu itu milik laki-laki yang bodoh karena laki-laki itu telah memberi kenikmatan tingkat tinggi pada syaitan, sementara yang akan dimintai pertanggungjawaban adalah laki-laki. Kenikmatan yang dirasakan oleh wanita syaitan adalah kenikmatan sesaat yang berakhir pada kesengsaraan, penyesalan dan derita hidup yang berkepanjangan.

* Keduanya berkata : “Ya TUHAN kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi nikmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (7 : 23)

Ayat diatas adalah Rahasia Penciptaan AL HIDIR. Bahwa AL HIDIR telah men-ciptakan “Rasa Sayang” pada diri Hawa. Rasa senasib sepenanggungan. Manusia yang berakal sehat dapat membenarkan dengan pikirannya bahwa setelah “berhubungan” maka dipihak wanita akan tumbuh perasaan “sayang” yang sangat mendalam terhadap laki - lakinya. Ini disebabkan karena Pohon Kayu telah di “Kasih” oleh pihak laki-laki kepada pihak wanita. KASIH adalah milik laki-laki dan SAYANG adalah milik wanita. Setelah bersatu, tumbuhlah benih KASIH SAYANG. Manusia yang berakal sehat dapat membuktikan sendiri, apa yang telah diciptakan oleh AL HIDIR; bahwa setelah melakukan “hubungan” maka tumbuhlah perasaan dekat satu sama lain, juga perasaan senasib sepenanggungan.

* Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari TUHAN-nya, maka ALLAH menerima taubatnya. Sesungguhnya ALLAH Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (2 : 37)

* Kami berfirman : “Turunlah kamu semua dari surga itu !, kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (2 : 38)

Kedua ayat diatas adalah Perkataan AL HIDIR yang diselimuti Bayangan Cahaya Allah-Nya. Bahasanya halus, lembut, normatif dan mengaburkan makna Keinginan-Nya. Bandingkan Perkataan AL HIDIR dalam ayat sebagai berikut :

* ALLAH berfirman : “Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”. (7 : 24)

Ayat diatas adalah Perkataan AL HIDIR yang tidak dilapisi Bayangan Cahaya ALLAH-Nya. Bahasanya adalah Bahasa Rahasia Penciptaan bahwa AL HIDIR masih akan melanjutkan Rahasia Penciptaan-Nya di Bumi.

* ALLAH berfirman : “Dibumi itu kamu hidup dan dibumi itu kamu mati dan dibumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan” (7 : 25)

Sebagai manusia yang berakal, tentu saja kita sudah bisa menangkap makna yang tersurat pada ayat diatas, bahwa AL HIDIR akan melanjutkan Tiga Paket Pen-ciptaan untuk hamba-hambaNya di bumi yaitu : Hidup, Mati dan Berbangkit. Dari tiga paket ini akan tercipta mata rantai - mata rantai PENCIPTAAN.

Sebelum ayah dan ibu bertemu, dimanakah si anak berada ??. Sianak tidak tahu berada dimana. Tidak ada yang tahu alam itu. Alam itu disebut alam Ruh atau alam Gaib atau KUN.

Setelah ayah dan ibu manusia bercampur dan merasakan kenikmatan buah “khuldi” maka terjadilah pembuahan. Si anak telah berada di alam kandungan. Alam Kandungan adalah Alam Nyata tapi Gaib atau FA. Dikatakan “Nyata tapi Gaib” maksudnya adalah : Anak manusia telah Nyata berada di dalam kandungan, akan tetapi masih Gaib karena belum dilihat oleh mata dan belum bisa disentuh atau dipegang.

* Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah

* Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)

* Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci ALLAH, Pencipta Yang Paling Baik (23 : 12-14)

Lamanya sianak berada di Alam Kandungan/Alam Nyata tapi Gaib atau FA, menjalani proses sebagaimana ayat diatas adalah 9 bulan 10 hari, atau lebih kurang 280 hari.

Setelah tiba waktunya, si anak lahir kedunia ini dalam bentuk bayi. Dunia Nyata ini disebut Alam Fana atau Alam Nyata atau YA.

* Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur) maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurnah kejadiannya dan yang tidak sempurnah, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian ( dengan berangsur-angsur ) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan ( ada pula ) diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya,… (22 : 3)

Sebagai manusia yang memiliki akal sehat, sepatutnyalah kita belajar sendiri, menggunakan akal kita sendiri untuk mengkaji dan mencermati ayat-ayat diatas. AL HIDIR tidak memperkenankan kita untuk bertanya dan meminta pendapat ulama atau para kiyai, karena belum tentu mereka - mereka itu termasuk dalam golongan orang-orang yang diberi AL HIKMAH oleh AL HIDIR. Al Hikmah adalah Pemahaman terhadap makna - makna yang tersembunyi didalam ayat - ayat Alqur’an. AL HIDIR memberikan Al Hikmah itu kepada siapa saja yang DIA kehendaki. AL HIDIR mengenyampingkan penggunaan lafads Al Qur’an dalam bahasa Arab. AL HIDIR mengutamakan Pemahaman dan Pembenaran Alqur’an dengan menggunakan Akal Sehat. Marilah kita mencermatinya secara bersama-sama sebagai berikut :

Karena manusia diciptakan dari saripati tanah (air mani), maka setiap manusia yang lahir kedunia memiliki sifat dasar MENURUT sebagaimana sifat Tanah. Dari air mani itu kemudian dijadikan segumpal darah. Berarti dari sifat MENURUT itu diciptakan sifat MELAWAN. Kemudian dari segumpal darah itu dijadikan segumpal daging, kemudian dijadikan tulang belulang lalu dibungkus lagi dengan daging. Itu berarti; Darah, Daging dan Tulang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Air mani terpisah dari ketiganya. Air mani berdiri sendiri. Sifat menurut berdiri sendiri. MENURUT adalah Sifat RUH.

Setiap anak yang baru lahir, membawa Empat Unsur di dalam dirinya; yaitu Ruh (sifat menurut), Darah (sifat melawan), kemudian Tulang dan Daging. Kedua unsur terakhir tidak membawa sifat apa-apa oleh karena Tulang berfungsi sebagai rangka tubuh dan Daging sebagai pembungkus.

Sifat Melawan sangat penting artinya bagi sianak, karena dengan sifat itu sianak bisa menangis. Anak melawan rasa lapar dan haus dengan menangis sehingga ibunya memberinya susu atau bubur. Anak melawan kebosanannya berbaring, maka dia belajar duduk. Anak melawan kebosanannya duduk maka dia belajar berdiri kemudian berjalan. Anak melawan ketidaktahuannya dengan sifat ingin tahu, maka anak banyak bertanya. Anak melawan kebodohannya, maka anak banyak belajar dan bersekolah. Dengan sifat Melawan itu, potensi akal terbentuk. Pengetahuan anak bertambah. Ruh (Sifat Menurut) menurunkan 4 (empat) Sifat utama. Keempat sifat ini terbentuk setelah anak lahir, yaitu Sifat Tidak ada Beban atau “Menurut saja”, kemudian Sifat Ikhlas, Pasrah dan Sabar. 4 (empat) sifat ini adalah fondasi atau sifat dasar manusia yang dalam agama Islam di sebut sebagai FITRAH MANUSIA.

Ketika anak memasuki masa aqil balik (remaja), maka secara otomatis Sifat Melawan ditumbuhi oleh nafsu dan birahi. Pada masa ini peran orang tua dan lingkungan sangat menentukan. Anak perlu pertolongan untuk mengatasi gejolak pertumbuhan nafsu dan birahinya. Jika tidak, maka sifat melawan yang tadinya berdampak positif bagi si anak bisa berubah menjadi negatif dan menjerumuskan anak di dalam menjalani hidup dan kehidupannya.

Nafsu dan Birahi yang tumbuh subur di dalam Darah anak atau di dalam Sifat Melawan membawa 4 (empat) Sifat yaitu : Cemburu, Iri Hati, Dengki dan Dendam. Ke 4 (empat) sifat ini menyatu didalam darah anak. Ke empat sifat ini mendominasi kepribadian anak sebab empat sifat ini berada diatas pondasi sifat-sifat Fitrah Manusia.

Pada hakekatnya, semua agama-agama memiliki inti ajaran dan tujuan yang sama yaitu agar manusia (penganut agama) mengaplikasi didalam hidup dan kehidupannya empat sifat dasar manusia atau fitrah manusia. Tapi hal itu sangat sulit. Ibarat sebuah bangunan, Fitrah manusia itu adalah pondasi dibawah tanah, diatas pondasi ada 4 (empat) pilar kuat sebagai pengikat tembok bangunan, dimana bangunan itu bentuknya seperti segi empat persegi. Mustahil manusia bisa kembali kepada Fitrahnya tanpa Pertolongan AL HIDIR, sebab DIA-lah yang Menciptakan semuanya. Pertolongan itu hanya akan diberikan bila waktunya telah tiba.

* Tidak ada satu jiwa-pun (diri) melainkan ada penjaganya (86 : 4)

Setiap manusia yang lahir di dunia hanya terdiri dari 4 (empat) unsur saja yaitu : ruh, darah, daging dan tulang; dengan membawa 2 (dua) sifat dasar. Ruh membawa sifat menurut dan darah membawa sifat melawan. Di alam kandungan (FA) darah berkembang dijadikan tulang dan daging. Setelah anak lahir di dunia Nyata (YA), ruh berkembang menjadi hati dan jiwa. Dari ruh dijadikan hati, masanya 6 (enam) tahun. Dari hati dijadikan jiwa, masanya juga adalah 6 (enam) tahun.

Bukti nyata bahwa jiwa anak terbentuk pada saat mereka memasuki masa aqil balik (12 – 13 tahun) adalah; pada anak laki-laki di tandai dengan suaranya yang “pecah”, dan pada anak perempuan di tandai dengan “pecah”-nya sel telur mereka (haid pertama) dan tumbuhnya buah dadanya. Secara psikologis, anak wanita lebih cepat dewasa dari pada anak laki-laki karena perintah AL HIDIR untuk tidak mendekati “pohon kayu” itu pada hakekatnya ditujukan kepada wanita.

Manusia yang berakal dapat memahami dan membenarkan bahwa pada masa aqil balik (12 – 13 tahun usia anak), si anak sudah menampakkan bakat, minat dan kecenderungannya. Itu berarti sianak sudah dikatakan sempurnah sebagai manusia dan telah memiliki 6 (enam) unsur didalam dirinya, yaitu : ruh, hati, jiwa, darah, daging dan tulang. Ruh, hati dan jiwa disebut Gaib. Darah, daging dan tulang disebut Nyata. Jika anak meninggal sebelum aqil balik, maka anak terhindar dari pertanggung jawaban karena dianggap belum sempurnah. Lain soal jika anak sudah melewati masa aqil baliknya, tentu si anak akan dimintai pertanggungjawaban.

AL HIDIR menciptakan nafsu dan birahi pada diri Hawa (wanita) dengan perantaraan Adam, ketika mereka masih di alam Gaib (surga). AL HIDIR menciptakan hati dan jiwa manusia di bumi ini pada diri anak-anak Adam dengan perantaraan Adam. Kedua anak Adam tersebut adalah Habil dan Qabil.

Dalam proses pembentukan Hati dan Jiwa, AL HIDIR mengurai Sifat “Menurut” ke dalam diri Habil. Sifat Tidak ada Beban (menurut saja) disimpan di Ruh Habil. Sifat Ikhlas disimpan di Hati Habil. Sifat Pasrah disimpan di Jiwa Habil dan Sifat Sabar disimpan di Darah Habil. Kecerdasan dan kepandaian Habil sangat nampak sehingga Adam, ayahnya dibuat senang dan terhibur. Berbeda dengan pertumbuhan kakaknya, Qabil tumbuh secara phisik kuat, kekar namun Bodoh dan Malas.

Setelah mereka aqil balik, AL HIDIR mengurai Sifat “Melawan” kedalam diri Qabil. Sifat Cemburu disimpan di Ruh Qabil. Sifat Iri Hati disimpan di Hati Qabil. Sifat Dengki disimpan di Jiwa Qabil. Dan Sifat Dendam disimpan di Darah Qabil.

Adam memiliki anak 22 orang. Hawa melahirkan sebanyak 11 kali, tiap melahirkan mereka mendapatkan sepasang anak kembar, laki dan perempuan. Anak pertama Adam adalah Qabil dan saudara kembarnya adalah Iqlima. Anak kedua mereka adalah Habil dengan kembarannya bernama Lawwama. Ketika mereka telah cukup umur, AL HIDIR memerintahkan Adam mengawinkan anak-anaknya dengan cara Kawin Silang. Qabil dengan Lawwama dan Habil dengan Iqlima.

Qabil “melawan” perintah AL HIDIR. Qabil tidak mau mengawini Lawwama karena wajahnya jelek !, Qabil hanya mau mengawini Iqlima saudara kembarannya, karena wajahnya cantik jelita. Qabil Cemburu dan iri Hati terhadap Habil. Meskipun Qabil marah, akan tetapi Adam tetap pada keputusannya.

AL HIDIR memberi petunjuk kepada Adam, agar kedua putranya mempersembahkan qurban diatas sebuah bukit. Barang siapa yang diterima persembahannya, maka dialah yang berhak mengawini Iqlima. Habil mempersembahkan hewan ternak hasil peliharaannya. Qabil mempersembahkan buah-buahan hasil tanamannya. Setelah keesokan harinya, Adam dan kedua putranya naik kebukit menyaksikan secara bersama-sama, ternyata qurban Habil yang diterima oleh AL HIDIR.

Qabil betul-betul merasa Dengki dan Dendam terhadap Habil. Keesokan harinya Qabil melampiaskan Dendam amarahnya terhadap Habil. Qabil membunuhnya dengan menggunakan batu besar. Tahu bahwa Habil telah mati, Qabil menyesal. Qabil bingung. AL HIDIR memperlihatkan kepada Qabil dua ekor burung gagak hitam yang berkelahi diudara. Salah satunya kalah dan mati. Yang menang turun mengais-ngais tanah dengan kuku kakinya kemudian memasukkan yang kalah kedalam lubang dan menimbunnya. Qabil mencontoh apa yang dilakukan oleh burung gagak hitam tersebut. Qabil menanam jasad Habil kedalam tanah.

Setelah kejadian itu Qabil menemui Adam. Dia menyampaikan kepada ayahnya bahwa dia telah membunuh Habil dan menanamnya. Kemudian Qabil mengambil Iqlima dan Lawwama sekaligus keduanya dijadikan istri. Mereka pergi jauh meninggal-kan Adam. Mereka menempuh jalan hidup baru. Itulah yang dimaksud dengan JALAN SESAT.

Qabil dan kedua istrinya menurunkan banyak keturunan sebab mereka menjadikan NAFSU BIRAHI sebagai kesenangan. Keturunan Qabil bertahan sampai sekarang, termasuk kita semua ini, yaitu manusia-manusia yang menjadikan nafsu dan birahi sebagai kesenangan dan tujuan hidupnya, yaitu mereka yang memiliki sifat-sifat cemburu, iri hati, dengki dan dendam di dalam dirinya; yaitu mereka-mereka yang malas, bodoh, serakah dan pemarah. Mereka-mereka itulah yang dimaksud keturunan Qabil, anak cucu Adam.

AL HIDIR memindahkan Dua Sifat yang ada didalam diri Qabil kepada kedua istrinya tersebut. Sifat Cemburu di berikan kepada Lawwama dan Sifat Iri Hati di curahkan kepada Iqlima. Lawwama selalu Cemburu kepada kecantikan Iqlima, sebaliknya Iqlima selalu merasa Iri Hati kepada tubuh sexy dan kekuatan nafsu birahi Lawwama. Meskipun Lawwama wajahnya jelek akan tetapi nafsu birahinya bisa mengimbangi kekuatan Qabil. Mereka memiliki usia sampai ribuan tahun, tubuhnya besar-besar dan tingginya sampai seratusan meter lebih. Dengan usia yang panjang, mereka bisa mempercepat dan memperbanyak keturunan.

Pada waktu Qabil meninggal, Jasadnya ditanam. Ruhnya kembali kepada ALLAH. Jiwa dan Darahnya disatukan dengan Sifat Dengki dan Dendamnya. Dia hidup kembali sebagai sosok makhluk yang bernama JIN. Ruh Qabil kembali bereinkarnasi di dalam diri Fir’aun (Ramses II). Menjelang kematiannya saat diterjang ombak laut merah, Fir’aun mengatakan : “ Sekarang saya Percaya, tidak ada Tuhan kecuali Tuhannya Bani Israil ”. Fir’aun dan Qabil tidak mengenal nama ALLAH. Yang mereka tahu adalah AL HIDIR sebagai TUHAN Semesta Alam. Mereka itu adalah Ciptaan AL HIDIR, Hamba-hamba AL HIDIR. Dengan pengakuan Fir’aun itu, maka secara otomatis jin-jin yang tadinya kafir berubah status menjadi Jin Islam. Merekalah yang dikisahkan di dalam Alqur’an, mendengar nabi Muhammad membaca surah AL-JIN. Masyarakat jin memiliki komunitas tersendiri. Mereka hidup. Mereka tidak takut kepada ALLAH. Mereka tidak tunduk kepada ALLAH. Mereka tidak mengenal nama ALLAH; karena itulah sehingga manusia mengatakan mereka berilmu tinggi, bahkan manusia sering meminta pertolongan kepada Jin. Sesungguhnya ilmu mereka sangat rendah, buktinya mereka pernah menyerang Imam Mahdi akan tetapi mereka yang dipenjara. Setelah itu, barulah mereka sadar bahwa ternyata Imam Mahdi adalah Hamba Suruhan AL HIDIR. TUHAN Yang Menciptakan Alam Semesta ini beserta seluruh isinya.

Jin, berbeda dengan syaitan. Syaitan adalah makhluk terkutuk. AL HIDIR tidak akan memberi pengampunan kepada syaitan karena syaitanlah yang menyesat-kan manusia. Syaitanlah yang berbisik di hati manusia, sehingga manusia mendapat celaka. Syaitanlah yang menghasut di hati manusia sehingga manusia bermusuh-musuhan, mencerai - beraikan suami - suami dengan istri - istrinya, syaitanlah yang membuat anak-anak menderita dan merana.

Syaitan adalah Musuh Nyata manusia. Lawan mereka dan kalahkan !!!. Caranya cuma satu, Sebut namanya !!. Jika mereka berbisik dihatimu, Sebut namanya !!. Mereka akan lari !!. Jika mereka menghasut dihatimu, Sebut nama !, maka mereka akan lari !!. Mereka melihat kalian dari tempat yang tinggi tapi kalian tidak melihat mereka !!. Mereka tidak henti-hentinya mengganggumu karena mereka terkutuk menjalani takdirnya sampai hari kiamat tiba. Sebut namanya !, maka mereka akan lari meskipun dia akan datang lagi mendekatimu bila kamu lengah !!.

Nama mereka adalah Iqlima dan Lawwama. Sebut namanya, maka mereka akan lari !!!. Mereka berdua inilah yang disebut syaitan oleh semua agama-agama. Namanya Iqlima dan Lawwama !!!.

Waktu mereka meninggal, jasadnya ditanam !. Ruh dan Hatinya disatukan kembali, Mereka hidup sebagai makhluk yang dinamakan syaitan (Setan !!). Mereka marah kepada AL HIDIR, karena ternyata setelah mereka meninggal, mereka tidak di persatukan lagi dengan Qabil. Mereka bersumpah akan menggoda anak cucu Adam dan menyesatkannya.

Dalam dunia modern saat ini, dapat Kami sampaikan kepada ummat manusia, wujud asli syaitan yang sesungguhnya adalah sebagai berikut :

- Usia mereka tidak tua tidak muda, berkisar 35 tahun.

- Mereka memakai baju blues dan mengenakan rok span !!. Warnah baju Lawwama abu-abu muda dan roknya sedikit lebih tua. Panjangnya sampai dilutut. Baju dan roknya, warnahnya telah memudar. Tubuhnya gemuk dan agak pendek. Rambutnya menutupi wajahnya sampai ke buah dadanya. Bentuk wajahnya segi empat. Pipi kanannya halus, pipi kirinya rusak, seperti luka bakar.

- Blues Iqlima warnahnya coklat tua bercorak kembang. Kembangnya warnah cream sama dengan warnah roknya. Memakai ikat pinggang. Wajahnya berbentuk segi tiga. Potongan rambutnya seperti polwan.

- Bila berjalan mereka selalu berduaan. Kedua tangan Iqlima memegang lengan kiri Lawwama.

Sebutlah nama mereka !!!, maka mereka akan lari meninggalkanmu !!!.

* Katakanlah : “Aku berlindung kepada TUHAN Yang Menguasai Subuh.

* dari kejahatan Makhluk-Nya

* dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

* dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul

* dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki “. (113 : 1-5).

Wanita-wanita yang dimaksudkan oleh ayat diatas adalah Iqlima dan Lawwama. Mereka bisa datang kapan saja dan dimana saja dengan mengendarai hembusan angin. Dia merasa tahu apa saja, masalah apa saja tentang segala permasalahan hidup dan kehidupan manusia. Dia mampu mengait-ngaitkan satu permasalahan dengan permasalahan lainnya dan menyimpulkannya sendiri.

Yang dimaksud buhul-buhul adalah : Simpul-simpul ikatan pada tali. Begitulah mereka, dia mampu membuka simpul masalah kemudian menyimpulkannya sendiri. Manusia mempercayainya, seakan tersihir oleh tukang sihir, padahal apa yang disimpulkan oleh mereka itu semuanya adalah dusta. Motivasi mereka menghasut dan menggoda manusia adalah didasari oleh perasaan dengki !!. Mereka tidak takut pada ALLAH, dan kepada siapapun. Bagi mereka, kehidupan didunia ini adalah kesem-patan untuk kesenangan !!.

AL HIDIR pernah Memerintahkan Imam Mahdi-Nya untuk menjebak mereka. Mem-balas tipuan mereka dengan tipuan pula. Mengurung mereka dan memenjarakan mereka. Imam Mahdi tidak memiliki kemampuan menghadapi mereka secara bersamaan. Lawwama lebih dulu, kemudian Iqlima. Imam Mahdi menghadapi mereka secara nyata. Tipuan mereka dibalas dengan tipuan pula. Karena itu, mereka dengki terhadap Imam Mahdi. Mereka tidak tahu bahwa Imam Mahdi hanya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh AL HIDIR. AL HIDIR memprotek diri-Nya melalui AL MAHDI-NYA.

* Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan ALLAH membalas tipu daya mereka itu. Dan ALLAH sebaik-baik pembalas tipu daya (3 : 54)

Dan kepada manusia disampaikan bahwa kalian tidak mungkin bisa berjumpa dengan AL MAHDI. Meskipun berjumpa, kalian tidak mungkin mengenalnya. Meskipun mengenal, kalian tidak mungkin bisa mengetahuinya. Meskipun mengetahui, kalian tidak mungkin bisa mencapainya.

Yang paling mungkin adalah : Kalian akan berjumpa secara Nyata dengan syaitan. Mereka mengenalmu. Mereka mengetahuimu. Dan mereka bisa mencapaimu. Segala macam cara akan mereka lakukan. Segala kebohongan dan tipu daya mereka upayakan untuk mendekatkan dirinya kepadamu, untuk menyesatkanmu menuju jalan TUHAN.

Ingat, dan Ingatlah Pesan AL MAHDI. Pesan AL MAHDI mengandung kebenaran yang nyata. Tidak mungkin seorang AL MAHDI mengatakan sesuatu yang belum ia jalani. AL MAHDI adalah seorang hamba suruhan yang diberi tugas merintis pembuatan sebuah jalan. Dalam bahasa Arab, jalan itu diberi nama Siratal Mustaqim, yang artinya Jalan Lurus. Itulah jalan menuju TUHAN.

Ummat Islam selalu bermohon agar ditunjuki Jalan Lurus. Orang Nasrani selalu ingin ikut Jalan Yesus. Jalan Yesus adalah Jalan Salib. Jalan Salib adalah Jalan TUHAN. Jalan TUHAN adalah Jalan Lurus. Jalan Lurus itu sangat Halus. Kehalusannya di-ibaratkan sehelai rambut yang dibelah tujuh.

Adakah yang Tahu Jalan itu ?. Maka berhentilah bertanya kepada Orang Buta !!. Orang buta adalah orang yang memiliki keyakinan yang mendalam terhadap agama-agamanya; sementara mereka tidak tahu apa-apa tentang apa yang diyakininya. Mereka tidak pernah menjadi Saksi Nyata atas apa yang mereka yakini. Tidaklah seseorang meyakini sesuatu melainkan hanya mengikuti orang tua-orang tua mereka.

* Ketika TUHAN-nya berfirman kepadanya : “Tunduk patuhlah !”, Ibrahim menjawab, “ Aku tunduk patuh kepada TUHAN Semesta Alam”. (2 : 131)

Jalan Lurus itu adalah Jalan yang ditempuh oleh semua Nabi-nabi dan Rasul-rasul. Itu pula Jalan Salib yang ditempuh Yesus Kristus. Itu pula Jalan yang ditempuh oleh Yaqub dan Musa. Itu pula Jalan yang ditempuh Dewa Krishna, Budha Sidharta Gautama dan Kong Fu Tse (Komfusius).

* Ibrahim bukan seorang yahudi dan bukan ( pula ) seorang nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri ( kepada ALLAH ) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang musyrik. (3 : 67)

Untuk menempuh Jalan itu kalian harus BERSABAR. Dengan Kesabaran kalian harus PASRAH. Dengan Kepasrahan kalian harus IKHLAS. Dengan Keikhlasan itu, kalian akan mencapai tingkatan tertinggi yaitu TIDAK ADA BEBAN. Hanya orang-orang yang tidak memiliki beban di dalam dirinya yang bisa melewati Jalan Lurus itu yang di ibaratkan bagai sehelai rambut yang dibelah tujuh, Sangat Halus.

* Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada ALLAH, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan dia mengikuti agama Ibrahim yang Lurus ?, dan ALLAH mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya (4 : 125).

Berhentilah bertanya kepada Orang Buta !!!. Karena, Jalan Lurus itu berada di dalam DIRIMU SENDIRI. Jika AKAL FIKIRAN kamu menerima sebuah Kebenaran, kemudian HATIMU membenarkan Kebenaran itu, maka itulah JALAN LURUS.

Maka berhentilan bertanya kepada Orang Buta !!!. Apabila kamu memiliki sebuah Keyakinan, akan tetapi Akal Fikiran kamu belum bisa sampai atau masih Tertutup untuk membenarkan keyakinanmu dengan akal fikiranmu sendiri, maka keyakinanmu itu adalah keyakinan Buta, berarti kamu masih dalam KEGELAPAN. Berarti, kamulah Orang Buta itu !!!

* Dan hak bagi ALLAH (menerangkan) jalan yang lurus, dan diantara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semua-nya (kepada jalan yang benar). (16 : 9)

Karena itu, berhentilah bertanya kepada Orang Buta, yaitu orang-orang yang berputar-putar pada keyakinan yang dia yakini sendiri tentang agamanya. Sudah tiba waktunya kita mereformasi diri kita sendiri tentang keyakinan kita selama ini. Gunakanlah Akal – fikiranmu yang kuat dalam menerima Kebenaran ini, maka Hatimu akan membenarkannya. Kebenaran itu bersifat Mutlak. Hanya ALLAH yang berhak menerangkan jalan lurus itu. Bukan uztadz, kiyai, ulama, pastor, dan semua pendeta-pendeta. Dan ALLAH itu ada di dalam dirimu. Nafasmu !!!,,, AL - LAH mu...

ALAM KEMBALI KE – GAIB (KUN), adalah Alam yang di Ciptakan oleh AL HIDIR untuk menjadi tempat bagi manusia yang telah meninggal dunia. Alam ini berada di Bumi. Bukan di Langit. Alam ini di Ciptakan oleh AL HIDIR di masa Nabi NUH. Waktu itu bumi ditenggelamkan. Ketinggian air menembus beberapa Lapisan Awan. Manusia yang berakal mengetahui dan bisa menerima dengan akal sehatnya bila ketinggian air menembus beberapa lapis awan, itu berarti tidak ada lagi puncak gunung yang nampak. Semua tenggelam. Banjir itu menghancurkan segalanya. Peradaban manusia yang sudah mulai berkembang saat itu menjadi punah. Yang selamat hanya mereka; yaitu orang-orang, hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan yang berada diatas Bahtera Nabi Nuh.

Banjir itu Nyata. Surutnya juga Nyata. Namun ada yang tersisa, yaitu bekasnya atau bayangannya. Seperti air disebuah kolam atau bejana yang penuh air, ketika airnya di kuras habis yang tersisa adalah tanda atau bekas atau bayangan yang ada di fikiran/ingatan kita bahwa kolam atau bejana tersebut sebelumnya penuh dengan air. Nah, dari banjir nabi Nuh itulah, yang digunakan AL HIDIR Menciptakan ALAM BARZAH, atau ALAM KEMBALI KE GAIB (KUN).

Ummat islam meyakini alam barzah ini ada, akan tetapi mereka sebatas meyakini meskipun tidak mengetahui alam ini berada dimana. Ummat nasrani dan yahudi, hindu dan budha, konghuchu; menyebut dan meyakini ada surga atau ada nirwana, meskipun mereka tidak tahu dimana tempat itu sebenarnya. Semua orang yang meninggal dunia, apapun agamanya, mereka tetap berada di bumi disuatu alam yang namanya Alam Barzah atau Alam kembali ke Gaib (KUN). Alam itu atau tempat itu berada di bumi, bukan di langit. Di alam itu, semua manusia yang telah meninggal dunia menanti datangnya hari kiamat.

Kebingungan manusia tentang langit, surga dan nirwana di sebabkan oleh karena dulunya jin dapat menduduki beberapa tempat di langit. Jin inilah yang naik turun ke bumi dengan mengendarai angin menyampaikan dan mengajarkan kepada manusia tentang kehidupan langit. Jin mengajarkan manusia di bumi tentang tingkatan dewa- dewa, istana-istananya, dengan segala macam pernak-pernik kehidupannya. Agama bumi (hindu, budha dan konghuchu) menerima berita ini dan meyakini sebagai suatu kebenaran hingga hari ini.

Apa yang di sampaikan dulu oleh masyarakat Jin tersebut adalah Benar, karena memang dulu mereka tinggal di beberapa tempat di langit, sebagaimana yang di benarkan pula oleh Al Qur’an dalam surah Al – Jin (Jin) sebagai berikut :

* Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang, barang siapa yang (men-coba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (72 : 9)

Setelah Yesus Kristus (Isa Almasih) naik ke langit, maka AL HIDIR mulai mem-persiapkan rencana - rencana spektakuler-Nya secara Rahasia, yaitu diturunkannya malaikat JIBRIL AS menyampaikan WAHYU YANG PERTAMA kepada nabi Muhammad. Turunnya Jibril, berarti berita-berita gaib yang sebenar-benarnya akan di sampaikan kepada Manusia. AL HIDIR, Tuhan kita Yang Maha Sabar itu, membu-tuhkan waktu lima ratus tahun lebih sebelum merealisasikan rencana menurunkan Alqur’an.

Waktu yang sangat lama tersebut disebabkan karena Jin adalah makhluk yang nyata, maka harus di turunkan ke bumi secara Nyata dengan menggunakan waktu yang Nyata pula. Waktu Nyata adalah waktunya Yesus Kristus, Waktunya Isa Almasih, Waktu Masehi. Perhitungan waktu tersebut digunakan semua ummat manusia hingga hari ini dan akan datang.

Sebelum malaikat Jibril turun ke bumi menyampaikan Wahyu Yang Pertama (Al- Qur’an) kepada nabi Muhammad, maka semua jin yang menghuni beberapa tempat di langit harus lebih dulu turun ke bumi. AL HIDIR menempatkan mereka di gunung-gunung. Semua gunung-gunung yang tinggi, yang keramat atau disakralkan manusia, tempat itu didiami oleh Bangsa Jin. Semua tempat-tempat dimanapun dibumi ini yang merupakan tempat terbitnya matahari (Timur) dan memiliki pohon kayu sebagaimana yang ada di hutan-hutan, maka tempat itu dihuni oleh ruh-ruh (roh-roh) manusia yang telah meninggal dunia. Mereka-mereka itulah yang ber-reinkarnasi kepada manusia-manusia yang hidup atau yang akan lahir. Pohon yang dihuni oleh roh-roh memiliki kesakralan dan kekeramatan. Tujuan re-inkarnasinya roh-roh tersebut adalah karena AL HIDIR ingin Mencuci, Membersihkan dan Mensucikan kembali Ruh AL-LAH Nya yang pernah digunakan oleh manusia dimasa hidupnya. Ummat islam mengatakan kembali ke sisi ALLAH, maksudnya adalah ruh itu. Orang kristen mengatakan kembali kerumah Bapa, maksudnya adalah roh itu. Orang hindu – budha mengatakan pergi ke alam nirwana, maksudnya adalah ruh itu.

Semua ruh AL-LAH yang digunakan oleh seluruh ummat islam yang ada dimuka bumi ini dan masih hidup, maka DIPASTIKAN rohnya itu berasal dari re-inkarnasi dari roh-roh dari orang - orang kafir dan musyrik yang jasadnya telah meninggal dunia. Pada diri ummat islam-lah roh itu meyakini : TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH dan MUHAMMAD ADALAH RASUL ALLAH. Pada diri ummat islam-lah roh itu meyakini AL Qur’an sebagai “Hudallinnas” (petunjuk bagi seluruh ummat manusia). Pada diri ummat islam-lah roh-roh itu meyakini adanya hari kiamat, hari berbangkit, hari perhitungan (padang masyhar). Pada diri ummat islam-lah roh-roh itu meyakini rukun iman dan melaksanakan rukun-rukun islam termasuk pergi berhaji, dengan melak-sanakan tawaf, sa’i, wukuf dan melontar jumrah, dan sebagainya.

Roh-roh AL-LAH yang digunakan oleh orang-orang yang hidup sekarang ini yaitu orang - orang yang ber-agama nasrani ( kristen protestan / katholik ), yahudi, hindu, budha, konghuchu, shinto, majuzi, orang-orang kafir dan orang-orang musyrik dan sebagainya adalah roh-roh AL-LAH yang berasal dari roh-roh orang-orang yang beragama islam yang sudah mati/meninggal dunia. Itulah sebabnya sehingga tidak ada manusia yang bisa memahami TUHAN yang sebenar-benarnya TUHAN. Manusia hanya meyakini tentang Adanya TUHAN akan tetapi tidak mungkin bisa mema-haminya sebab akalnya ditutup. Keyakinan mereka didasari oleh keyakinan dan kepercayaan berdasarkan agama mereka masing-masing.

Jin di tempatkan di gunung-gunung, Pegunungan di tempat terbitnya matahari (timur); roh-roh manusia di tempatkan di hutan-hutan, dipohon-pohon kayu di tempat terbitnya matahari (timur) dan syaitan-syaitan di tempatkan di lautan dan pantai sebelah barat di tempat terbenamnya matahari. Antara satu tempat dengan tempat lainnya atau antara satu bagian dengan bagian lainnya, tidak saling mengganggu dan tidak saling berhubungan antara satu tempat atau bagian dengan tempat atau bagian lainnya.

Ketiga tempat-tempat itu, semuanya berada di satu alam yang disebut Alam Barzah atau Alam Kembali ke Gaib (KUN) yang diciptakan oleh AL HIDIR dengan memanfaatkan Bayangan Banjir di masa nabi Nuh. Pembagian alam barzah menjadi Tiga bagian dikerjakan oleh Nabi Dzulkarnain atas Perintah AL HIDIR.

* Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari dia melihat matahari yang terbenam di dalam lumpur hitam dan dia mendapati disitu segolongan ummat. Kami berkata : “Hai Dzulkarnaen, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”. (18 : 86)

Segolongan ummat yang dimaksudkan pada ayat diatas adalah syaitan-syaitan. Di situlah tempat mereka, dikubangan lumpur hitam ditempat terbenamnya matahari. Tidak mudah bagi syaitan untuk memperlihatkan wujud nyatanya kepada manusia yang masih hidup, karena mereka harus melintasi perjalanan yang sangat jauh yaitu menyeberangi bentangan lautan yang tak bertepi. Sesajian yang dipersembahkan atau dikirim oleh ummat hindu, budha, konghuchu dapat dipastikan bahwa kiriman itu sampai kepada mereka. Dulu, nabi Hidir mengajarkan kepada mereka mantera-mantera itu sebagai pengantar untuk memindahkan gaib yang melekat pada wujud nyata sesajian kepada makhluk gaib (syaitan) yang ada diseberang lautan. Ini tidak Salah, tidak keliru dan tidak musyrik !!. Ini adalah Pembuktian Nyata bahwa AL HIDIR adalah TUHAN Yang Maha Pengasih dan Maha Adil. AL HIDIR memberi ke-sempatan mereka hidup hingga akhir zaman; tentu AL HIDIR harus mengatur bagaimana cara agar mereka bisa bertahan hidup hingga hari kiamat. Caranya dengan mengirimkan makanan dalam bentuk sesajian (sesajen) yang dilakukan oleh ummat yang sudah ditugaskan dan diajarkan caranya. Ummat islam tidak boleh melakukan itu, karena tidak ditugaskan kepada mereka. Meskipun, mungkin saja ada orang islam yang mengetahui caranya atau bacaan mantranya akan tetapi bila dalam melaksanakan ritual itu disertai dengan bacaan “Salawat nabi Muhammad”, maka dipastikan kiriman itu tidak sampai. Perbuatan itu sia-sia. Semua perbuatan sia-sia adalah perbuatan syaitan. Ummat islam yang melakukan ritual itu disebut melakukan perbuatan syaitan. Perbuatan musyrik. Perbuatan sia-sia. Ummat yang ditugaskan melaksanakan perbuatan itu disisi AL HIDIR bernilai ibadah, bernilai amal shaleh. Terlalu sangat berbahaya bila syaitan dibiarkan kelaparan, sama berbahayanya jika manusia yang hidup saat ini tidak diberi makan. Manusia akan memberontak; syaitan juga bisa memberontak mengganggu ummat manusia yang masih hidup yang pada akhirnya mengganggu tatanan-tatanan keseimbangan yang telah diciptakan dan di atur oleh AL HIDIR.

* Kemudian dia menempuh jalan (yang lain)

* Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbit matahari (sebelah timur), dia mendapati matahari menyinari segolongan ummat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,

* Demikianlah, dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya. (18 : 89-91).

Segolongan ummat yang dimaksudkan pada ayat diatas adalah roh-roh manusia yang sudah meninggal dunia, dimana mereka ditempatkan di hutan-hutan tempat tumbuh-nya pohon-pohon kayu.

Hutan - hutan dan pohon - pohon kayu tidak membutuhkan atap perlindungan dari cahaya matahari. Pohon kayu justru akan mati jika tidak mendapatkan cahaya mata-hari. AL HIDIR tidak menugaskan manusia untuk memberi makan roh-roh orang yang sudah meninggal, karena roh-roh itu adalah AL-LAH. Selama cahaya matahari masih memancarkan cahayanya, dan selama udara masih menebarkan keheningannya, maka selama itu pula roh-roh manusia yang sudah meninggal dunia masih tetap hidup, menanti saat-saat yang mereka tungguh-tungguh untuk ditiupkan kembali agar mereka kembali bisa ber-reinkarnasi. Itulah sebabnya sehingga AL HIDIR Menga-takan, “Wahai Muhammad, jika hamba-Ku bertanya tentang Ruh, maka katakanlah itu urusan TUHAN-ku”. Sebagai manusia yang memiliki akal sehat, tentu kita dapat memahami dan membenarkan makna atau hikmah Perkataan AL HIDIR tersebut.

* Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi)

* Hingga apabila dia telah sampai diantara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.

(18 : 92-93).

Makna ayat diatas didalam diri Manusia Nyata adalah ulu hati kita di dalam dada yang letaknya Nyata berada diantara dua gunung, maksudnya adalah “puting susu”, baik yang ada pada laki-laki maupun wanita. Di dalam hati manusia, ada suara-suara yang berbicara akan tetapi manusia hampir tidak mengerti siapa sebenarnya yang berbicara didalam (hatinya itu).

* Mereka berkata : “Hai Dzulkarnaen, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan dimuka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dengan mereka ?”.

* Dzulkarnaen berkata : “ Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,

* Berilah aku potongan-potongan besi hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnaen : “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata : “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”.

* Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya.

Yang dimaksud dengan Ya’juj dan Ma’juj adalah Raja Jin dan Masyarakat bangsa-bangsa jin. Dimasa yang lalu, sebelum Alqur’an diturunkan secara sempurnah, masyarakat jin dapat hidup didalam darah manusia yang hidup, kemudian mereka meminta diberi kurban darah dan jantung manusia untuk dipersembahkan kepada rajanya yaitu Ya’juj. Mereka itu disebut dewa-dewa yang meminum darah manusia dan memakan jantung manusia. Dewa-dewa itu juga biasa meminta perempuan yang masih perawan yang dalam keadaan haid untuk disetubuhi. Semua perempuan yang disetubuhi tersebut pada akhirnya meninggal ditempat setelah pesta persembahan itu dilaksanakan.

Dinding yang dibangun oleh nabi Dzulkarnaen tersebut adalah dinding untuk memisahkan Ya’juj dan Ma’juj dengan ummat manusia yang hidup, sejak masa setelah ke-rasulan Muhammad (abad ke- 6 masehi) sampai hari ini tembok itu tetap ada, hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh AL HIDIR.

Manusia yang berakal sehat dapat membuktikan kebenaran, bahwa secara Antro-pologis; Peradaban suku-suku bangsa didunia ini, sejak sebelum masehi sampai abad ke 6 (enam) masehi; suku-suku bangsa memuja-memuja dewa dan mempersembah-kan darah manusia, jantung manusia untuk dewanya.

Ya’juj dan Ma’juj masih hidup hingga hari ini sampai batas waktu yang telah di tentukan. Mereka hidup tenang dibalik dinding yang dibuat oleh Dzulkarnaen. Mereka tidak lagi mengganggu manusia yang hidup, sebab setiap saat mereka mendapat kiriman darah. Pemasok utama mereka adalah wanita. Semua darah haid (darah kotor) wanita adalah untuk hidangan Ya’juj dan Ma’juj, demikian pula dengan darah nifas semua wanita yang habis melahirkan, terkirim untuk Ya’juj dan Ma’juj. Begitulah cara AL HIDIR mengatur kehidupan makhluk ciptaan-Nya. Semua harus hidup dan semua harus diberi makan sampai tiba batas waktu yang ditentukan.

* Katakanlah : “Aku berlindung kepada TUHAN (yang memelihara dan menguasai) manusia “

* Raja manusia

* Sembahan manusia

* Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi

* Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia

* Dari (golongan) jin dan manusia. ( 114 : 1-6 )

Agama-agama yang menjadikan Bulan sebagai dasar perhitungan peribadatannya adalah agama yang berhubungan dengan Alam Barzah; alam kembali ke Gaib (KUN). Sesajian (sesajen) yang dilaksanakan oleh ummat hindu, budha, konghuchu adalah untuk memberi makan syaitan yang ada ditempat terbenamnya matahari. Ummat yang beragama Islam ditugaskan oleh AL HIDIR untuk memberi makan Ya’juj dan Ma’juj. Nama persembahannya bukan sesajian (sesajen) akan tetapi “AQIQAH”, sebagai ungkapan rasa syukur karena telah selamat lahir dan melahirkan. Seekor darah kambing jika anaknya perempuan dan dua ekor darah kambing bila yang lahir anak laki-laki. Bila anak wanita yang lahir, maka cukup darah kambingnya seekor saja karena Ya’juj dan Ma’juj nantinya masih mendapat darah haid bila anak itu mengalami menstruasi.

Ya’juj dan Ma’juj melaksanakan pesta besar-besaran setiap setahun sekali selama tiga hari tiga malam berturut-turut. Pesta itu disponsori oleh Ummat Islam. Mereka mendapat kiriman darah unta, darah sapi, darah kambing, darah domba, darah biri-biri, bahkan ada juga yang mengirimi mereka darah kerbau. Daging sembelihan binatang itu dimakan oleh ummat islam yang masih hidup. Ritual itu dilaksanakan oleh ummat islam pada perayaan Hari Raya Idhul Adha atau Idhil Qurban. Tiga hari tiga malam penyembelihan qurban disebut sebagai hari-hari “tasyrik”.

Dan bagi orang-orang yang beragama Yahudi dan Nasrani yang menjadikan Peredaran Matahari sebagai dasar perhitungan untuk melaksanakan ritual per-ibadatannya, di tugaskan oleh AL HIDIR untuk merubah kehidupan dan peradaban manusia yang terdiri atas berbagai macam suku bangsa. Selain itu mereka juga ditugaskan untuk mengembangkan sains dan tekhnologi, mengatur ketertiban dunia, dibidang keamanan dan menjaga stabilitas ekonomi, moneter, keuangan dan fiskal.

Ummat islam, terutama mereka yang menamakan dirinya sebagai Jaringan AL QAIDAH dan jaringan teroris-teroris lainnya dimanapun berada; berhentilah memusuhi Amerika. Biarkan mereka mengatakan dirinya sebagai polisi dunia, karena memang begitulah adanya. Merekalah yang mati-matian, berdarah-darah sampai habis-habisan melawan komunis, kelompok yang tidak meyakini adanya TUHAN. Blok Komunis sudah tidak ada. Perang dingin sudah tidak ada. Bila kalian menginginkan perang dan mati syahid, Jangan kalian perangi Amerika, jangan pula kalian lawan Israil. Musuh kalian bukan mereka. Musuh kalian adalah Fidel Castro, Presiden Kuba dan Kim Jong Il, Presiden Korea Utara. Mereka itu Komunis; Tidak mempercayai TUHAN, maka perangilah mereka kalau kalian ingin mati syahid, mati di jalan ALLAH.

Bila kalian tidak ingin memerangi Fidel Castro atau Kim Jong Il, maka hentikanlah perjuangan kalian. Perjuangan kalian bukan didasari oleh jihad, akan tetapi didasari oleh KEDENGKIAN. Kalian tidak mati syahid. Tutuplah daftar panjang nama-nama syuhada, karena mereka itu tidak ada di surga. Mereka ada di balik tembok jadi olok-olokan, santapan lezat dan diperhamba oleh Ya’juj dan Ma’juj. Mereka tersiksa. Kedengkian hati kalian semakin hari semakin menjadi-jadi sebagai akibat dari ketersiksaan mereka dibalik tembok. Mereka tidak mungkin kembali kedunia nyata ini untuk meluruskan pemahaman kalian yang selama ini SALAH.

Bagaimanapun usaha kalian dan apapun yang akan kalian lakukan, maka kalian tidak mungkin bisa memisahkan antara Israil dan Amerika. Yang mempersatukan mereka adalah AL HIDIR, TUHAN-NYA Bani Israil.

Orang-orang Yahudi (Bani Israil) yang jadi sasaran pembantaian Hitler. Karena Hitler berambisi ingin menguasai Eropa. Hitler adalah Fir’aun. AL HIDIR memakai Amerika untuk memimpin tentara sekutu memerangi Hitler. Kemenangan sekutu adalah sama dengan kemenangan Musa menyeberangi Laut Merah. Kemenangan sekutu ditandai dengan banyak negara yang “merdeka” dari penjajahan kerajaan-kerajaan Eropa, termasuk Arab Saudi tempat 2 (dua) kota suci. Kemenangan sekutu mengakibatkan negara Israil berdiri. Itulah Tanah yang diperjanjikan AL HIDIR kepada Ummat Yahudi.

Bahwa Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang adalah untuk Memerdekakan Bangsa Indonesia dari penjajahan Jepang. Sadar atau tidak, yang pasti AL HIDIR memakai bangsa dan negara Amerika untuk menjadi kekuatan-Nya menjaga keseimbangan kekuatan negara-negara dan bangsa-bangsa di muka bumi ini. Bangsa yang dulunya hanyalah budak-budak dari Kerajaan Inggris kemudian ber-imigrasi menjadi bangsa dan negara Amerika yang merdeka. Amerika tidak pernah menjajah bangsa-bangsa di dunia ini. Karena itu AL HIDIR memakai mereka untuk memerdekakan bangsa-bangsa yang terjajah oleh bangsa lain.

AL HIDIR memakai Amerika untuk menjaga keseimbangan kekuatan bangsa-bangsa di dunia. AL HIDIR memakai Israil untuk menjaga keseimbangan ekonomi, moneter dan fiskal, bangsa-bangsa dan negara di dunia ini. Mareka adalah 2 (dua) bangsa, 2 (dua) negara yang tak terpisahkan. Sampai hari kiamat, ummat islam tidak mungkin bisa mengalahkan mereka. Tugas ummat islam adalah mengirim darah ke Ya’juj dan Ma’juj. Kalian tidak perlu mengirim darah manusia. Cukup darah binatang saja.

Ada 2 (dua) orang nabi yang dikisahkan dalam Al Qur’an dan diyakini keberadaannya oleh ummat islam, meskipun mereka tidak pernah memiliki riwayat hidup dan silsilah keturunan yang bisa dipertanggungjawabkan. Kedua nabi tersebut sama-sama di kisahkan dalam surah yang sama yaitu AL KAHFI (GUA). Kedua nabi tersebut adalah nabi Hidir dan nabi Dzulkarnaen.

Memang, nabi Hidir dan nabi Dzulkarnaen tidak pernah bersosok atau berwujud. Mereka adalah Bayangan AL HIDIR. Tentang Dzulkarnaen, Al Qur’an hanya me-nerangkan :

* Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnaen. Katakanlah : “Aku akan bacakan kepadamu ceritera tentangnya”. (18 : 83)

Juga tentang Nabi Hidir, Alqur’an hanya menerangkan :

* Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rakhmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu dari sisi Kami. (18 : 65).

Al Qur’an menceriterakan kisah “Perjalanan” mereka masing-masing; Agar kita dapat mengambil Hikmah dari perjalanan mereka dengan memahami bagaimana Ke- Maha Pintaran AL HIDIR di dalam Mencipta dan dapat kita terima dengan Akal Sehat kita.

Perjalanan Dzulkarnaen adalah Perjalanan di Alam Barzah atau Alam Kembali ke Gaib (KUN). Alam itu adalah alam yang gelap gulita. Kebanyakan manusia bingung dan tersesat didalam memahami alam gaib. Mereka mengira TUHAN berada di alam itu. Mereka mengira TUHAN dekat dengan roh-roh orang-orang yang sudah mati. Sekali-kali, TIDAK !!!. TUHAN Tidak Berada di alam itu. TUHAN tidak juga mengontrol langsung alam itu. Alam Barzah atau Alam orang-orang yang sudah mati di kontrol oleh nabi Dzulkarnaen, sampai hari ini hingga waktunya tiba sebagaimana Janji-Nya.

* Dzulkarnaen berkata : “Ini (dinding) adalah rakhmat dari TUHAN-ku, maka apabila sudah datang janji TUHAN-ku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji TUHAN-ku itu adalah Benar”. (18 : 98).

Dzulkarnaen adalah Sosok Bayangan ILMU AL HIDIR di Alam Barzah, Alam Kembali ke Gaib (KUN), yaitu alam orang-orang yang sudah meninggal dunia, yaitu alam tempat roh-roh orang-orang yang sudah meninggal dunia, Jiwa orang-orang yang sudah meninggal dunia, syaitan dan jin.

Syaitan dibolehkan mengganggu, menggoda dan menyesatkan manusia karena sesungguhnya syaitan itu berasal dari manusia juga. Perlawanan manusia terhadap syaitan adalah perlawanan yang seimbang, oleh karena manusia memiliki akal dan fikiran. Kekurangan manusia adalah karena manusia tidak melihat wujud syaitan. Syaitan dapat melihat manusia; Akan tetapi kekurangan syaitan adalah mereka tidak punya akal. Satu-satunya kekuatan manusia adalah akal fikirannya. Jika kekuatan ini tidak mereka gunakan, maka pastilah syaitan bisa mengalahkan mereka. Pekerjaan utama syaitan adalah membisikkan kebohongan didalam hati manusia kemudian menakut-nakuti. Cara menghadapinya; Jangan dengar bisikannya dan janganlah takut tentang apapun. Untuk semua hal, gunakan akal dan fikiran. Jangan percaya dan jangan meyakini sesuatu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya oleh akal dan fikiran.

Tidak ada doa-doa dan bacaan sebagaimana yang diajarkan dalam Kitab-kitab suci dan agama-agama, kecuali bila kalian sebut nama mereka. Sebut kemaluan mereka. Katakan, “ Vaginamu Iqlima !!!,,.. Vaginamu Lawwama !!!... Ini penting diketahui oleh manusia, sebab bila syaitan berhasil menggoda, menghasut atau menakut-nakuti manusia, maka mereka (Iqlima dan Lawwama) merasakan nik-mat birahi pada kemaluannya. Tidak ada yang bisa lepas dari gangguan syaitan; baik laki-laki maupun perempuan, orang tua dan anak-anak. Sebut saja ke-maluan mereka,, Vaginamu Iqlima,, Vaginamu Lawwama ..

Jin bukan musuh manusia, karena manusia tidak mungkin bisa mengalahkan jin. Meskipun bukan musuh, manusia tidak boleh berteman dengan jin apalagi bersahabat dengan jin, apalagi meminta pertolongan pada jin. Tipologi jin adalah mereka suka menuntut dan merampas jika merasa ada andil atau telah membantu seseorang.

Dengan mantra-mantra dan bacaan tertentu, manusia bisa berteman dan bersahabat dengan jin. Dengan mantra-mantra dan bacaan tertentu, manusia bisa meminta pertolongan pada jin. Jin akan masuk kedalam diri orang itu. Jin akan berada di dalam darah orang itu. Bila orang itu meninggal dunia, maka jin akan membawa jiwa orang itu kebalik tembok, sebagai anggota masyarakat jin dalam Kerajaan Ya’juj dan Ma’juj.

Rasa dendam ada di dalam darah manusia. Rasa dengki ada di dalam jiwa manusia. Setiap laki-laki yang meninggal dunia dengan membawa dendam dan dengki, maka dipastikan laki-laki itu menjadi anggota masyarakat jin. Semua teroris yang berjuang dan berjihad dengan didasari perasaan dendam dan dengki, setelah meninggal dipastikan orang itu menjadi masyarakat jin.

Laki-laki yang suka “main” dengan perempuan lain adalah laki-laki yang darahnya telah di kuasai jin. Jin memakai orang itu untuk melakukan persetubuhan dengan wanita. Jin merasakan kenikmatannya dari perbuatan itu.

Rasa iri hati ada di hati manusia. Rasa cemburu ada di ruh manusia. Seorang wanita, yang jiwanya telah dipenuhi oleh rasa iri hati dan hatinya telah dipenuhi oleh rasa cemburu, maka bila wanita itu meninggal dunia dipastikan wanita itu akan menjadi syaitan !!.

Wanita yang suka main serong dengan laki-laki lain adalah wanita yang darahnya telah dikuasai oleh syaitan. Syaitan memakai jasad wanita itu, agar syaitan dapat merasakan nikmatnya birahi. Semua syaitan adalah perempuan. Semua jin adalah laki-laki. Tidak ada jin perempuan dan tidak ada syaitan laki-laki.

NAFSU MUTMAINNAH adalah Jiwa yang Tenang. Semua manusia, baik laki-laki maupun wanita, agama apapun mereka apabila dalam menjalani hidup dan kehidupannya berdasarkan fitrahnya sebagai manusia, maka dipastikan setelah orang itu meninggal dunia, jiwanya akan tenang di Alam Barzah. Jiwa akan ditidurkan dan tertidur pulas hingga datangnya hari kiamat.

Orang yang menjalani hidupnya berdasarkan fitrahnya sebagai manusia adalah orang-orang yang memiliki sifat sebagaimana sifatnya Tanah; Sifat asal penciptaan-nya. Sifat tanah itu adalah : Sabar, Pasrah, Ikhlas dan Menurut ( tidak ada beban / menurut saja ). Orang seperti ini adalah orang yang di darahnya ada kesabaran, di jiwanya ada kepasrahan, di hatinya ada keikhlasan, dan di ruhnya ada sifat menurut (tidak ada beban, menurut saja). Ruh adalah akal dan akal adalah ruh.

Orang seperti tersebut diatas adalah orang yang mendapatkan “Khusnul Khotimah” (Akhir yang Baik). Orang seperti itu adalah orang yang berada di Jalan Salib. Orang seperti itu adalah orang yang mencapai Tingkatan Budha. Orang seperti itu adalah orang yang mencapai kasih – sayang Dewa Krishna.

* Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah TUHAN-mu, maka Sembahlah Aku. (21 : 92)

* Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka diantara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali. (21 : 93)

* Maka barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya. (21 : 94)

Agama Tauhid adalah Agama yang berdasarkan Fitrah Manusia.

* Katakanlah : “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah : “Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)” (21 : 108)

Tuhan Yang Esa; yang dimaksudkan oleh Ayat tersebut diatas adalah AL HIDIR. Itulah Nama TUHAN Pencipta Alam Semesta ini.

* Jika mereka berpaling, maka katakanlah : “Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh” (21 : 109).

Untuk membuktikan kebenaran bahwa AL HIDIR adalah TUHAN YANG MAHA PENCIPTA, maka Dinding yang dibuat oleh Nabi Dzulkarnaen akan dirobohkan.

* Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (21 : 96).

Janji AL HIDIR adalah Janji yang Benar. Tembok itu sudah 3 (tiga) kali dibuka. Pertama pada peristiwa black september di Makassar. Kedua, kerusuhan mei di Jakarta. Ketiga, konflik perang agama di Ambon. Hasil yang ketiga ini membawa implikasi langsung kepada konflik di Timur Tengah. Masyarakat Ya’juj dan Ma’juj merasuk kedalam darah orang-orang. Menggerakkan jasad orang-orang untuk melakukan perlawanan terhadap penguasa yang tidak berlaku adil terhadap manusia. Masyarakat jin membangunkan Fir’aun yang Jiwanya ditidurkan didalam tubuhnya di dalam Museum Mesir.

Fir’aun adalah Penguasa Laut Merah. Dalam diri manusia, laut merah adalah darah yang mengalir di tubuh manusia. Membangunkan Fir’aun bertujuan membuka pintu darah semua manusia untuk dirasuki jin. Bila jin telah merasuk ke dalam darah manusia, barulah manusia mencari TUHAN mereka yang sebenar-benarnya.

* Alqur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta Alam.

* (yaitu) bagi siapa diantara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.

* Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila di kehendaki ALLAH, TUHAN Semesta Alam. (81 : 27-29).

Orang-orang yang dikehendaki ALLAH menempuh Jalan yang Lurus adalah orang- orang yang dapat memahami makna dan mengambil hikmah yang terang dari perjalanan dan perbuatan yang dilakukan oleh nabi Hidir.

Bila Perjalanan nabi Dzulqarnaen dilaksanakan seorang diri, itu disebabkan karena perjalanan beliau adalah perjalanan di Alam Barzah, alamnya orang-orang yang sudah meninggal dunia, alam kembali ke gaib (KUN) atau alam kegelapan. Beliaulah Penguasa Alam Barzah.

Bila Perjalanan nabi Hidir dilaksanakan bersama nabi Musa, itu disebabkan karena perjalanan beliau adalah perjalanan di alam fana ini, dunia Nyata ini, dunia yang kita diami dan tempati hidup sekarang ini. Itu berarti Beliaulah Penguasa di Alam Nyata ini.

* Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya : “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai kepertemuan dua buah lautan, atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.

* Maka tatkala mereka sampai kepertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.

* Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya, “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.

* Muridnya menjawab, “Tahukah kamu, tatkala kita mencari tempat berlindung dibatu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceriterakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceriterakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.

* Musa berkata, “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. (18 : 60-64).

Sebagai manusia yang memiliki Akal Sehat, patutlah bagi kita semua memaknai dan memahami ayat-ayat tersebut sebagai berikut :

1. Musa dan muridnya.

Yang dimaksud dengan murid Musa adalah : Kita semua, ummat manusia yang hidup sekarang ini. Manusia yang ingin mencapai kebenaran, mencapai fitrahnya sebagai manusia. Meskipun perjalanan itu membutuhkan waktu bertahun-tahun dalam hidup dan kehidupan kita. Perjalanan menuju “Khusnul Khotimah” itu tidak mudah. Perjalanan menuju jalan “Salib” itu tidak mudah. Perjalanan untuk mencapai tingkatan “Budha” itu tidak mudah. Perjalanan untuk mencapai “kasih-sayang” dewa Krishna itu tidak mudah. Meskipun tidak mudah akan tetapi dengan “jiwa yang nekad” dan “tekad yang bulat” jalan itu bisa kita lalui. Masing-masing orang menjalaninya sendiri-sendiri. Makanya Musa dikisahkan berjalan dengan seorang muridnya.

2. Ikan yang melompat sendiri dengan caranya sendiri.

Ikan ini memiliki makna sebagai “keyakinan” yang kita yakini selama ini terhadap agama-agama yang kita anut. Keyakinan itu telah melampaui batas sepatutnya atau sewajarnya. Itulah sebabnya dikatakan Musa berjalan balik kembali mengikuti jalannya semula.

3. Pertemuan dua buah Laut.

Yang dimaksud pertemuan dua buah laut, yang satunya tawar, yang satunya asin adalah muara. Dalam diri manusia, muara itu terletak dikerongkongan. Di dada letaknya keyakinan, maka disebut air laut yang Airnya Asin (Gaib). Di kepala letaknya Akal, maka disebut laut yang Airnya Tawar (Nyata).

* Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba diantara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rakhmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya Ilmu dari sisi Kami.

* Musa berkata kepada Hidir, “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu ?”.

* Dia menjawab, “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku”.

* “Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu ?”.

* Musa berkata, “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun”.

* Dia berkata, “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”. (18 : 65 – 70).

Manusia yang berakal sehat, tentu sangat memahami makna dan pesan atau syarat yang dipersyaratkan dalam menempuh sebuah perjalanan penting, yaitu :

1. SABAR

Semua manusia memiliki kecenderungan sifat yang tergesa-gesa. Mengingat perjalanan ini adalah perjalanan yang panjang, maka manusia tidak boleh tergesa-gesa; agar tidak cepat lelah, energi tidak terkuras habis sebelum tiba di tujuan. Karena itu harus “bersabar”. Sifat sabar itu terletak di darah manusia.

2. JANGAN BERTANYA

Semua manusia memiliki sifat “ingin tahu”. Hal itu manusiawi mengingat semua manusia memiliki akal. Namun begitu, perlu juga disadari bahwa perjalanan ini adalah perjalanan diluar akal manusia. Setelah perjalanan ini dilalui, barulah manusia bisa menerima dengan akalnya sendiri. Dengan begitu pada akhirnya manusia akan tahu sendiri. Inilah yang dimaksud dengan “ILMU LADUNNI”, yaitu ilmu yang langsung dari TUHAN Semesta Alam. Ilmu yang tertinggi yang disebut dengan Ilmu Hikmah.

Jangan bertanya kepada ustaz, ulama, pastor, pendeta, rahib, dan orang-orang yang kalian anggap pintar, karena mereka akan memberi jawaban yang mem-bingungkan dan menyesatkan pada kalian sebab mereka juga tidak tahu karena belum menjalaninya. Dengan tidak bertanya berarti kalian sudah termasuk orang yang sabar. Bersabarlah, karena kalian akan tahu sendiri tanpa ada yang memberi tahu pada kalian.

 

I. HIDIR MEMBOCORKAN PERAHU.

* Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Hidir melubanginya. Musa berkata, “Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya ?, sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan yang besar”.

* Dia (Hidir) berkata, “Bukankah aku telah berkata : “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku”.

* Musa berkata, “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku”. (18 : 71 – 73).

Manusia yang memiliki Akal Sehat, hendaknya memahami makna yang tersirat dari dialog di atas sebagai berikut :

a. Jangan bertanya, jangan berkomentar, jangan berceloteh, jangan mengomel dan jangan menggerutu, karena semua itu masuk dalam kategori “tidak sabar”.

b. Setiap pelanggaran “ketidak-sabaran” akan mendapatkan hukuman berupa beban yang lebih berat lagi.

c. Perjalanan pertama ini DIPASTIKAN manusia akan melanggar dan tidak sabar sebab Musa sudah memperlihatkan ketidak-sabarannya.

II. HIDIR MEMBUNUH SEORANG ANAK.

* Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Hidir membunuhnya. Musa berkata, “Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain ?, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar”.

* Hidir berkata, “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat Sabar bersamaku ?”.

* Musa berkata, “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberi uzur kepadaku”. (18 : 74-76).

Manusia yang memiliki akal sehat, hendaknya memahami ayat-ayat yang tersirat diatas sebagaimana point a, b, dan c.

Kata “Uzur” pada ayat diatas, maknanya adalah halangan untuk ikut serta. Bila Musa melanggar lagi, maka Musa bersedia dihalangi untuk melanjutkan perjalanan.

Setiap pelanggaran “kesabaran” maka akan ditambahkan lagi beban kepada orang itu. Jalan menuju TUHAN, bukanlah jalan yang mudah. Jalan itu penuh dengan pendakian dan berkelok-kelok. Begitulah gambaran betapa beratnya jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan sifat sabar.

III. HIDIR MEMBETULKAN DINDING RUMAH.

* Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka meminta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Hidir menegakkan dinding itu. Musa berkata, “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu”.

* Hidir berkata, “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.

* Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.

* Dan adapun anak itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.

* Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

* Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rakhmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”. (18 : 77-82).

Kita semua sebagai manusia yang memiliki Akal Sehat, harus bisa memahami “Tiga episode Perjalanan Nabi Hidir dengan Nabi Musa” dalam konteks perjalanan diri kita sendiri dalam upaya pencapaian Kebenaran Mutlak, yaitu sebagai berikut :

a. Yang dimaksud dengan bahtera (perahu) adalah jasad kita. Orang-orang miskin itu maksudnya adalah kita. Dan pada hakekatnya kita ini adalah orang miskin. Semua yang kita miliki hanyalah titipan TUHAN, termasuk nafas yang kita hirup keluar masuk bukanlah milik kita. Bahtera dibocorkan maksudnya adalah diberi tanda. Jasad kita diberi tanda agar jasad kita tidak dirampas oleh raja. Raja yang dimaksud disini adalah Ya’juj dan Ma’juj. Raja ini tidak akan mengambil kita, karena telah diberi tanda sebagai milik AL HIDIR.

b. Anak yang dibunuh maknanya adalah suasana atau perasaan “neraka” didalam rumah tangga. AL HIDIR akan menggantinya dengan suasana atau perasaan “surga” di dalam rumah tangga. Suasana itu akan tercipta dengan adanya perasaan kasih – sayang antara suami, istri, dan anak-anaknya. KASIH itu di berikan oleh suami kepada istrinya, kemudian istri mempersembahkan rasa SAYANG kepada suaminya. KASIH suami yang ada pada istrinya, kemudian istri/ibu-ibu mencurahkan KASIH itu kepada putra-putrinya. Dan pada akhirnya anak-anak juga memberi kasih – sayangnya kepada kedua ibu bapaknya.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak ALLAH yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang (19 : 96)

Dinding rumah yang miring, maksudnya adalah keadaan ekonomi dalam rumah tangga yang selama ini susah. Dua orang anak yatim dikota itu maksudnya adalah kalian bersama istri kalian.

Ayahnya adalah orang yang Shaleh, maksudnya adalah Nabi Hidir.

TUHAN-mu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya maksudnya adalah bila kalian bersama istri kalian telah sampai kepada Pencapaian “Fitrah Manusia” dengan memiliki : Kesabaran, Kepasrahan, Keikhlasan, dan Menurut ( Tidak ada beban ).

Dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rakhmat dari TUHAN-mu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Maksudnya adalah TUHAN-mu memerintahkan agar Nabi Hidir melimpahkan rezeki bagi kalian berdua dengan istri kalian. Rezeki itu sudah didepan mata kalian sehingga masih dikatakan sebagai simpanan. Bila waktunya tiba, rezeki itu akan masuk ke dalam rumah kalian yang datangnya dari mana-mana dengan tidak disangka-sangka; rezeki datang dengan mudah.

Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah : “tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka meminta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka”. Makna ayat tersebut adalah :

Meskipun kalian meminta pendapat orang-orang yang kalian anggap berilmu (ustaz, kiyai, ulama, pastor dan pendeta-pendeta) didalam negeri ini, tentang perjalanan pencapaian “kebenaran”, maka mereka tidak akan mungkin mau memberimu jawaban disebabkan karena mereka sendiri juga tidak me-ngetahuinya.

 

 

Wahai anak-anakku semua… Dengarlah pesan ayahandamu :

Pertama : Kalian dibolehkan menyebarkan atau menyampaikan tulisan ini kemana kamu suka, tapi kalian tidak dibolehkan bertanya kepada siapapun !!. Ingat pesan Alqur’an : “JANGAN BERTANYA”.

Kedua : Jalanilah hidup dan kehidupanmu sendiri dengan penuh “kesabaran”. Ingat pesan Alqur’an : “HARUS SABAR”. Jangan ganggu orang lain dan jangan pernah mau diganggu oleh orang lain.

Ketiga : Setiap pelanggaran terhadap kedua point tersebut diatas, akan mendapat hukuman berupa beban yang akan ditambahkan kedalam diri kalian. Agar semuanya mudah dijalani, maka jalanilah tanpa beban. Biarkanlah semuanya berjalan seperti air yang mengalir.

Keempat : Yakinlah, kalian tidak sendiri. Nabi Hidir membimbingmu. Dia dekat dengan dirimu. Dia di hatimu. Dia di akal dan fikiranmu. Bersabarlah dan jangan bertanya sebelum beliau sendiri yang menyampaikan dan mengajarkan kepadamu tentang hikmah-hikmah segalanya yang bersangkut paut dengan dirimu.

Terakhir : Janganlah berkehendak melakukan perjumpaan dengan beliau. Bila TUHAN-nya menghendaki perjumpaanmu dengan beliau, maka biarlah beliau sendiri yang menampakkan dirinya kepadamu meskipun itu hanya secara gaib dan dengan penglihatan gaibmu. Bila engkau melihat wajahnya (secara gaib) maka engkau akan menangis tersedu-sedu karena wajahnya adalah wajah Almasih-Nya TUHANmu.

 

Selasa, 22 – 3 – 11

http://www.facebook.com/home.php?sk=group_206331179390543
Follow gerakanalmahdi on Twitter